Sosial

10 Wilayah dengan Deposit Judol Tertinggi 2025, Jabodetabek Mendominasi

Jakarta Barat jadi wilayah dengan deposit judol tertinggi, tembus RP600,6 miliar pada 2025.

10 Wilayah dengan Deposit Judol Tertinggi 2025, Jabodetabek Mendominasi

Ilustrasi Judi Online | Chris F/Pexels

Praktik judi online (judol) masih menjadi salah satu persoalan yang sulit diberantas di Indonesia. Kemajuan teknologi digital yang seharusnya memberikan manfaat justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menjalankan aktivitas perjudian secara daring. Kemudahan mengakses situs judi, ditambah janji keuntungan besar dalam waktu singkat, membuat praktik ini terus menarik minat masyarakat dan berpotensi memicu kecanduan serta berbagai bentuk kejahatan siber.

Perjudian berisiko tinggi terhadap aktivitas pencucian uang atau money laundry dan termasuk sebagai tindak pidana. Parahnya, Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat prevalensi judi online tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Kab. Bogor Paling Banyak Memiliki Pemain Judol Terbanyak di Jabodetabek, Ini Daftar Sebarannya

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) merilis laporan Analisis Strategis – Dampak Sosial Judi Online pada 2026. Diketahui, pemain judol Indonesia didominasi oleh laki-laki usia produktif (26-45 tahun) yang sudah menikah dan tinggal di kota, dengan tingkat penghasilan rendah sampai menengah (sekitar Rp2-10 juta). Frekuensi bermain judol berkisar 3-5 kali setiap minggunya, serta jenis permainan yang paling populer slot dan kasino online.

Dalam laporan di atas, PPATK juga merilis daftar wilayah dengan tingkat deposit judol tertinggi pada 2025. Peringkat pertama ditempati oleh Jakarta Barat yang memiliki nominal deposit menyentuh Rp600,6 miliar, cukup fantastis dibandingkan wilayah lainnya. Kepadatan penduduk kelompok rentan serta tingginya penetrasi keuangan digital melatarbelakangi fenomena Jakarta Barat sebagai sarang judol terbesar satu tahun silam.

Masih dari Jakarta, peringkat kedua diduduki oleh Jakarta Timur dengan angka deposit judol mencapai Rp425,9 miliar. Dua posisi teratas yang didominasi oleh wilayah Jakarta mengindikasikan perlu digalakkannya berbagai edukasi tentang pentingnya bertransaksi digital dengan bijak serta pemahaman terhadap bahaya risiko terjerumus ke dalam lingkaran setan judol.

Wilayah-wilayah lain dengan deposit judol terbesar diisi oleh Bogor (Rp414,4 miliar), Tangerang (Rp364,7 miliar), Jakarta Utara (Rp359,3 miliar), Kota Bandung (Rp341,7 miliar), Kota Tangerang (Rp340,2 miliar), Kota Bekasi (Rp328,7 miliar), Jakarta Selatan (Rp324,2 miliar), dan Bandung (Rp208,6 miliar).

Dominasi wilayah Jabodetabek dalam daftar di atas menunjukkan tingginya perputaran uang untuk transaksi ilegal di kawasan perkotaan besar. Mirisnya, DKI Jakarta khususnya dari Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan menyumbang sekitar Rp1,71 triliun dari total sekitar Rp3,71 triliun dari sepuluh wilayah teratas pada 2025.

Baca Juga: Jumlah RW Kumuh di Jakarta Turun pada 2025, Jakarta Barat Terbanyak

Sumber:

https://www.ppatk.go.id/publikasi/read/287/analisis-strategis---dampak-sosial-judi-online.html

Penulis: Alifia Ayu Fitriana Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?