Nasional

10 Wilayah Terkaya di Pulau Jawa Berdasarkan PDRB per Kapita 2025, DKI Jakarta Dominasi

Kota Jakarta Pusat mencatatkan nilai PDRB ADHB per kapita tertinggi pada tahun 2025 untuk area Jawa, yaitu sebesar Rp949,18 juta.

10 Wilayah Terkaya di Pulau Jawa Berdasarkan PDRB per Kapita 2025, DKI Jakarta Dominasi

Potret DKI Jakarta | Bappenas

Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. PDRB kemudian menjadi landasan perencanaan pembangunan nasional atau regional, khususnya di bidang ekonomi.

Tidak berhenti di situ, PDRB juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dari hasil pembangunan ekonomi yang telah dilaksanakan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun swasta.

PDRB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu daerah tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa (neto) yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.

Nilai PDRB terbagi menjadi dua, yaitu PDRB atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan. PDRB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun.

Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai dasar. Tahun dasar yang digunakan sebagai acuan data ini adalah tahun 2010.

Pada praktiknya, PDRB atas dasar harga berlaku dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi, sedangkan harga konstan digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun.

10 Kabupaten/Kota Terkaya di Pulau Jawa berdasarkan PDRB 2025

Kota Jakarta Pusat mencatatkan nilai PDRB ADHB per kapita tertinggi pada tahun 2025 untuk area Jawa-Bali, yaitu sebesar 949,18 juta rupiah.
Kota Jakarta Pusat mencatatkan nilai PDRB ADHB per kapita tertinggi pada tahun 2025 untuk area Jawa-Bali, yaitu sebesar Rp949,18 juta | GoodStats

Baca Juga: Pekanbaru Jadi Kota dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi 2026, Tembus 7,39%

Peringkat pertama wilayah terkaya di Pulau Jawa adalah Kota Jakarta Pusat dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Berlaku (PDRB ADHB) per kapita menyentuh angka Rp949,18 juta.

Angka tersebut lumrah diperoleh dan sejalan dengan data lapangan usaha paling produktifnya yaitu jasa keuangan dan asuransi. Wilayah Jakarta Pusat merupakan sentra kantor pusat korporasi dan industri keuangan berskala besar.

Posisi kedua diduduki oleh Kota Kediri di Jawa Timur dengan nilai PDRB ADHB sebesar Rp581,56 juta per kapita. Angka ini tergolong sangat masif, bahkan berhasil melampaui ibukota provinsi lainnya.

Berbeda dengan Jakarta Pusat yang merupakan sentra jasa keuangan, PDRB Kota Kediri didominasi oleh industri pengolahan. Sektor ini didorong secara signifikan oleh keberadaan pabrik PT. Gudang Garam Tbk sebagai salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia, yang menjadikan industri tembakau sebagai tulang punggung perekonomian Kota Kediri.

Kembali ke Provinsi DKI Jakarta, wilayah yang menempati urutan ketiga adalah Jakarta Selatan dengan PDRB ADHB sebesar Rp409,07 juta per kapita dan urutan keempat yang ditempati oleh Jakarta Utara dengan Rp392,51 juta per kapita.

Sumbangan PDRB terbesar pada kedua wilayah tersebut adalah industri perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor.

Menyusul pada urutan selanjutnya adalah Kota Cilegon di Benten yang mencatatkan PDRB ADHB per kapita sebesar Rp322,68 juta pada tahun 2025. Jika ditinjau berdasarkan lapangan usahanya, industri yang mendominasi perekonomian Cilegon adalah pengolahan/manufacturing baja dan besi.

Berikutnya adalah Kota Surabaya di Provinsi Jawa Timur dengan nilai PDRB ADHB sebesar Rp283,31 juta per kapita. Roda perekonomian Surabaya ditopang oleh aktivitas perdagangan dan sektor jasa.

Beberapa sektor industri yang mendominasi perekonomian Kota Surabaya adalah perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, serta penyediaan akomodasi dan makan minum. 

Posisi ketujuh wilayah terkaya di Jawa kembali ditempati oleh wilayah di DKI Jakarta, yaitu Kota Jakarta Barat, yang mencatatkan nilai PDRB per kapita sebesar Rp269,43 juta. Perekonomian Jakarta Barat tidak didominasi oleh sektor jasa, melainkan industri perdagangan besar dan eceran.

Berikutnya, peringkat kedelapan diduduki oleh satu-satunya wilayah kabupaten dalam daftar ini, yaitu Kepulauan Seribu. Nilai PDRB ADHB per kapita wilayah ini mencapai Rp256,17 juta per kapita.

Kepulauan Seribu menjadi satu-satunya wilayah dalam daftar ini yang perekonomiannya ditopang oleh sektor pertambangan. Potensi ini didapat karena posisi geografisnya yang berada di kawasan lepas pantai, sehingga ideal untuk aktivitas eksplorasi dan ekstraksi migas offshore.

Selanjutnya adalah Kota Jakarta Timur dengan nilai PDRB ADHB sebesar Rp218,52 juta per kapita. Masuknya Jakarta Timur ke dalam daftar ini mempertegas dominasi Provinsi DKI Jakarta, di mana seluruh wilayahnya mencatatkan PDRB per kapita yang tinggi di tingkat nasional.

Terakhir, peringkat wilayah terkaya di Jawa diduduki oleh Kota Semarang yang mencatatkan nilai PDRB ADHB sebesar Rp167,24 juta per kapita. Perekonomian Kota Semarang didominasi oleh sektor industri pengolahan dan konstruksi.

Baca Juga: 10 Daerah Terkaya di Jawa Timur 2025, Kota Kediri di Puncak

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2026/09/15/cebd59fb7b6f175907235bbb/tinjauan-regional-berdasarkan-pdrb-kabupaten-kota-2021-2025--buku-2-pulau-jawa-bali.html

Penulis: Adhwa Aqilla Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?