Menakar Rencana Nikah Anak Muda Indonesia

Sebanyak 47% Gen Z dan 43% Milenial mengaku tidak yakin kapan akan menikah.

Menakar Rencana Nikah Anak Muda Indonesia Ilustrasi Pernikahan | drew coffman/Unsplash
Ukuran Fon:

Rencana menikah selalu menjadi topik hangat di tengah masyarakat, terutama mereka yang menganggap menikah adalah sebuah keharusan. Mengenai kapan, di mana, dan bagaimana pernikahan itu diselenggarakan merupakan rincian yang menarik untuk diperbincangkan. 

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan menggeser setiap sendi kehidupan termasuk tentang pernikahan. Mereka yang lahir belakangan memiliki pandangan berbeda mengenai pernikahan dibanding generasi pendahulu yang masih memegang teguh tradisi dan ajaran agama.

Proses pernikahan ini identik dengan anak muda yang telah cukup umur. Negara sendiri memiliki aturan jelas mengenai batas usia menikah di Indonesia. Hal tersebut diatur dalam Undang-Undang 16 Tahun 2019 yang menegaskan bahwa usia minimal menikah untuk laki-laki maupun perempuan adalah 19 tahun.

Di Indonesia sendiri persentase anak muda yang menikah kian menurun. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren berkebalikan antara persentase anak muda yang menikah dengan yang belum. Pada 2023 persentase anak muda yang belum menikah adalah 68,3% dan meningkat jadi 69,75% pada 2024. Sebaliknya persentase anak muda yang menikah justru menurun dari yang semula 30,6% pada 2023 menjadi 29,1% tahun selanjutnya.

Data di atas merefleksikan keinginan ataupun kemampuan anak muda untuk menikah di usia yang muda mulai menurun. Dengan kata lain, semakin banyak anak muda yang memilih untuk mengundurkan usia nikah pertamanya karena pelbagai alasan. Mereka menemukan tantangan yang mendukung mereka untuk menikah tidak di usia yang muda. 

Penelitian yang dilakukan oleh Herliana Riska dan Nur Khasanah yang terbit pada 2023 lalu dapat memberikan gambaran apa saja faktor yang menjadi pertimbanan menunda menikah. 

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa faktor terbesar Gen Z menunda pernikahan adalah mengejar aktualisasi diri. Generasi yang lahir di di akhir abad ke-20 hingga 2010 ini menjadikan akademik dan karier sebagai alasan terbesar menunda pernikahan. Mereka ingin menyelesaikan pendidikan dan mencapai level tertentu dalam dunia kerja sebelum mengucapkan janji suci dalam akad pernikahan.

Survei Jakpat terbaru menanyakan 907 responden anak muda yang masih lajang atau belum memiliki pasangan terkait rencana mereka untuk menikah.

Gen Z lebih tidak yakin soal rencana menikah dibandingkan milenial | GoodStats

Hasilnya, sebagian besar dua generasi tersebut mengaku tidak yakin akan rencana menikah mereka. Sebanyak 47% Gen Z dan 43% Milenial menjawab demikian.

Selanjutnya, 28% Gen Z dan 19% milenial tercatat akan menikah dalam dua sampai tiga tahun ke depan. Sebanyak 12% Gen Z dan 28% Milenial mengaku bakal menikah tahun depan, sedangkan sisanya tercatat tidak berencana menikah.

Adapun tantangan terbesar sebelum melanggengkan pernikahan adalah urusan keuangan. Sekitar 64% responden mengaku mengatur anggaran pernikahan menjadi tantangan dalam mempersiapkan pernikahan. Juga 73% Gen Z dan 79% Milenial menjelaskan keuangan menjadi topik yang paling dibahas bersama pasangan sebelum menikah.

Baca Juga: Pernikahan di RI Kembali Cetak Rekor Terendah pada 2024

Sumber:

https://insight.jakpat.net/wedding-insights-how-indonesians-plan-their-big-day/

https://www.researchgate.net/publication/370742667_Faktor_Yang_Memengaruhi_Fenomena_Menunda_Pernikahan_Pada_Generasi_Z

https://www.bps.go.id/id/publication/2024/12/31/b2dbaac4542352cea8794590/statistik-pemuda-indonesia-2024.html

Penulis: Faiz Al haq
Editor: Editor

Konten Terkait

Investasi Lokal Naik, Investasi Asing Malah Turun pada Kuartal II 2025

Nilai PMA turun, sedangkan PMDN naik, salah satunya akibat kondisi geopolitik yang tidak menentu dan naiknya kepercayaan investor dalam negeri.

Tambahan Dana Bantuan Partai Politik Dinilai Rawan Korupsi

Survei Litbang Kompas menyebutkan 65,1% responden tidak setuju dengan wacana ini, 52,4% karena potensi korupsi di dalamnya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook