Pecel menjadi salah satu kuliner khas Pulau Jawa yang tidak lepas dari penggunaan kacang tanah sebagai bahan utamanya. Kacang tanah sendiri merupakan salah satu sumber pangan nabati yang cukup populer di Indonesia dan dapat diolah menjadi berbagai hidangan.
Dalam kuliner Nusantara, kacang tanah umumnya digunakan sebagai bumbu pelengkap. Selain pecel, olahan kacang tanah juga dapat ditemukan dalam hidangan seperti gado-gado dan ketoprak.
Ketiga kuliner tersebut cukup mudah ditemukan di Pulau Jawa dan memiliki ciri khas dari daerah asalnya. Gado-gado dan ketoprak disebut-sebut berasal dari wilayah Betawi atau Jakarta, sementara pecel dikenal sebagai kuliner yang berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Baca Juga: 10 Makanan Vegan Terbaik Indonesia Versi Taste Atlas 2026
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Madiun menempati peringkat pertama sebagai wilayah dengan rata-rata konsumsi per kapita seminggu untuk gado-gado, ketoprak, dan pecel tertinggi. Besaran rerata konsumsinya mencapai 0,687 porsi per orang.
Capaian ini tidak terlepas dari julukannya sebagai Kota Pecel. Bahkan, Nasi Pecel Madiun telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2022. Kuliner ini merupakan perpaduan nasi dan sayuran segar, seperti bayam, kacang panjang, kecambah, dan kenikir yang disiram dengan bumbu kacang pedas-gurih. Tidak lupa dilengkapi dengan lauk serta peyek.
Posisi kedua diduduki oleh Kabupaten Pesisir Selatan dengan rerata konsumsi setiap orang sebesar 0,673 porsi dalam seminggu. Wilayah bagian dari Sumatra Barat ini memiliki menu sarapan tradisional favorit, salah satunya yakni lontong pical (pecel). Menu ini memadukan lontong, mi kuning, tauge, dan daun singkong dengan siraman kuah kacang kental.
Menariknya, Kabupaten Madiun menempati posisi ketiga dengan rata-rata konsumsi setiap minggunya sebesar 0,605 porsi. Dominasi wilayah ini dalam daftar semakin menguatkan posisinya sebagai sentra kuliner pecelan di Indonesia.
Daftar 10 wilayah dengan rata-rata konsumsi pecelan tertinggi di Indonesia juga dilengkapi oleh Kota Blitar (0,542 porsi), Kabupaten Tuban (0,532 porsi), Kabupaten Ponorogo (0,519 porsi), Kabupaten Ngawi (0,514 porsi), Kabupaten Bojonegoro (0,514 porsi), Kabupaten Indramayu (0,494 porsi), dan Kota Kediri (0,479 porsi).
Baca Juga: 10 Daerah dengan Pengeluaran Makanan Tertinggi di Jawa Timur 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjEwNyMy/rata-rata-konsumsi-perkapita-seminggu-menurut-kelompok-makanan-dan-minuman-jadi-per-kabupaten-kota.html