Angka Pernikahan di Indonesia Merosot Setiap Tahunnya

Dalam rentang waktu sepuluh tahun, angka pernikahan di tanah air tercatat telah merosot hingga hampir 29%.

Angka Pernikahan di Indonesia Merosot Setiap Tahunnya Ilustrasi Pernikahan | Pexels
Ukuran Fon:

Beberapa waktu belakangan ini, tren kehidupan sosial di Indonesia sedang mengalami perubahan yang cukup signifikan, terutama dalam memandang institusi pernikahan. Jika dahulu pernikahan sering kali dianggap sebagai sebuah kewajiban sosial yang harus segera dilakukan setelah seseorang mencapai usia dewasa, kini cara pandang tersebut perlahan mulai bergeser menjadi sebuah keputusan strategis yang melibatkan banyak pertimbangan matang.

Berdasarkan data terbaru, angka pernikahan di Indonesia justru menunjukkan tren penurunan yang sangat konsisten dalam satu dekade terakhir, sebuah fenomena yang memicu diskusi luas mengenai dampak demografi dan ekonomi di masa depan. Fenomena penurunan ini terlihat sangat jelas jika memperhatikan data statistik dari tahun 2014 hingga 2024.

Dalam rentang sepuluh tahun tersebut, angka pernikahan di tanah air tercatat telah merosot hingga hampir 29%. Penurunan yang cukup tajam ini juga berjalan selaras dengan tren meningkatnya usia kawin pertama bagi masyarakat Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa banyak individu yang kini memilih untuk menunda saat-saat melangkah ke pelaminan demi prioritas hidup yang lain, yang umumnya berkaitan erat dengan faktor kemapanan individu itu sendiri.

Untuk memberikan gambaran yang lebih detail mengenai penyusutan angka tersebut, mari tinjau kembali data per tahunnya sebagai berikut.

Baca Juga: 71% Pemuda Indonesia Belum Kawin pada 2025

Jika kita menengok ke belakang, tepatnya pada tahun 2014, angka pernikahan di Indonesia sebenarnya masih berada di posisi yang cukup tinggi dengan total mencapai sekitar 2,11 juta pasangan. Namun, memasuki tahun 2015, jumlah tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan awal menjadi 1,96 juta pasangan.

Tren penyusutan ini pun terus berlanjut secara signifikan hingga tahun 2020, di mana angka pernikahan mulai menyentuh di bawah angka 1,8 juta, atau tepatnya berada pada posisi 1,78 juta pasangan.

Kondisi ini tidak berhenti di situ, karena pada tahun 2023 jumlahnya kembali merosot ke angka 1,57 juta, hingga akhirnya mencapai titik terendahnya sepanjang sejarah pencatatan dalam dekade ini pada tahun 2024 dengan total hanya 1,47 juta pasangan saja. Menariknya, pada proyeksi tahun 2025, angka ini sempat menunjukkan kenaikan yang sangat tipis menjadi 1,48 juta, meskipun secara keseluruhan tetap jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan kondisi satu dekade yang lalu.

Mengapa Turun?

Salah satu faktor penentu utama di balik fenomena ini adalah stabilitas ekonomi. Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, banyak pasangan muda yang kini lebih realistis dalam menghitung kesiapan finansial mereka sebelum memutuskan untuk membina rumah tangga. Isu mengenai kemapanan karier, ketersediaan hunian, hingga perencanaan biaya hidup yang semakin meningkat membuat usia atau tekanan budaya dari lingkungan sosial tidak lagi menjadi faktor pendorong utama untuk segera menikah.

Selain persoalan finansial, pergeseran nilai-nilai sosial juga turut berperan. Saat ini, kebahagiaan dan pengembangan diri sering kali dianggap sebagai prioritas utama sebelum akhirnya berkomitmen dalam sebuah hubungan jangka panjang. Masyarakat kini lebih selektif dalam memilih pasangan hidup dan lebih memilih untuk menunggu hingga menemukan pasangan yang benar-benar tepat daripada harus terburu-buru hanya demi memenuhi ekspektasi sosial.

Namun, tren penurunan angka pernikahan ini bukannya tanpa risiko bagi masa depan Indonesia. Jika pola sosial ini terus berlanjut tanpa adanya kebijakan publik yang adaptif dan mendukung keluarga muda, Indonesia berisiko menghadapi percepatan penuaan penduduk atau aging population. Penurunan jumlah pernikahan secara otomatis akan berdampak pada angka kelahiran, yang dalam jangka panjang dapat memicu perubahan pola konsumsi masyarakat serta menghambat pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca Juga: Mengintip Kualitas Hidup Orang Indonesia 2025

Penulis: Emily Zakia
Editor: Editor

Konten Terkait

Angka Pernikahan di Indonesia Merosot Setiap Tahunnya

Dalam rentang waktu sepuluh tahun, angka pernikahan di tanah air tercatat telah merosot hingga hampir 29%.

10 Film Indonesia Terpopuler di Netflix 2025

Abadi Nan Jaya jadi film Indonesia terpopuler di Netflix, dengan jumlah penayangan mencapai 22,7 juta sepanjang 2025.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook