Belanja Subsidi dan Kompensasi Tembus Rp203 Triliun pada Januari-Mei 2026
Ekonomi dan Bisnis • 10 Juni 2026Realisasi anggaran belanja negara yang dialokasikan khusus untuk pos subsidi dan kompensasi menyentuh 45,6% dari keseluruhan pagu APBN 2026.
Realisasi anggaran belanja negara yang dialokasikan khusus untuk pos subsidi dan kompensasi menyentuh 45,6% dari keseluruhan pagu APBN 2026.
Defisit anggaran disebabkan oleh realisasi belanja negara (Rp1.365,4 triliun) yang lebih tinggi daripada pendapatan negara (Rp1.185,0 triliun).
Pemerintah mengalokasikan belanja negara sebesar Rp3.527 triliun pada 2025 sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat dan mendorong transformasi ekonomi.
APBN per April 2025 catatkan surplus Rp4,3 triliun, berkat akselerasi pendapatan dari penerimaan pajak dan bea cukai.
Realisasi belanja negara Maret 2025 mencapai Rp620 triliun. Indonesia membukukan defisit mencapai Rp104,2 triliun
Belanja militer dunia mencapai puncaknya pada tahun 2023 dipengaruhi besar karena besarnya konflik di kawasan.
Anggaran belanja negara di 2025 naik 6%, dibarengi kenaikan target penerimaan pajak 12% dan tarikan utang baru 40%.
Maret 2024, belanja negara naik Rp71,9 triliun. Mayoritas belanja berasal dari pusat, melalui K/L (Kementerian/Lembaga) senilai Rp165,4 triliun.
Realisasi belanja pemerintah melonjak 18% dari tahun lalu dan telah mencakup 14,1% dari target 2024.
Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik tetap menjadi kunci untuk memastikan bahwa belanja tersebut memberikan manfaat maksimal
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memiliki anggaran belanja terbesar dalam RAPBN 2024 mencapai Rp146,98 triliun
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.