Ekonomi Makro

10 Wilayah Terkaya di Pulau Sulawesi Berdasarkan PDRB 2025, Kab. Morowali Lampaui Jakarta Pusat

Nilai PDRB Kabupaten Morowali capai Rp1,07 miliar per kapita pada tahun 2025, jadi yang tertinggi se-Indonesia hingga melampaui Jakarta Pusat.

10 Wilayah Terkaya di Pulau Sulawesi Berdasarkan PDRB 2025, Kab. Morowali Lampaui Jakarta Pusat

Ilustrasi Rumah Tongkonan di Sulawesi Selatan | Heru Haryanto/Unsplash

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu daerah tertentu, atau jumlah nilai barang dan jasa akhir (neto) yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.

Terdapat dua kategori PDRB, yaitu PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) dan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK).

PDRB ADHB menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun, sedangkan PDRB ADHK menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai dasar.

PDRB ADHB menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang dihasilkan oleh suatu daerah. Nilai PDRB yang besar menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang besar, begitu pula sebaliknya.

Lebih lanjut, distribusi PDRB atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha menunjukkan struktur perekonomian atau peranan setiap lapangan usaha dalam suatu daerah. Lapangan usaha yang memiliki andil besar menunjukkan basis perekonomian suatu daerah.

10 Kabupaten/Kota dengan Nilai PDRB Tertinggi di Pulau Sulawesi

Nilai PDRB Kabupaten Morowali capai Rp1,07257 miliar per kapita pada tahun 2025, jadi yang tertinggi se-Indonesia hingga melampaui Jakarta Pusat.
Nilai PDRB Kabupaten Morowali capai Rp1,07257 miliar per kapita pada tahun 2025, jadi yang tertinggi se-Indonesia hingga melampaui Jakarta Pusat | GoodStats

Baca Juga: 10 Wilayah Terkaya di Pulau Jawa Berdasarkan PDRB per Kapita 2025, DKI Jakarta Dominasi

Nilai PDRB ADHB Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah mencapai angka Rp1.072,57 juta per kapita pada tahun 2025. Angka ini sangat besar , bahkan melampaui nilai PDRB ADHB per kapita di Jakarta Pusat, yaitu sebesar Rp949,18 juta.

Industri pengolahan menyumbangkan 73,49% nilai PDRB Kabupaten Morowali, sekaligus menjadi basis utama perekonomian di daerah ini. Dominasi ini didorong oleh aktivitas hilirisasi nikel.

Selanjutnya, wilayah kedua masih di Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu Kabupaten Morowali Utara. Pada tahun 2025, total PDRB ADHB Morowali Utara berada di angka Rp292,02 juta per kapita. Karena wilayah yang berdekatan secara geografis, sektor yang menyokong perekonomian Kabupaten Morowali Utara pun sama dengan Kabupaten Morowali.

Meskipun begitu, nilai PDRB per kapitanya terlampau jauh lebih rendah karena perbedaan skala industri sekaligus kapasitas infrastruktur pendukung lainnya. Industri pengolahan di Kabupaten Morowali telah mencapai tahap pengolahan lanjut, sehingga nilainya lebih tinggi dari Kabupaten Morowali Utara yang mengolah hanya sampai tahap awal/pertengahan.

Kota Makassar di Sulawesi Selatan menempati posisi ketiga dengan PDRB ADHB senilai Rp177,34 juta per kapita pada tahun 2025.

Berbeda dengan kedua daerah sebelumnya yang mengandalkan sektor pertambangan untuk mendukung perekonomiannya, perekonomian Kota Makassar didominasi sektor perdagangan besar dan eceran.

Sebagai ibu kota provinsi yang memiliki infrastruktur utama seperti pelabuhan dan bandara, Makassar juga menjadi pusat distribusi. Tingginya jumlah penduduk dan daya beli turut mendorong perkembangan sektor perdagangan eceran (retail).

Wilayah terkaya di Pulau Sulawesi berikutnya adalah Kabupaten Kolaka di Provinsi Sulawesi Tenggara. Pada tahun 2025, daerah ini mencatatkan PDRB senilai Rp162,54 juta per kapita, dengan pertambangan dan penggalian sebagai sektor utama.

Peringkat kelima diduduki oleh Kota Manado di Provinsi Sulawesi Utara Rp124,43 juta per kapita. Terdapat dua sektor yang sama-sama mendominasi dan menjadi basis perekonomian Manado, yaitu transportasi dan pergudangan serta perdagangan besar dan eceran.

Kabupaten Banggai di Provinsi Sulawesi Tengah menjadi wilayah terkaya keenam di Sulawesi yang mencatatkan PDRB senilai Rp116,75 juta per kapita. Basis perekonomian daerah ini terbagi ke tiga sektor, yaitu industri pengolahan, pertambangan dan penggalian, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Secara topografi, Kabupaten Banggai mendukung pertumbuhan tanaman pangan seperti padi dan jagung, serta komoditas perkebunan seperti kelapa dalam dan kelapa sawit. Sementara itu, di sektor pertambangan, daerah ini juga kaya akan gas dan minyak bumi.

Menyusul pada urutan selanjutnya adalah Kota Bitung di Sulawesi Utara dengan nilai PDRB sebesar Rp115,42 juta per kapita. Sektor ekonomi utama di daerah ini adalah industri pengolahan, terutama untuk komoditas hasil laut (perikanan) serta kelapa dan sawit (perkebunan).

Peringkat kedelapan dan kesembilan ditempati oleh wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu Kabupaten Pangkajene Kepulauan dengan PDRB senilai Rp104,70 juta per kapita dan Kabupaten Luwu Timur yang mencatatkan PDRB senilai Rp99,87 juta per kapita 

Beralih ke Provinsi Sulawesi Utara, daftar 10 besar wilayah terkaya di Pulau Sulawesi ditutup oleh Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki nilai PDRB sebesar Rp94,92 juta per kapita pada tahun 2025.

Baca Juga: Tren Perkara SDA-LH di Sulawesi Utara Fluktuatif Sepanjang 2020-2025

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2026/09/15/c493ffdce44edd0bda293e10/tinjauan-regional-berdasarkan-pdrb-kabupaten-kota-2021-2025--buku-4-pulau-sulawesi.html

Penulis: Adhwa Aqilla • Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?