Bank Indonesia dan pemerintah menyepakati target inflasi nasional yang sehat berada di kisaran 2,5%±1%, atau idealnya menjaga pergerakan harga barang di angka 1,5% hingga 3,5% per tahun. Jika inflasi merosot di bawah target, hal itu menjadi alarm lesunya daya beli masyarakat, sementara lonjakan di atas 10% berisiko mencekik daya hidup warga akibat harga-harga yang tak terkendali. Meski demikian, potret inflasi tidak bisa digeneralisasi di setiap wilayah.
Pemerintah daerah menghadapi tantangan yang berbeda-beda karena dinamika inflasi lokal sangat bergantung pada kelancaran jalur logistik, faktor cuaca yang memengaruhi daerah penghasil pangan, serta efektivitas kebijakan di masing-masing wilayah.
Lebih lanjut, keragaman potret fluktuasi harga secara berkala dipantau oleh otoritas statistik, di mana kondisi riil dari berbagai kabupaten dan kota kini telah terekam jelas dalam basis data Badan Pusat Statistik (BPS). Per April 2026, berikut sepuluh wilayah dengan tingkat inflasi tertinggi di Jawa Barat 2026.
10 Wilayah dengan Tingkat Inflasi Tertinggi di Jawa Barat
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Inflasi Tertinggi November 2025
Kabupaten Majalengka menempati posisi puncak sebagai wilayah dengan inflasi paling tinggi sebesar 3,01%, menjadikannya satu-satunya wilayah di Jawa Barat dalam daftar sepuluh besar yang menembus angka di atas 3%. Menyusul ketat di urutan kedua adalah Kota Tasikmalaya yang membukukan inflasi tahunan sebesar 2,77%, disusul oleh Kota Cirebon dengan inflasi mencapai 2,75%.
Sementara itu, Kota Bogor mengunci posisi keempat dengan laju inflasi sebesar 2,68%, diikuti secara berurutan oleh ibu kota provinsi, Kota Bandung, yang bertengger di posisi kelima dengan tingkat inflasi sebesar 2,65%.
Selanjutnya, Kota Sukabumi mencatatkan andil di peringkat keenam dengan angka inflasi tahunan sebesar 2,57%. Tidak jauh berbeda, Kabupaten Bandung menyusul di urutan ketujuh dengan menorehkan tingkat inflasi sebesar 2,49%. Di posisi kedelapan, wilayah penyangga ibu kota yaitu Kota Bekasi mencatatkan laju pertumbuhan harga sebesar 2,41%.
Bergeser ke wilayah pantura, Kabupaten Subang menempati peringkat kesembilan dengan angka inflasi tahunan sebesar 2,27%. Akhirnya, daftar sepuluh besar ini ditutup oleh Kota Depok dengan tingkat inflasi sebesar 2,22%.
Mendagri Imbau Pemda Rutin Cek Kondisi Riil di Pasar
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian memberikan apresiasi atas terkendalinya inflasi nasional di angka 2,42% secara tahunan (year-on-year) pada April 2026. Walau mencatatkan hasil yang baik, Tito mengimbau semua pemerintah daerah (Pemda) untuk tetap waspada dan rutin mengecek kondisi riil di pasar demi meredam efek gejolak geopolitik dunia terhadap pergerakan harga barang.
"Kita masih bersyukur bahwa inflasi year on year masih di angka 2,42% di bulan April, namun bulan Mei ini kita harus mengamati betul perkembangan dari dampak terutama kenaikan harga minyak dan juga kurs mata uang," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026), dikutip Detik.
Tito memaparkan tingkat inflasi di tanah air terbilang jauh lebih stabil dan aman jika dikomparasikan dengan banyak negara lain, yang saat ini tengah didera lonjakan inflasi parah akibat krisis ekonomi global.
Bagi Tito, situasi yang kondusif ini menjadi bukti nyata bahwa strategi penanganan inflasi yang dikerjakan lewat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah telah berjalan dengan efektif.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Inflasi Tertinggi Awal 2026
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/05/04/2570/inflasi-year-on-year--y-on-y--pada-april-2026-sebesar-2-42-persen-.html
Penulis: Anggia Leksa
Editor: Editor