Hutan merupakan ekosistem penting bagi bumi ini. Tidak hanya untuk manusia melainkan juga untuk flora dan fauna yang tinggal di dalamnya. Bagi manusia, hutan bukan sekadar paru-paru dunia, tetapi juga penopang kehidupan. Banyak kebutuhan dasar manusia yang disediakan oleh hutan. Sebut saja kertas yang digunakan dalam pekerjaan, kursi kayu yang diduduki sehari-hari, obat-obatan, sampai papan-papan kayu yang menopang rumah.
Di sisi lain, hutan juga menjadi rumah bagi flora dan fauna. Hutan sendiri menjadi ekosistem bagi makhluk terestrial termasuk di dalamnya hewan, tumbuhan bahkan orang-orang suku adat yang masih tinggal berdampingan. Maka dari itu ketika pohon ditebang, bukan hanya hutan yang berkurang melainkan kehidupan beberapa penghuninya juga akan hilang.
Dari sekian banyak jenis hutan di dunia ini, salah satu hutan yang penting adalah hutan primer. Mengutip Global Forest Watch, hutan primer merupakan hutan yang tua, padat dengan pohon dan tumbuhan, serta memegang peran penting bagi kehidupan ekologi di dunia. Hutan ini merupakan jenis hutan yang sudah ada sejak ratusan hingga ribuan tahun, kebanyakan belum dijamah oleh manusia modern dan masih terjaga keasriannya.
Selain urusan umur, hutan primer juga telah mengalami succession. Succession dalam hutan merujuk pada perubahan bentuk karena kejadian tertentu yang menimpanya, misalnya peristiwa kebakaran yang menghanguskan lahan tersebut, yang kemudian melahirkan tanaman-tanaman kecil yang disebut pioneer species, yang bakal tumbuh menjadi hutan.
Hutan primer tropis merupakan ekosistem vital di bumi ini. Hutan menunjang kehidupan makhluk hidup termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan. Bagi bumi sendiri, peran hutan tropis beragam, mulai dari penyimpan karbon dan air, penjaga keragaman flora dan fauna, serta masih banyak lagi.
Merujuk data World Resource Institute, deforestasi pada tahun 2024 menyebabkan tambahan emisi gas rumah kaca sebesar 3,1 gigaton (Gt), sedikit lebih besar dari total emisi CO2 tahunan India akibat penggunaan bahan bakar fosil. Kebakaran hutan menjadi penyebab utama deforestasi hutan primer tropis pada 2024, mencapai 49,5% dari total kasus deforestasi.
Secara global, kebakaran hutan meningkat 5 kali lebih besar pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Sangat disayangkan kebanyakan kebakaran hutan tropis terjadi akibat ulah manusia. Mereka yang ingin membuka lahan pertanian baru dengan cara dibakar malah berakhir tak terkendali, merusak ekosistem dan hutan tropis sekitar.
Selain kebakaran hutan, aktivitas pertanian permanen menyumbang 29,1% terhadap total deforestasi, sementara pertanian berpindah menyumbang 13,4%. Aktivitas penebangan juga tercatat berperan sebesar 5%, disusul oleh kerusakan alam lainnya sebesar 1,6%. Adapun aktivitas pertambangan memberikan kontribusi terkecil, yakni 1,3% dari total kehilangan hutan.
Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia menjadi salah satu negara dengan kehilangan hutan hujan tropis terbesar di dunia. Pada 2024, deforestasi Indonesia mencapai 0,26 juta hektare.
Sejak tahun 2015, deforestasi di Indonesia menunjukkan tren yang beragam. Pada 2015, sekitar 0,13 juta hektare hutan hilang akibat kebakaran, sementara 0,65 juta hektare hilang karena faktor lain. Puncak kehilangan akibat kebakaran terjadi pada 2016 dengan 0,4 juta hektare, diikuti penyebab lain sebesar 0,50 juta hektare. Namun, setelah itu angkanya berangsur menurun.
Memasuki periode 2017 hingga 2020, kehilangan hutan akibat api semakin terkendali, meski sempat meningkat sedikit pada 2020 hingga 0,15 juta hektare. Sebaliknya, kehilangan karena penyebab lain bergerak fluktuatif, dari 0,37 juta hektare pada 2017 hingga turun menjadi 0,17 juta hektare pada 2020.
Dalam beberapa tahun terakhir, terutama 2021 hingga 2024, kehilangan hutan akibat kebakaran relatif kecil, bahkan hanya tersisa 0,02 juta hektare pada 2022 dan 2024. Sementara itu, kehilangan karena penyebab lain cenderung stabil di kisaran 0,2 hingga 0,25 juta hektare per tahun. Data ini memperlihatkan bahwa meski kebakaran semakin terkontrol, faktor non-kebakaran masih menjadi tantangan utama dalam upaya menjaga hutan Indonesia.
Baca Juga: RI Kehilangan 10 Juta Ha Hutan Tropis Primer, Terluas Ke-2 di Dunia
Sumber:
https://wwf.panda.org/discover/our_focus/forests_practice/importance_forests/
https://gfr.wri.org/latest-analysis-deforestation-trends
https://www.globalforestwatch.org/blog/forest-insights/primary-forests-definition-and-protection/
Penulis: Faiz Al haq
Editor: Editor