Nasional

Wilayah Ibu Kota dengan Konsumsi Vape Harian Tertinggi, Jaksel Teratas 2025

Jakarta Selatan mencatatkan pengguna rokok elektrik tertinggi, dengan 0,91% warganya menggunakan rokok elektrik setiap hari.

Wilayah Ibu Kota dengan Konsumsi Vape Harian Tertinggi, Jaksel Teratas 2025

Ilustrasi Vape | Ruslan Alekso/Pexels

Seiring berkembangnya teknologi, kini tersedia rokok elektrik yang dikenal dengan nama vape. Berbeda dengan rokok konvensional, vape menggunakan baterai yang memanaskan cairan khusus atau liquid untuk menghasilkan uap atau aerosol yang dihirup oleh penggunanya. Cairan yang digunakan memiliki berbagai varian rasa, seperti buah, mint, atau makanan manis.

Beberapa orang beralih menggunakan vape karena berbagai alasan, seperti rasanya lebih wangi dibanding rokok biasa, tidak meninggalkan bau sangit di baju, atau tidak menghasilkan abu dan puntung rokok. Meskipun demikian, rokok tetap mengandung zat adiktif yang dapat memicu ketergantungan.

Biasanya, penggunaan rokok elektrik populer di kawasan kota besar. Lantas, bagaimana tingkat penggunaan vape di wilayah-wilayah ibu kota?

Baca Juga: Gen Z Dominasi Perokok Indonesia, Vape Jadi Gaya Hidup Baru?

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Profil Kesehatan Provinsi DKI Jakarta 2025, terungkap sebanyak 0,62% warga Jakarta menggunakan vape setiap harinya. Meskipun tergolong rendah, Jakarta Selatan mencatatkan kecenderungan konsumsi rokok elektrik paling tinggi dibandingkan wilayah lain di ibu kota, di mana persentasenya menyentuh 0,91%.

Di peringkat kedua terdapat Jakarta Utara dengan tingkat pengguna vape sebesar 0,74%. Jakarta Timur menyusul di urutan ketiga yang memiliki persentase 0,51%. Selisih cukup tipis di bawahnya, Jakarta Barat menempati posisi keempat dengan besaran pengguna rokok elektrik 0,48%.

Sementara itu, Jakarta Pusat dengan persentase 0,34% menjadi wilayah dengan tingkat pengguna vape terendah di Jakarta. Angka ini hampir tiga kali lipat lebih rendah dibandingkan Jakarta Selatan.

Kebiasaan Merokok di Jakarta

Sekitar satu dari empat penduduk usia di atas 15 tahun di Jakarta memiliki kebiasaan merokok, di mana sebanyak 22,76% mengisap rokok setiap harinya. Sementara itu, 2,41% lainnya juga merokok tidak rutin setiap hari.

Penggunaan rokok tembakau di Jakarta mencapai 25,17%, lebih tinggi dibandingkan penggunaan rokok elektrik yang hanya mencatatkan 1,47%. Walaupun prevalensi vape masih tergolong rendah, diperlukan pemantauan serta edukasi lebih lanjut terkait penggunaannya. Apalagi, vape semakin dikenal terutama di wilayah perkotaan besar seperti di ibu kota.

Kandungan nikotin dan zat kimia lainnya yang ada pada rokok elektrik memiliki risiko terhadap kesehatan. Tidak hanya bagi penggunanya, tetapi juga pada perokok pasif atau non-perokok yang tidak sengaja ikut menghirup asap rokok.

Baca Juga: 10 Kota Pesisir yang Paling Cepat Tenggelam, Ada Jakarta dan Semarang

Sumber:

https://jakarta.bps.go.id/id/publication/2026/07/30/219e5da34dce5a7117f1dcdd/profil-kesehatan-provinsi-dki-jakarta-2025.html

Penulis: Alifia Ayu Fitriana Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?