Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku (PDRB ADHB) merupakan nilai total produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi di suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu, yang dinilai menggunakan harga pada tahun berjalan atau saat pendataan dilakukan.
Fungsi utama dari PDRB ADHB adalah untuk melihat skala, nominal riil, dan struktur perputaran uang di suatu daerah secara langsung. Oleh karena itu, wilayah dengan nominal PDRB ADHB tertinggi kerap dikategorikan sebagai daerah terkaya secara agregat karena kapasitas produksi ekonominya yang masif.
Bagi penduduk sekitar, tingginya angka PDRB ADHB ini umumnya membawa dampak positif seperti penyerapan tenaga kerja yang masif di sektor industri dan jasa, percepatan pembangunan infrastruktur publik berkat Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar, hingga terciptanya banyak peluang usaha baru bagi pelaku UMKM lokal akibat tingginya daya beli dan sirkulasi uang di masyarakat.
Bekasi Duduki Peringkat Pertama Sebagai Wilayah Terkaya di Jawa Barat
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,61% pada Triwulan I 2026
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, Kabupaten Bekasi mengukuhkan diri di posisi puncak sebagai motor penggerak utama perekonomian Jawa Barat dengan nilai PDRB ADHB mencapai Rp118.640,5 triliun. Sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara yang mencakup Cikarang, MM2100, hingga Jababeka, tingginya angka ekonomi di wilayah ini disokong penuh oleh sektor manufaktur, otomotif, perkantoran, dan elektronika skala internasional.
Menyusul di peringkat kedua, Kota Bandung selaku ibu kota provinsi menempati posisi yang juga fantastis dengan angka menembus Rp106.014,5 triliun. Berbeda dengan Kabupaten Bekasi yang didominasi oleh area pabrik, kekuatan ekonomi Kota Bandung bertumpu penuh pada sektor jasa, pariwisata, pusat pendidikan, industri kreatif, serta geliat perdagangan ritel yang sangat dinamis.
Peringkat ini kemudian disusul oleh Kabupaten Bogor berhasil mencatatkan nilai PDRB ADHB sebesar Rp88.462,23 triliun dan Kabupaten Karawang mengekor ketat di posisi keempat dengan capaian Rp86.126,44 triliun. Bergeser ke peringkat kelima, Kabupaten Bandung mencatatkan nilai ekonomi sebesar Rp47.109,15 triliun. Di posisi keenam, Kota Bekasi yang secara administratif terpisah dari wilayah kabupatennya berhasil membukukan PDRB ADHB sebesar Rp36.578,34 triliun.
Selanjutnya, Kabupaten Indramayu berada di peringkat ketujuh dengan nilai Rp28.495,3 triliun. Pada posisi kedelapan, Kota Depok mencatatkan angka Rp26.366,85 triliun diikuti oleh Kabupaten Sukabumi menunjukkan taji ekonominya dengan nilai Rp25.505,76 triliun dan terakhir, Kabupaten Purwakarta menutup daftar sepuluh besar wilayah terkaya di Jawa Barat dengan capaian sebesar Rp25.092,28 triliun.
Cara untuk Meningkatkan PDRB
Sebagai informasi, untuk meningkatkan PDRB, pemerintah daerah perlu berfokus pada percepatan investasi dan hilirisasi komoditas unggulan guna menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi. Langkah ini harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur konektivitas yang merata untuk memangkas biaya logistik serta pemberdayaan UMKM melalui digitalisasi dan kemudahan akses pembiayaan agar sektor riil lebih bergeliat.
Selain itu, peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri lokal dan optimalisasi penyerapan anggaran belanja daerah (APBD) yang tepat sasaran akan menjadi pendorong utama dalam menciptakan lapangan kerja baru, menstimulus daya beli masyarakat, dan memacu pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Baca Juga: Jakarta & Jatim Jadi Penyumbang Utama Pertumbuhan Ekonomi Jawa pada 2025
Sumber:
https://jabar.bps.go.id/id/statistics-table/3/WkdVMWRYVnBkMnBvVEhKSVkyWXhNblZtTjJSbmR6MDkjMyMzMjAw/produk-domestik-regional-bruto-atas-dasar-harga-berlaku-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-jawa-barat-miliar-rupiah-.html