Sosial

10 Kabupaten/Kota dengan Persentase Penduduk Miskin Terendah 2025, Kab. Badung Nomor 1

Kabupaten Badung, Bali, jadi wilayah dengan persentase penduduk miskin terendah di Indonesia pada 2025, yakni sebesar 1,90%.

10 Kabupaten/Kota dengan Persentase Penduduk Miskin Terendah 2025, Kab. Badung Nomor 1

Potret Kab. Badung | Getty Images/iStockphoto

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Indonesia mencapai 8,25% per September 2025, turun dari tahun 2024 yang sebesar 8,57%.

Meski begitu, penduduk miskin di Indonesia masih didominasi mereka yang berdomisili di perdesaan, dengan persentase mencapai 10,72% dibanding di perkotaan sebesar 6,60% pada September 2025. 

Wilayah dengan Persentase Penduduk Miskin Terendah 2025

Jika ditinjau menurut wilayahnya, Kabupaten Badung, Bali, jadi wilayah dengan persentase penduduk miskin terendah di Indonesia pada 2025, yakni sebesar 1,90%. Hal ini berarti, kurang lebih terdapat 2 dari 100 penduduk miskin di kabupaten tersebut.

WIlayah dengan persentase penduduk miskin terendah 2025 | GoodStats
WIlayah dengan persentase penduduk miskin terendah 2025 | GoodStats

Baca Juga: 10 Kota dengan Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak 2025

Wilayah dengan persentase penduduk miskin terendah berikutnya dipegang oleh Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, yang persentase penduduk miskinnya hanya 1,97% pada 2025. 

Posisinya diikuti oleh Kota Denpasar, Bali, dengan 2,16% dan Kota Depok, Jawa Barat, sebesar 2,31%. Daftar lima besar wilayah paling minim penduduk miskin dipegang oleh Kota Tangerang Selatan, Banten, dengan persentase penduduk miskin hanya 2,39%.

Kota Sawahlunto, Sumatra Barat, jadi wilayah dengan persentase penduduk miskin paling sedikit berikutnya, yakni hanya 2,72%, disusul oleh Kabupaten Banjar (Kalimantan Selatan) dengan 2,74%, Kota Batu (Jawa Timur) sebesar 2,86%, Kota Solok (Sumatra Barat) dengan 2,91%, dan Kabupaten Tapin (Kalimantan Selatan) sebesar 2,91%.

Adapun BPS mendefinisikan penduduk miskin sebagai penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK). Besaran GK berbeda-beda untuk setiap provinsi, ditentukan berdasarkan nilai pengeluaran untuk kebutuhan makanan setara 2.100 kilokalori per kapita per hari serta kebutuhan nonmakanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Ketimpangan Antarwilayah Masih Jelas

Perbedaan tingkat kemiskinan antarwilayah di Indonesia masih menunjukkan adanya kesenjangan pembangunan yang cukup besar.

Menurut BPS, Kabupaten Supiori di Papua menjadi wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi, yaitu mencapai 42,56%. Angka tersebut berarti sekitar 4 dari sepuluh 10 di wilayah tersebut berada dalam kategori miskin berdasarkan standar garis kemiskinan BPS.

Salah satu faktor utama yang memengaruhi perbedaan tersebut adalah kondisi geografis. Banyak wilayah di Papua memiliki karakter wilayah terpencil dengan medan yang sulit dijangkau, mulai dari kawasan pegunungan hingga wilayah kepulauan yang tersebar luas. 

Kondisi ini membuat pembangunan infrastruktur, distribusi barang, serta akses masyarakat terhadap layanan dasar membutuhkan tantangan yang lebih besar.

Sebaliknya, wilayah dengan tingkat kemiskinan rendah umumnya memiliki konektivitas yang lebih baik dan aktivitas ekonomi yang lebih beragam. Daerah seperti Badung, Denpasar, Depok, dan Balikpapan memiliki sektor unggulan yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan, mulai dari pariwisata, perdagangan, industri, hingga jasa.

Ke depan, pemerataan pembangunan perlu dilakukan melalui peningkatan konektivitas antarwilayah, terutama di daerah terpencil. 

Infrastruktur jalan, transportasi, internet, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan menjadi fondasi penting agar masyarakat memiliki akses yang lebih setara terhadap peluang ekonomi.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi kunci dalam jangka panjang. Dengan akses pendidikan dan keterampilan yang lebih baik, masyarakat di berbagai daerah dapat memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke sektor ekonomi produktif.

Baca Juga: Perkembangan Tingkat Kemiskinan di Indonesia

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NjIxIzI=/persentase-penduduk-miskin-p0-menurut-kabupaten-kota.html

Penulis: Agnes Z. Yonatan • Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?