Pelajar SLTA Jadi Korban Kekerasan Terbanyak 2025
Masyarakat • 21 November 2025Pelajar SLTA menjadi korban kekerasan terbanyak, mencapai 8.805 korban per November 2025
Pelajar SLTA menjadi korban kekerasan terbanyak, mencapai 8.805 korban per November 2025
Hubungan antara korban dan pelaku atau terlapor kekerasan didominasi teman media sosial sebanyak 517 orang.
Jumlah kasus kekerasan di lembaga pendidikan naik lebih dari 100% pada 2024 mencapai 573 kasus
Dengan total kejadian mencapai 35 peristiwa, penganiayaan menjadi bentuk kekerasan yang paling sering dilakukan TNI dalam waktu setahun terakhir
Jawa Timur jadi provinsi dengan jumlah kasus kekerasan di lembaga pendidikan terbanyak, mencapai 81 kasus pada 2024
Guru menjadi pelaku utama kekerasan di sektor pendidikan, mencapai 43,9% dari total kasus pada 2024
Jawa Barat menempati posisi pertama sebagai provinsi dengan kasus kekerasan tertinggi pada 2025, mencapai 2.767 kasus per November 2025
Menurut SAFEnet, terdapat 399 aduan KBGO dari perempuan dan 183 aduan dari laki-laki pada Triwulan III 2025
Pencurian jadi kejahatan yang paling sering menyerang generasi muda, dengan hampir 8 dari 10 pemuda pernah jadi korban
35% berita femisida masih gunakan narasi hiperbolis dan romantisasi kekerasan, mengaburkan kekerasan dan tanggung jawab yang harusnya dibebankan pada pelaku
Kasus KDRT di Indonesia capai 10.240 perkara per 4 September 2025, dengan lebih dari 1.000 kasus dilaporkan ke polisi tiap bulannya.
Persentase perempuan yang pernah mengalami kekerasan fisik dan seksual turun dari 20% pada tahun 2021 menjadi 18,4% pada tahun 2024
Kejadian kekerasan oleh kepolisian terus berulang tiap tahunnya
Dalam satu tahun terakhir, tercatat 408 mahasiswa ditangkap dan 318 mahasiswa alami luka akibat kekerasan
Sebanyak 411 kejadian penembakan terjadi selama satu tahun terakhir
Dari menggunakan kekuatan berlebih, kekerasan polisi, hingga pelindasan warga sipil atas aksi untuk kebenaran.
Tercatat 14.039 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia, dengan lonjakan 2.000 kasus dalam 17 hari, menurut data Simfoni PPA.
Tercatat 23 kasus penangkapan sewenang-wenang terjadi selama paruh awal 2025, jadi bentuk pelanggaran kebebasan sipil tertinggi
Pada tahun 2024, 19.369 kasus kekerasan pada anak terjadi di lingkup rumah tangga
Tidak hanya jumlah kasus, korban kekerasan anak di Indonesia juga terus meningkat, dan anak perempuan jadi korban paling banyak
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.