Indonesia dikenal dengan berbagai macam kuliner khas yang dijual di tepi jalan, mulai dari yang gurih hingga manis. Harganya yang murah namun mengenyangkan membuat keberadaannya cukup populer, ditambah lagi dengan semakin maraknya pedagang skala mikro.
Dari sekian jenis street food di Indonesia, apa saja yang paling diminati masyarakat? Berikut daftar street food pilihan Indonesia versi TasteAtlas untuk bulan Mei 2026.
1. Sate Kambing
Di posisi pertama street food Indonesia paling disukai dengan rating 4,5 adalah sate kambing. Hidangan ini terbuat dari daging kambing atau domba yang dipotong dadu lalu dimarinasi dengan kecap manis, lengkuas, bawang merah cincang, jus nanas dan cabai.
Setelah itu, daging ditusukkan pada tusuk sate yang terbuat dari bambu dan dibakar di atas arang, serta disajikan dengan saus kecap manis dan biasanya disantap dengan nasi putih. Sate kambing sangat populer di Jawa.
2. Siomay
Ranking kedua streer food terpopuler di Indonesia diduduki oleh siomay dengan rating 4,4. Siomay terdiri dari pangsit atau pentol ikan yang dikukus, telur, kentang, kol, tahu, dan pare, yang disajikan dengan menyusun semua bahan tersebut di atas piring, dipotong menjadi kecil, dan disiram dengan saus kacang ditambah kecap manis.
Siomay berasal dari kata shumai dari bahasa Tionghoa. Makanan ini cukup mudah ditemukan dan memiliki banyak penggemar, terutama para pelajar.
3. Batagor
Sama seperti siomay, batagor juga mendapatkan skor 4,4. Batagor adalah pangsit ikan goreng dan biasanya menggunakan ikan tenggiri, tuna, makerel, dan udang. Tidak jarang juga ditambahkan kentang, tahu, atau kubis. Penyajiannya disiram dengan saus kacang, kecap, dan cabai.
Batagor ditemukan pada tahun 1980-an di Bandung. Selain banyak dijual oleh pedagang kaki lima, makanan ini juga dapat ditemukan di beberapa restoran Indonesia.
4. Sate Padang
Di posisi berikutnya, sate Padang meraih skor 4,4. Kuliner dari Kota Padang, Sumatra Barat ini dikenal dengan rasanya yang pedas, kaya rasa, dan aromatik. Tidak seperti sate dari Jawa, sate ini dikenal dengan saus kari yang kental dan enak.
Kuah yang digunakan terbuat dari kaldu sapi, tepung beras, dan campuran rempah-rempah lokal. Biasanya menggunakan daging atau lidah sapi dan jeroan seperti usus atau jantung. Sebelum dipanggang di atas arang, daging akan direbus dalam kaldu berbumbu.
Sate Padng disajikan di atas daun pisang dengan kebab kukus (ketupat atau lontong) dan taburan bawang goreng sebagai pelengkap.
5. Rendang
Olahan daging lainnya dari Sumatra Barat melengkapi daftar dengan rating 4,3. Rendang dikenal dengan rasanya yang pedas dan proses memasaknya yang lama. Teori waktu memasak daging yang lama ini digunakan untuk mengawetkan daging di iklim tropis dan panas seperti di Indonesia.
Bagi masyarakat Minangkabau, empat bahan utama yang digunakan untuk membuat rendang memiliki makna simbolis. Daging melambangkan para pemimpin, kelapa sebagai simbol kaum intelektual, cabai melambangkan kepemimpinan agama, dan rempah-rempah sebagai lapisan masyarakat lainnya.
Saat ini, rendang telah menyentuh level dunia sebagai salah satu hidangan paling lezat.
Baca Juga: Sate Kambing Masuk Hidangan Terbaik Dunia
6. Bubur Ayam
Posisi keenam street food favorit di Indonesia diduduki bubur ayam dengan rating 4,3. Makanan ini terdiri dari bubur nasi kental yang diberi potongan ayam dan berbagai bumbu gurih. Sering kali disantap untuk sarapan. Biasanya bubur ayam di Indonesia diberi topping irisan daun bawang, bawang merah goreng, kacang tanah goreng, gorengan, dan telur rebus.
Sebelum disajikan, bubur ayam diberi kecap asin atau kecap ikan sesuai selera. Jika ingin menambah cita rasa pedas, dapat ditambahkan dengan sambal yang biasanya disajikan terpisah.
7. Sate Madura
Selanjutnya kembali dengan olahan daging yang dibakar yaitu sate Madura (4,3). Sesuai dengan namanya, makanan ini berasal dari Madura, Jawa Timur. Sate ini menggunakan daging ayam dan dimarinasi sebelum dibakar.
Sate Madura menjadi salah satu variasi sate yang paling dikenal di Indonesia karena saus kacangnya yang manis dan gurih. Dibuat dari kecap manis kental hitam dan saus kacang yang kaya rasa. Sering kali disajikan dengan lontong atau nasi.
8. Pempek
Kembali berasal dari Pulau Sumatra, kali ini ada pempek (4,3) dari kota Palembang, Sumatra Selatan. Pempek adalah kue ikan yang terbuat dari gilingan daging ikan dan tepung tapioka. Makanan ini memiliki beberapa bentuk seperti bundar, persegi panjang, atau menyerupai kapal.
Pempek direbus terlebih dahulu, lalu digoreng dan dipotong dengan ukuran untuk sekali gigit. Disajikan dengan kuah cuko yang khas dengan pelengkap irisan mentimun dan mi.
9. Sate Babi
Sate babi berhasil menempati urutan kesembilan dengan rating 4,2. Hidangan ini berasal dari komunitas Tionghoa-Indonesia dan Bali. Berbeda dengan kebanyakan jenis sate di Indonesia yang dibuat dari daging ayam atau kambing, sate babi populer di daerah-daerah dengan populasi non-Muslim tinggi seperti Bali, Sulawesi Utara, dan sebagian Jawa.
Di Bali, sate babi disuguhkan untuk upacara keagamaan dan pertemuan meriah. Versi pulau ini cenderung lebih pedas dan aromatik.
Sementara itu, dalam masakan Tionghoa-Indonesia yang umumnya dijual di warung pinggir jalan terutama di perkotaan, sate babi cenderung sedikit manis dengan dominan rasa kecap.
10. Nasi Uduk
Menutup daftar sepuluh besar street food favorit di Indonesia adalah nasi uduk (rating 4,2). Nasi uduk dimasak dengan santan, serai, cengkeh, daun pandan, dan kayu manis, menghasilkan nasi yang sangat pulen dan harum.
Lauk pelengkapnya antara lain daging rebus atau goreng, mi beras, telur, tempe, tahu, ikan teri, dan kerupuk beras. Selain itu, nasi uduk dilengkapi dengan sambal pelengkap seperti sambal khas Indonesia atau sambal kacang.
Tentang Rating
Makanan-makanan di atas dinilai berdasarkan opini audiens dengan serangkaian mekanisme pengenalan pengguna asli dan mengabaikan penilaian bot. Hingga 20 April 2026, terdapat total 3.357 penilaian, di mana 2.242 di antaranya diakui sah.
Baca Juga: Street Food dan Kedai Kaki Lima Jadi Pilihan Favorit Masyarakat Saat Makan di Luar
Sumber:
https://www.tasteatlas.com/best-rated-street-food-in-indonesia
Penulis: Alifia Ayu Fitriana
Editor: Editor