Ekonomi dan Bisnis

5 Kabupaten/Kota dengan Laju Inflasi Tertinggi di Indonesia April 2026

BPS mengungkap Jayawijaya menjadi wilayah dengan laju inflasi tertinggi per April 2026, mencapai 3,81%.

5 Kabupaten/Kota dengan Laju Inflasi Tertinggi di Indonesia April 2026

Ilustrasi Inflasi | Magnific

inflasi adalah fenomena kenaikan harga barang-barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Ketika inflasi terjadi, nilai mata uang mengalami penurunan, sehingga jumlah uang yang sama tidak lagi bisa membeli barang dalam jumlah yang sama seperti sebelumnya (daya beli menurun).

Bagi sebuah kabupaten atau kota, laju inflasi memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap stabilitas daerah. Jika harga kebutuhan pokok merangkak naik terlalu cepat tanpa diimbangi kenaikan pendapatan, kesejahteraan warga lokal akan langsung terdampak.

Inflasi yang tidak terkendali di tingkat daerah berpotensi memperluas jurang kemiskinan karena masyarakat rentan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar harian. Ketidakpastian harga dapat membuat pelaku usaha lokal menahan investasi mereka, yang pada akhirnya memperlambat roda perekonomian daerah tersebut.

Oleh karena itu, pengendalian inflasi di tingkat daerah menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah guna menjaga daya beli masyarakatnya tetap stabil.

Kabupaten Jayawijaya Jadi Daerah dengan Laju Inflasi Tertinggi

Jayawijaya menjadi Kabupaten/Kota dengan laju inflasi tertinggi
Jayawijaya menjadi Kabupaten/Kota dengan laju inflasi tertinggi | GoodStats

Baca Juga: 10 Wilayah dengan Inflasi Terbesar di Jawa Barat 2026

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) bertajuk Indikator Ekonomi yang dirilis 30 Juni 2026, Kabupaten Jayawijaya menempati posisi teratas sebagai daerah dengan laju inflasi tertinggi di Indonesia, yaitu mencapai 3,81% Laju inflasi kabupaten yang berada di Provinsi Papua Pegunungan ini disumbang oleh beberapa komoditas seperti makanan, minuman dan tembakau.

Mengekor di posisi kedua, Kabupaten Minahasa Selatan mencatatkan angka inflasi yang juga cukup tinggi sebesar 3,72%. Bergeser ke Sulawesi Tenggara, Kabupaten Kolaka menempati peringkat ketiga dengan laju inflasi sebesar 3,50%.

Satu lagi perwakilan dari Sulawesi Utara, yaitu Kabupaten Minahasa Utara, yang masuk ke dalam daftar dengan laju inflasi menyentuh 3,01%. Kenaikan harga barang pokok dan jasa di daerah ini membuatnya melampaui rata-rata inflasi nasional. Menutup daftar lima besar, Merauke mencatatkan laju inflasi sebesar 2,98%.

Sebagai informasi, Inflasi di suatu daerah umumnya disebabkan oleh lonjakan permintaan barang dan jasa yang melebihi pasokan, peningkatan biaya produksi seperti kenaikan upah atau harga bahan baku, gangguan distribusi baik akibat cuaca atau bencana alam, dan peredaran uang yang lebih tinggi di masyarakat.

Kelompok Transportasi Jadi Komoditas Penyumbang Laju Inflasi Tertinggi

Kelompok transportasi menjadi komoditas penyumbang inflasi tertinggi
Kelompok transportasi menjadi komoditas penyumbang inflasi tertinggi | GoodStats

Untuk melihat apa saja faktor di balik pergerakan harga tersebut, BPS membaginya ke dalam kelompok komoditas. Kelompok transportasi menjadi penyumbang laju kenaikan harga tertinggi di bulan April dengan inflasi sebesar 0,99%. Hal ini sangat linier dengan situasi bulan April yang biasanya diwarnai oleh momen long weekend, serta adanya penyesuaian tarif angkutan umum maupun logistik.

Berada di posisi kedua, kelompok jasa restoran serta penyediaan makanan dan minuman mengalami inflasi sebesar 0,69%. Tingginya aktivitas makan di luar rumah dan penyesuaian harga menu makanan di tingkat pelaku usaha kuliner ikut mendorong andil inflasi. Sementara itu, peringkat ketiga diisi oleh kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga dengan laju inflasi sebesar 0,44%.

Selanjutnya, di posisi keempat, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mencatatkan inflasi sebesar 0,43%. Peningkatan ini dipengaruhi oleh dinamika kebutuhan layanan komunikasi digital, biaya transfer, hingga fluktuasi biaya administrasi jasa keuangan pada periode tersebut.

Menutup daftar lima besar komoditas inflasi, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 0,26%. Momentum liburan dan meningkatnya belanja masyarakat untuk kebutuhan hiburan, tiket tempat wisata, maupun perlengkapan hobi menjadi pemicu utama merangkaknya harga di kelompok ini.

Kemenkeu Positif Inflasi Masih Terkendali

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kondisi inflasi domestik sebenarnya masih sangat terkendali, salah satunya berkat indikator inflasi inti yang stabil. Kenaikan harga pada sektor pangan, minyak, dan BBM dinilai hanya bersifat temporer akibat fluktuasi pasar, bukan karena adanya lonjakan permintaan yang berlebih. Oleh karena itu, ia optimis tekanan inflasi ini akan berangsur hilang dalam hitungan bulan.

"Jadi itu karena harga yang fluktuatif saja, minyak, BBM, dan tadi harga pangan. Itu harusnya akan hilang dalam waktu beberapa bulan ke depan, karena core-nya masih stabil. Jadi kenaikannya bukan karena demand yang terlalu cepat," kata Purbaya dikutip Kompas TV (1/7/2026).

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Inflasi Tertinggi November 2025

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2026/06/30/0329c9332afc8927fe93de24/indikator-ekonomi-april-2026.html

Penulis: Anggia Leksa Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?