Kab. Bogor Paling Banyak Memiliki Pemain Judol Terbanyak di Jabodetabek, Ini Daftar Sebarannya

Data PPATK menunjukkan Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan pemain judol terbanyak di Jabodetabek pada 2025.

Kab. Bogor Paling Banyak Memiliki Pemain Judol Terbanyak di Jabodetabek, Ini Daftar Sebarannya Ilustrasi Judi Online | Unsplash
Ukuran Fon:

Judi online (judol) masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Meski pemerintah terus melakukan pemblokiran situs dan penindakan terhadap jaringan perjudian digital, jumlah pemainnya masih tergolong tinggi. 

Berdasarkan data Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)  tahun 2025, Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan pemain judol terbanyak di Jabodetabek bahkan menempati posisi pertama secara nasional. 

Selain menunjukkan sebaran pemain judol di Jabodetabek, data tersebut juga mengungkap bahwa aktivitas judi online tidak hanya dilakukan oleh kelompok usia lanjut. Justru mayoritas pemain berasal dari usia produktif dan didominasi oleh laki-laki. Temuan ini menjadi perhatian karena kelompok produktif merupakan tulang punggung perekonomian keluarga dan dunia kerja.

Baca Juga: Judi Online Jadi Penyumbang Terbesar Laporan Transaksi Mencurigakan pada 2025

5 Wilayah Merah Judol di Indonesia

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) merilis daftar wilayah dengan jumlah pemain judi online terbanyak sepanjang 2025. Data tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Bogor menempati posisi pertama sebagai daerah dengan pemain judol terbanyak di Indonesia, disusul beberapa kota besar di Pulau Jawa.

Selain dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang besar, tingginya angka pemain judi online di wilayah-wilayah tersebut juga mencerminkan masih masifnya aktivitas perjudian digital di kawasan perkotaan. Berikut daftar lima wilayah dengan jumlah pemain judi online terbanyak berdasarkan data PPATK. 

5 Wilayah Merah Judol di Indonesia
5 Wilayah dengan Pemain Judol Terbanyak di Indonesia | GoodStats

Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah pemain judi online terbanyak, yakni mencapai 103.092 orang. Meski demikian, Jakarta Barat mencatat nilai deposit paling besar, yaitu sekitar Rp792 miliar, yang menunjukkan tingginya nominal transaksi meskipun jumlah pemainnya berada di posisi kedua. 

Di urutan berikutnya terdapat Jakarta Timur dengan 81.750 pemain dan total deposit sekitar Rp302 miliar, disusul Kota Bandung yang memiliki 80.549 pemain dengan nilai deposit sekitar Rp349 miliar. Sementara itu, Kabupaten Tangerang melengkapi lima besar dengan 75.857 pemain. Wilayah ini juga masuk dalam kategori daerah dengan aktivitas judi online yang tinggi berdasarkan analisis PPATK. 

5 Kecamatan di Jabodetabek Mendominasi Penggunaan Judol 

Selain memetakan wilayah kabupaten dan kota, PPATK juga merinci kecamatan dengan jumlah pemain judi online terbanyak di kawasan Jabodetabek.

5 Kecamatan di Jabodetabek Mendominasi Penggunaan Judol
5 Kecamatan di Jabodetabek dengan Pemain Judol Terbanyak | GoodStats

Cengkareng menjadi kecamatan dengan jumlah pemain judi online terbanyak di Jabodetabek, mencapai 21.497 orang. Angka tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan Cakung yang berada di posisi kedua.

Sebagian besar kecamatan dalam daftar tersebut berada di wilayah DKI Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan perkotaan dengan tingkat aktivitas ekonomi yang tinggi juga menjadi lokasi dengan jumlah pemain judi online yang besar.

Di sisi lain, keberadaan Bekasi Utara dalam daftar lima besar menunjukkan bahwa fenomena judi online tidak hanya terkonsentrasi di Jakarta, tetapi juga telah menyebar ke wilayah penyangga ibu kota. 

Usia Berapa yang Mendominasi Judol di Jabodetabek? 

Selain mengungkap persebaran wilayah, PPATK juga memaparkan demografi pemain judi online. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas pemain berasal dari kelompok usia produkti dari rentang usia 20-30 tahun, kemudian dikuti kelompok usia 31-40 tahun

Selain itu, PPATK juga mencatat bahwa laki-laki menjadi kelompok yang paling mendominasi dibandingkan perempuan. Dominasi ini terlihat hampir di seluruh kelompok usia, mulai dari usia muda hingga dewasa. 

Temuan tersebut menjadi perhatian karena kelompok usia produktif seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi. Keterlibatan dalam judi online berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kerugian finansial, meningkatnya utang, gangguan kesehatan mental, hingga masalah sosial dalam keluarga. 

Baca Juga: Hampir 5 dari 100 Penduduk Indonesia Main Judi Online

Sumber: 

https://www.ppatk.go.id/publikasi/read/287/analisis-strategis---dampak-sosial-judi-online.html

Penulis: Helni Sadiyah
Editor: Firda Wandira

Konten Terkait

Papua Pegunungan Jadi Daerah Paling Sulit Akses Air Minum Layak, Ini Daftar Provinsi Lainnya

Papua Pegunungan menjadi daerah dengan akses air minum layak terendah di Indonesia. Simak daftar provinsi lainnya di sini!

10 Provinsi Termiskin di Indonesia 2025, Papua Masih di Peringkat Teratas

Daftar 10 provinsi termiskin di Indonesia berdasarkan data BPS terbaru 2025. Simak persentase kemiskinan dan faktor penyebabnya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan SSO GNFI Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook