Sosial

Hari Kereta Api Nasional 2026: Pekerja Swasta Jadi Pengguna Kereta Terbesar, Tembus 34%

Momentum Hari Kereta Api Nasional 28 September menunjukkan luasnya peran kereta dalam mobilitas masyarakat.

Hari Kereta Api Nasional 2026: Pekerja Swasta Jadi Pengguna Kereta Terbesar, Tembus 34%

Suasana Saat Penumpang Naik Kereta Api | Jabarprov

Dalam momentum Hari Kereta Api Nasional yang diperingati setiap 28 September, profil pengguna kereta api pada Semester I 2026 memperlihatkan kuatnya peran moda berbasis rel dalam mendukung aktivitas masyarakat.

Data okupansi berdasarkan profesi memperlihatkan bahwa pengguna dari sektor swasta menjadi kelompok terbesar dengan porsi 34%. Posisi berikutnya ditempati pelajar sebesar 22%, sementara itu, kategori lainnya mencapai 28%.

Di tengah kebutuhan transportasi umum, kereta api tidak lagi hanya identik dengan perjalanan antarkota. Jaringan kereta perkotaan, komuter, kereta lokal, kereta bandara, hingga LRT membuat moda berbasis rel semakin terhubung dengan rutinitas bekerja, belajar, maupun aktivitas masyarakat sehari-hari.

Sektor Swasta Dominasi Pengguna Kereta Api

Komposisi okupansi berdasarkan profesi menunjukkan 34% pengguna berasal dari sektor swasta, menjadi yang tertinggi di antara kelompok profesi yang tercatat.

Profesi dengan Okupansi Pengguna KAI Terbanyak
Profesi dengan Okupansi Pengguna KAI Terbanyak | GoodStats

Pelajar berada di posisi berikutnya dengan 22%. Kemudian pegawai pemerintah dan pekerja BUMN masing-masing menyumbang 4%, disusul guru atau pengajar 3%.

Pengguna dengan profesi tentara dan tenaga medis masing-masing tercatat sebesar 2%. Sementara pensiunan dan polisi masing-masing memiliki porsi 1%. Adapun 28% pengguna masuk dalam kelompok profesi lainnya.

Dominasi pekerja swasta dan besarnya kelompok pelajar juga memperlihatkan kuatnya hubungan layanan kereta dengan aktivitas produktif harian, baik untuk bekerja maupun pendidikan.

Hal tersebut sejalan dengan pendekatan KAI yang menempatkan data pelanggan sebagai bagian dari pengembangan layanannya. Dalam paparan perusahaan pada bagian Customer Satisfaction Index Semester I 2026, KAI menyampaikan:

“KAI selalu berusaha mengakomodir semua keinginan pelanggan dengan menggunakan data untuk memberikan pengalaman terbaik di setiap perjalanan,” tulis KAI dalam laporan Transformasi KAI Berbasis ESG.

Lebih dari 258 juta pelanggan dalam enam bulan

Skala mobilitas berbasis kereta terlihat dari jumlah pelanggan KAI Group. Pada Semester I 2026, KAI Group melayani 258,99 juta pelanggan, meningkat 7,55% dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 240,8 juta pelanggan.

Jika dirinci, KAI Commuter menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan 204,15 juta pelanggan pada Semester I 2026 atau tumbuh 6,58% secara tahunan. Layanan KA Jarak Jauh dan Lokal KAI mencatat 29,85 juta pelanggan, sedangkan LRT Jabodebek melayani 16,02 juta pelanggan.

Pertumbuhan juga terjadi pada KA Makassar–Parepare yang melayani 172.015 pelanggan serta KAI Wisata dengan 164.743 pelanggan. Dari sini, perjalanan berbasis rel telah berkembang dalam berbagai bentuk, mulai dari perjalanan komuter harian sampai perjalanan antarkota dan wisata.

Baca Juga: Volume Pelanggan KAI di Sumatra Tembus 35 Juta, Sumut Catat Pergerakan Terbanyak

Dari Stasiun Menuju Ekosistem Mobilitas

Pertumbuhan jumlah pengguna juga mengubah fungsi stasiun dan jaringan kereta. Dalam agenda setting September 2026, KAI mengangkat tema “Dari Stasiun Menuju Ekosistem Mobilitas”, dengan integrasi antarmoda, transit-oriented development atau TOD, fasilitas pedestrian, serta konektivitas first-last mile sebagai bagian dari pembahasan pengembangan transportasi.

Data KAI Commuter turut menunjukkan kuatnya mobilitas berbasis rel di kawasan perkotaan. Dari 204,15 juta pelanggan pada Semester I 2026, Jabodetabek mencatat sekitar 176,6 juta perjalanan. Bandung mencapai 10,1 juta, Surabaya sebanyak 8,5 juta, Yogyakarta dengan 5,3 juta, Merak mencapai 2,4 juta, serta layanan Basoetta sekitar 1,2 juta pelanggan.

Artinya, semakin banyak pekerja, pelajar, hingga kelompok profesi lainnya yang bergantung pada kereta sebagai bagian dari perjalanan sehari-hari. Tantangannya kemudian bukan sekadar menambah jumlah perjalanan, tetapi menghubungkan perjalanan kereta dengan moda transportasi lain serta aktivitas di sekitar stasiun.

Pelayanan dan Keberlanjutan Menjadi Bagian Transformasi

Selain peningkatan jumlah pelanggan, pengalaman pengguna juga menjadi indikator penting. Customer Satisfaction Index (CSI) KAI pada Semester I 2026 mencapai 4,53 dari skala 5, naik 0,01 poin dibandingkan 2025. Dalam periode yang sama, Access by KAI mencatat 17 juta transaksi dan menjadi kanal bagi 76,34% penjualan KA Utama dan Lokal.

Transformasi tersebut juga diarahkan pada aspek keberlanjutan. Dalam paparan mengenai visi perusahaan, KAI menempatkan keberlanjutan sebagai salah satu bagian strategis dalam pengembangan ekosistem layanan kereta.

“Kata ‘sustainable’ sudah masuk ke visi KAI. Artinya, keberlanjutan bukan fungsi tambahan, tetapi arah strategis perusahaan,” tulis KAI.

Momentum Hari Kereta Api Nasional pada 28 September pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang kereta, rel, dan stasiun. Di baliknya terdapat jutaan perjalanan yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat.

Dengan pekerja sektor swasta sebagai kelompok pengguna terbesar sebesar 34% dan pelajar mencapai 22%, data tersebut menunjukkan bahwa kereta telah menjadi bagian penting dari ritme bekerja dan belajar di Indonesia.

Baca Juga: Rute KAI Terpanjang di Indonesia 2026, Mana yang Paling Jauh?

Sumber:

KAI, Transformasi KAI Berbasis ESG: Dari Layanan Perkeretaapian menuju Akuntabilitas Publik yang Berkelanjutan

Key Insights

  • Dominasi pekerja swasta (34%) dan pelajar (22%) menunjukkan kereta api adalah moda transportasi vital untuk mobilitas komuter harian dan pendidikan.
  • Peningkatan jumlah pelanggan KAI Group sebesar 7,55% dalam setahun mencerminkan tumbuhnya kepercayaan dan ketergantungan masyarakat terhadap transportasi kereta api.
  • Kontribusi KAI Commuter (204,15 juta pelanggan) yang sangat besar menegaskan peran dominan kereta api dalam memfasilitasi pergerakan di area perkotaan.
  • Diversifikasi layanan kereta api, termasuk LRT Jabodebek dan KA Makassar-Parepare, memperluas jangkauan dan kegunaan kereta api di luar perjalanan antarkota tradisional.

Penulis: Daffa Shiddiq Al-Fajri • Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?