Potret Kekerasan terhadap Perempuan Sepanjang 2025
Nasional • 10 Maret 2026Kasus kekerasan terhadap perempuan mencapai puncaknya pada 2025, dengan 2.067 laporan di antaranya terjadi di ranah personal dan 1.489 di ranah publik.
Kasus kekerasan terhadap perempuan mencapai puncaknya pada 2025, dengan 2.067 laporan di antaranya terjadi di ranah personal dan 1.489 di ranah publik.
Angka kekerasan terhadap perempuan mencapai 376.529 kasus pada 2025, tertinggi dalam satu dekade
Komnas Perempuan mencatat 2025 jadi tahun dengan jumlah kekerasan terhadap perempuan tertinggi, mencapai 376.529 kasus, naik 14,07% dari tahun sebelumnya.
JPPI mencatat kasus kekerasan di satuan pendidikan terus meningkat selama 5 tahun terakhir. Relasi pelaku-korban paling banyak berasal dari guru-siswa.
KontraS mencatat masih ada 205 pelanggaran terhadap kebebasan sipil sepanjang 2025. Polisi jadi aktor dominan dengan total 178 kasus.
Sebanyak 5.299 personil TNI diterjunkan bertugas di Tanah Papua pada periode Desember 2024-November 2025, jauh lebih banyak dari anggota Polri dengan jumlah 107
Dalam periode Desember 2024–November 2025, penembakan menjadi bentuk kekerasan yang paling sering terjadi di Tanah Papua, dengan total 28 kejadian
Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat ada 641 kasus kekerasan di ranah pendidikan pada 2025, 57,65% di antaranya adalah kekerasan seksual.
Menurut survei Ipsos, kejahatan dan kekerasan jadi isu yang paling dikhawatirkan masyarakat global saat ini dengan rata-rata 32%.
Pada 2025, kekerasan di satuan pendidikan didominasi relasi guru dan siswa sebesar 46%, disusul hubungan antarteman sebaya sebesar 31%
Sepanjang 2025 tercatat 614 kasus kekerasan di satuan pendidikan, 14,82% di antaranya berada di Jawa Barat
Kasus kekerasan di satuan pendidikan meningkat dari 91 kasus pada 2020 menjadi 641 kasus pada 2025
Remaja perempuan paling rentan terhadap kekerasan, dengan 32,9% korban kekerasan terhadap perempuan merupakan remaja usia 13-17 tahun
Kasus Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan (KBGtP) mencapai 330.097 pada 2024, dengan kekerasan seksual sebagai bentuk paling dominan (36,43%)
Kekerasan psikis tercatat sebagai bentuk kekerasan yang paling banyak dialami perempuan disabilitas pada 2024, menyentuh 37,76% dari seluruh laporan
Pelajar SLTA menjadi korban kekerasan terbanyak, mencapai 8.805 korban per November 2025
Hubungan antara korban dan pelaku atau terlapor kekerasan didominasi teman media sosial sebanyak 517 orang.
Jumlah kasus kekerasan di lembaga pendidikan naik lebih dari 100% pada 2024 mencapai 573 kasus
Dengan total kejadian mencapai 35 peristiwa, penganiayaan menjadi bentuk kekerasan yang paling sering dilakukan TNI dalam waktu setahun terakhir
Jawa Timur jadi provinsi dengan jumlah kasus kekerasan di lembaga pendidikan terbanyak, mencapai 81 kasus pada 2024
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook