Peringkat Internasional

Swedia di Urutan 1! Ini Daftar Negara dengan Anggaran Pendidikan Tertinggi di Dunia 2026

Swedia menempati peringkat pertama negara dengan anggaran pendidikan tertinggi di dunia 2026 menurut UNESCO. Simak daftar 10 negara dan alasannya.

Swedia di Urutan 1! Ini Daftar Negara dengan Anggaran Pendidikan Tertinggi di Dunia 2026

Ilustrasi Buku Sekolah | Roman Odintsov/Pexels

Investasi terhadap sektor pendidikan global merupakan modal utama dalam mencetak kualitas sumber daya manusia yang unggul. Sebagai negara maju, pengalokasian belanja pendidikan menjadi prioritas utama dalam belanja publik.

Berdasarkan data UNESCO Institute for Statistics, Swedia menempati posisi puncak sebagai negara dengan anggaran pendidikan tertinggi di dunia. Kebijakan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah Swedia dalam memajukan sistem pendidikan Swedia serta memperkuat pendanaan pendidikan nasional secara berkelanjutan.

Baca Juga: Getah Efisiensi Anggaran Pendidikan: Pangkas Tunjangan Dosen Hingga Beasiswa

Lantas, negara mana saja yang masuk ke dalam deretan 10 besar anggaran pendidikan tertinggi 2026?

Top 10 Negara dengan Anggaran Pendidikan Tertinggi di Dunia 2026

Berikut adalah daftar 10 negara dengan anggaran pendidikan tertinggi di dunia berdasarkan data UNESCO Institute for Statistics (diukur dari persentase terhadap PDB):

10 Negara Anggaran Pendidikan Tertinggi di Dunia | Goodstats
10 Negara Anggaran Pendidikan Tertinggi di Dunia | Goodstats

Data tersebut memperlihatkan bahwa Swedia berada di posisi pertama sebagai negara dengan alokasi anggaran pendidikan Swedia terbesar, mencapai 7,3% dari PDB. Angka ini terpaut cukup jauh dibandingkan Denmark yang menempati posisi kedua dengan 6,4%, serta Belgia di urutan ketiga dengan 6,3%.

Di sisi lain, Afrika Selatan mengalokasikan 6,0% dari PDB untuk sektor pendidikan. Sementara itu, Israel dan Inggris sama-sama menganggarkan 5,9%, sedangkan Brasil mencatatkan angka 5,6%. Adapun Norwegia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan berada di posisi berikutnya dengan alokasi yang sama, yakni 5,4% terhadap PDB.

Meski demikian, perlu dipahami bahwa persentase terhadap PDB tidak selalu menggambarkan besaran dana secara nominal. Negara dengan ukuran ekonomi yang sangat besar seperti Amerika Serikat dapat mengeluarkan dana investasi pendidikan dalam jumlah uang yang sangat besar meskipun persentasenya relatif lebih kecil dibandingkan Swedia. Sebaliknya, negara dengan PDB lebih kecil bisa memiliki persentase tinggi tetapi nilai nominal anggarannya lebih rendah.

Di Indonesia sendiri, isu besaran alokasi dana pendidikan kerap menjadi sorotan publik, terutama ketika dihadapkan pada tantangan getah efisiensi anggaran pendidikan serta porsi alokasi dalam APBN 2026 terkait dana MBG dari fungsi pendidikan.

Selain itu, besarnya pengeluaran pemerintah untuk pendidikan tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah anggaran, tetapi juga efektivitas penyaluran, kualitas tata kelola, kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, hingga hasil yang dicapai dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara merata.

Mengapa Swedia Kembali Menggunakan Buku Cetak di Sekolah?

Meski memimpin di peringkat teratas dan menjadi pelopor transformasi pendidikan berbasis digital, Swedia belakangan ini mengambil langkah berani dengan mengevaluasi kebijakan tersebut. Pemerintah mengalokasikan sebagian dana pendidikannya untuk mengembalikan penggunaan buku cetak di sekolah.

Berikut adalah beberapa alasan utama dibalik keputusan Swedia kembali mengandalkan media fisik dalam proses pembelajaran:

  • Penurunan Kemampuan Membaca (Reading Literacy): Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan fokus dan literasi membaca siswa akibat durasi paparan layar (screen time) yang berlebihan selama proses belajar harian.
  • Mengoptimalkan Pemahaman Konsep Kompleks: Studi pedagogi lokal menunjukkan bahwa membaca teks panjang lewat buku cetak membantu siswa menyerap dan memahami informasi secara lebih mendalam dibandingkan media digital.
  • Meminimalisir Distraksi Digital: Peralihan kembali ke media fisik bertujuan mengurangi gangguan notifikasi, gim, dan godaan media sosial saat jam pelajaran berlangsung.
  • Dukungan Anggaran Khusus Literasi Fisik: Pemerintah mengucurkan dana khusus untuk pengadaan jutaan buku fisik baru demi memastikan setiap murid memiliki akses langsung ke buku cetak di sekolah.

Langkah balik arah dalam pendidikan di Swedia ini memberikan pelajaran berharga bagi sektor pendidikan global bahwa pemanfaatan teknologi tetap harus seimbang dengan metode dasar yang terbukti efektif bagi perkembangan siswa.

Baca Juga: 10 Negara dengan Anggaran Pendidikan Paling Sedikit di Dunia, Indonesia Urutan Pertama

Sumber:

https://databrowser.uis.unesco.org/resources

Penulis: Fadhlan Firdaus Syafrudin Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?