Indonesia Jadi Negara ke-3 dengan Risiko Bencana Tertinggi 2025
Bencana Alam • 11 Desember 2025Dengan nilai indeks 39,8, Indonesia menjadi negara dengan risiko bencana tertinggi ke-3 pada tahun 2025, di bawah Filipina (46,56) dan India (40,73)
Dengan nilai indeks 39,8, Indonesia menjadi negara dengan risiko bencana tertinggi ke-3 pada tahun 2025, di bawah Filipina (46,56) dan India (40,73)
Beberapa provinsi ramai-ramai mengirimkan bantuan berupa dana dan logistik untuk pemulihan pasca bencana di ketiga provinsi terdampak.
Percakapan di Instagram terkait penanganan bencana Sumatra mencatat 23% sentimen positif, 61% negatif, dan 16% netral
Per 5 Desember 2025, 1.482 infrastruktur di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mengalami kerusakan parah
Percakapan di X terkait penanganan bencana Sumatra mencatat 36% sentimen positif, 46% negatif, dan 18% netral
RAPBN 2026 mencatat dana untuk lembaga kebencanaan pemerintah hanya mendapat alokasi Rp4,6 triliun. Sebaliknya, anggaran MBG melonjak hingga Rp335 triliun.
Menurut laporan Drone Emprit, sebanyak 60% pembahasan terkait bencana Sumatra oleh media daring punya sentimen positif, hanya 17% yang negatif.
Emosi antisipasi mendominasi percakapan warganet di internet dengan total 2,5 ribu unggahan
Sentimen negatif mendominasi media sosial X dengan proporsi 46%. Kemudian 36% lainnya bersifat positif dan 18% sisanya merupakan sentimen netral.
Sentimen warganet di media sosial cenderung positif (48%). Ada pula percakapan negatif (35%) dan netral (17%)
Dalam RAPBN 2026, anggaran total untuk lembaga kebencanaan hanya Rp4,6 triliun. Sedangkan untuk MBG, anggarannya mencapai Rp335 triliun
Dari 2.942 kejadian bencana alam sepanjang 2025, lebih dari 70% di antaranya merupakan banjir dan cuaca ekstrem.
Sebanyak 3 dari 10 wilayah dalam daftar ini terdampak banjir bandang akibat Siklon Tropis Senyar yang melanda Sumut sejak 26 November 2025
Badai terkuat abad ini melintasi Karibia, menghantam Jamaika dengan kecepatan angin ekstrem 295 km/jam.
Banjir menjadi bencana alam yang paling sering terjadi sepanjang tahun 2025, mencapai 1.287 kejadian per 15 Oktober.
Banjir jadi bencana yang paling sering terjadi sepanjang Januari-September 2025 dengan total 1.005 kali, disusul karhutla (457) dan cuaca ekstrem (373).
Pada tahun 2024, BPS mencatat Pulau Sulawesi telah diserang 1.493 kejadian gempa dangkal, jenis yang paling mematikan karena pusat gempa dekat dengan kerak bumi
Tingginya angka desa yang terletak di bibir pantai di Indonesia meningkatkan kerawanan terhadap bahaya tsunami.
Terus meningkat, jumlah kejadian karhutla berada di angka 177 peristiwa pada Juli 2025, terbanyak sepanjang 2025 menurut BNPB
Sepanjang 2024, Indonesia mengalami 5.788 gempa dangkal, 1.547 gempa mengengah, dan 107 gempa dalam.
Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.
Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook