Sosial

10 Kabupaten/Kota dengan Persentase Penduduk Miskin Terbesar di Pulau Jawa 2025, Jawa Timur Dominasi

Kabupaten Sampang, Jawa Timur, jadi wilayah dengan persentase penduduk miskin terbesar di Jawa pada 2025, mencapai 20,61%.

10 Kabupaten/Kota dengan Persentase Penduduk Miskin Terbesar di Pulau Jawa 2025, Jawa Timur Dominasi

Ilustrasi kemiskinan Indonesia | Pemkab Sukoharjo

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Indonesia mencapai 8,25% per September 2025, turun dari tahun 2024 yang sebesar 8,57%.

Meski begitu, penduduk miskin di Indonesia masih didominasi mereka yang berdomisili di perdesaan, dengan persentase mencapai 10,72% dibanding di perkotaan sebesar 6,60% pada September 2025. 

10 Wilayah dengan Persentase Penduduk Miskin Tertinggi di Jawa 2025

Di Pulau Jawa yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi wilayah dengan persentase penduduk miskin tertinggi, mencapai 20,61% pada 2025. Hal ini berarti sekitar 1 dari 5 penduduk di Kabupaten Sampang tergolong penduduk miskin.

Wilayah dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Pulau Jawa | GoodStats
Wilayah dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Pulau Jawa | GoodStats

Adapun BPS mendefinisikan penduduk miskin sebagai penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK). Besaran GK berbeda-beda untuk setiap provinsi, ditentukan berdasarkan nilai pengeluaran untuk kebutuhan makanan setara 2.100 kilokalori per kapita per hari serta kebutuhan nonmakanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Baca Juga: 10 Kota dengan Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak 2025

Wilayah dengan persentase penduduk miskin terbanyak berikutnya masih berasal dari Jawa Timur. Kabupaten Bangkalan bertengger di posisi kedua dengan 18,25% penduduk miskin, diikuti Kabupaten Sumenep sebesar 17.02% dan Kabupaten Probolinggo dengan 16,31%.

Daftar lima besar wilayah dengan persentase penduduk miskin terbesar di Jawa ditutup oleh Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, yang mencatatkan tingkat kemiskinan sebesar 14,53%. 

Di bawahnya, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dan Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, sama-sama memiliki persentase penduduk miskin sebesar 14,15%.

Kembali ke Jawa Timur, Kabupaten Tuban mengisi bangku kedelapan dengan persentase penduduk miskin sebesar 14,13%, diikuti Kabupaten Ngawi dengan 13,62% penduduk miskin.

Daftar 10 besar wilayah dengan persentase penduduk miskin terbanyak di Jawa ditutup oleh Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dengan 13,58%.

Mengapa Persentase Penduduk Miskin di Jawa Timur Tinggi?

Salah satu faktor yang memengaruhi tingginya angka kemiskinan di beberapa kabupaten Jawa Timur adalah struktur ekonomi masyarakat yang masih banyak bergantung pada sektor pertanian dan pekerjaan informal. 

Kabupaten seperti Sampang, Bangkalan, Sumenep, dan Probolinggo memiliki banyak masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor primer, yang tingkat produktivitas dan pendapatannya cenderung lebih dipengaruhi oleh kondisi alam, harga komoditas, serta akses terhadap pasar.

Selain itu, kondisi geografis juga menjadi tantangan tersendiri. Wilayah seperti Pulau Madura, yang mencakup Sampang, Bangkalan, dan Sumenep, memiliki karakter wilayah yang berbeda dibandingkan kawasan metropolitan Jawa Timur. 

Meskipun konektivitas telah meningkat dengan adanya infrastruktur seperti Jembatan Suramadu, pemerataan aktivitas ekonomi dan industri masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.

Dalam hal ini, tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, dibutuhkan pula peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat. Pengembangan sektor unggulan lokal dapat menjadi salah satu strategi, seperti modernisasi pertanian, penguatan industri pengolahan hasil daerah, pengembangan UMKM, hingga peningkatan akses pasar.

Baca Juga: Perkembangan Tingkat Kemiskinan di Indonesia

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NjIxIzI=/persentase-penduduk-miskin-p0-menurut-kabupaten-kota.html

Penulis: Agnes Z. Yonatan • Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?