Jejak Gempa Bumi di Indonesia 2024

Sepanjang 2024, Indonesia mengalami 5.788 gempa dangkal, 1.547 gempa mengengah, dan 107 gempa dalam.

Jejak Gempa Bumi di Indonesia 2024 Potret gempa di Sulawesi Barat | Bidang Data Pusdatinkom BNPB
Ukuran Fon:

Gempa bumi merupakan kondisi di saat daratan bergetar untuk sementara waktu. Secara umum terdapat dua penyebab gempa bumi yang paling sering dijumpai. Gempa bumi jenis pertama adalah gempa tektonik. Gempa jenis ini disebabkan oleh dua atau lebih lempengan tektonik yang saling bergerak, baik bertabrakan, berjauhan, atau bergesekan secara mendadak.

Jenis kedua yaitu gempa vulkanik. Sesuai namanya, getaran ini bersumber dari aktivitas pergerakan magma atau cairan lain yang terkandung di gunung berapi aktif. Gempa bumi jenis ini cenderung lebih kecil getarannya, tapi terjadi dalam jangka waktu yang lebih lama. 

Penting untuk dipahami bahwa gempa bumi tidak akan menjadi bencana apabila tidak melanda atau berdampak kepada suatu populasi. Begitu juga kerentanan terhadap gempa bukan hanya ditentukan oleh kondisi geografis seperti keberadaan gunung berapi atau lempeng tektonik, melainkan juga oleh kondisi sosial ekonomi di suatu wilayah. Karena pada dasarnya, bencana merupakan persimpangan antara kejadian alam dengan masyarakat yang tidak siap menghadapi ancaman eksternal seperti kejadian alam itu sendiri.

Kondisi pemukiman yang padat merupakan salah satu faktor yang meningkatkan kerentanan terhadap bencana. Mereka yang tinggal di lingkungan yang padat dengan bangunan permanen maupun semi permanen memiliki risiko tertimpa bangunan ambruk. 

Kondisi pemukiman yang padat juga diperparah dengan minimnya kesiapsiagaan yang dimiliki komunitas yang tinggal di sana. Kesiapsiagaan mencakup pengetahuan akan bencana, kemampuan dan prosedur menghadapi ketika bencana itu terjadi, penyebaran informasi bencana, serta teknologi untuk menghadapinya. Tanpa itu semua suatu masyarakat akan sangat rentan terhadap bencana, termasuk gempa bumi.

Gempa di Indonesia

Di Indonesia sendiri gempa bumi membawa dampak signifikan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 116, 5 ribu korban yang menderita dan mengungsi akibat gempa sepanjang 2024. Masih merujuk data yang sama, 181 orang terluka atau sakit dan 1 orang bahkan meninggal dunia.

Sayangnya, pencatatan korban jiwa akibat gempa bumi masih cukup terbatas. Utamanya kesulitan dalam membedakan antara korban atau kerugian karena gempa bumi langsung dengan tidak langsung.

Korban yang berjatuhan tatkala gempa bumi itu terjadi biasanya dikategorikan korban langsung. Contohnya, tertimpa tembok, jatuh, atau tertimbun reruntuhan. Sedangkan mereka yang terdampak 24 jam setelah gempa itu berakhir dimasukkan ke kategori tidak langsung. Prinsip tersebut masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Alhasil, data korban jiwa terkadang berbeda tergantung lembaga atau individu mana yang mengukur.

Indonesia sendiri termasuk ke negara yang rawan terhadap gempa, salah satunya akibat kondisi geografisnya yang dikelilingi oleh lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Selain itu, terdapat pula lempeng mikro seperti Lempeng Laut Filipina dan Laut Banda yang turut berperan.

Badan Pusat Statistik (BPS) yang merangkum data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terdapat 7.442 kejadian gempa terjadi sepanjang 2024. Rinciannya, 5.788 gempa merupakan gempa dangkal dengan kedalaman di bawah 60 kilometer, 1.547 gempa dengan kedalamanan 60 sampai 300 kilometer, dan 107 gempa dengan kedalaman 300 kilometer lebih. 

Sulawesi menjadi pulau dominan lokasi gempa di Indonesia sepanjang 2024 | GoodStats

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa pulau yang paling dominan menjadi lokasi terjadinya gempa. Data dari BPS menunjukkan jumlah gempa di Indonesia bervariasi antar pulau jika dilihat dari kedalaman pusat gempa.

Pada kategori dangkal (<60 km), Sulawesi menempati urutan tertinggi dengan 1.493 kejadian, disusul Nusa Tenggara sebanyak 1.047 gempa, serta Jawa dengan 897 gempa. Sumatra dan Maluku juga mencatat jumlah cukup besar masing-masing 874 dan 800 gempa, sementara Papua sebanyak 581. Bali dan Kalimantan relatif kecil, masing-masing hanya 60 dan 36 gempa.

Untuk kategori menengah (60–300 km), pola distribusinya agak berbeda. Sulawesi tetap dominan dengan 451 gempa, diikuti Nusa Tenggara (384 gempa) dan Maluku (365 gempa). Sumatra mencatat 165 gempa, Jawa 100 gempa, dan Papua 55 gempa. Bali melaporkan 27 gempa, sedangkan Kalimantan tidak tercatat mengalami gempa pada kedalaman menengah.

Terakhir, kategori dalam (>300 km) didominasi oleh Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku dengan kisaran 30 kejadian sepanjang 2024.

Baca Juga: Banjir Dominasi Bencana Alam Indonesia 2024

Sumber: 

https://www.pnsn.org/outreach/earthquakesources/volcanic

https://www.usgs.gov/programs/earthquake-hazards/science-earthquakes

https://bnpb.go.id/storage/app/media/Buletin%20Info%20Bencana/Buku%20Data%20Bencana%202024/20250613_Buku%20Data%202024.pdf

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjUyNyMy/frekuensi-gempa-berdasarkan-kedalaman-menurut-pulau-di-indonesia--km-.html

Penulis: Faiz Al haq
Editor: Editor

Konten Terkait

Komponen Belanja Pemerintah Pusat dalam APBN, Simak Rinciannya Berikut Ini!

berikut ini jenis belanja Pemerintah Pusat dalam APBN.

BI Rate Melandai, Bagaimana Dampaknya ke Ekonomi Indonesia 2025?

BI Rate turun Agustus 2025, berdampak signifikan pada ekonomi Indonesia

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook