Komoditas

Subang Jadi Wilayah dengan Produktivitas Sawit Terbesar di Jawa Barat 2025

Kabupaten Subang menjadi wilayah dengan produktivitas sawit terbesar di Jawa Barat, berhasil memproduksi 11.562 kg per hektare sawit pada 2025.

Subang Jadi Wilayah dengan Produktivitas Sawit Terbesar di Jawa Barat 2025

Ilustrasi Buah Sawit | Wirestock/Magnific

Sektor perkebunan di Jawa Barat konsisten menunjukkan produktivitasnya dengan beberapa komoditas unggulan mulai dari kopi, teh, tembakau, tebu, kelapa, dan karet.

Meskipun bukan merupakan komoditas utama, beberapa daerah di Jawa Barat juga aktif menghasilkan sawit. Secara umum, komoditas kelapa sawit nantinya akan diolah menjadi minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Jawa Barat, terdapat lima daerah penghasil sawit di Jawa Barat pada tahun 2025.

Baca Juga: Jawa Barat Jadi Produsen Kapulaga Terbesar di Indonesia 2025

Peringkat pertama wilayah penghasil sawit terbesar di Jawa Barat dipegang oleh Kabupaten Subang dengan tingkat produktivitas mencapai 11.562 kilogram per hektare.

Menyusul di urutan kedua adalah Kabupaten Garut yang berhasil menghasilkan 9.452 kilogram per hektare sawit, kurang lebih 22% lebih rendah dibandingkan Kabupaten Subang.

Selanjutnya dengan hasil 6.247 kilogram per hektare adalah Kota Banjar, kemudian diikuti oleh Kabupaten Tasikmalaya dengan produksi mencapai 5.114 kilogram per hektare.

Daftar lima besar penghasil sawit tertinggi di Jawa Barat ditutup oleh Kabupaten Pangandaran dengan tingkat produktivitas mencapai 5.002 kilogram per hektare.

Perbedaan tingkat produktivitas yang cukup signifikan terlihat antara Kabupaten Subang dengan Kabupaten Pangandaran, yang mana ketimpangannya mencapai lebih dari dua kali lipat.

Beberapa faktor yang memengaruhi perbedaan produktivitas antardaerah tersebut antara lain adalah kondisi lahan, umur tanam, praktik budidaya, dan kemampuan pengelolaan perkebunan.

Kondisi Komoditas Sawit di Jawa Barat

Per tahun 2024, Jawa Barat tercatat memiliki 15,85 ribu hektare kebun sawit yang dikelola oleh Perusahaan Perkebunan Besar (PPB) dan secara mandiri oleh masyarakat sekitar.

Mayoritas perkebunan kelapa sawit di Jawa Barat terpusat di wilayah selatan, yang memiliki karakter geografis dan iklim yang memungkinkan dan mendukung pertumbuhan sawit.

Meskipun mampu tumbuh dan menyesuaikan kondisi geografis lahan di Jawa Barat, sawit tidak menjadi komoditas unggulan yang dapat mendukung perekonomian.

Idealnya, sawit dapat tumbuh secara maksimal dengan produktivitas terbaik pada tanah datar yang mengandung banyak lempung dengan rentang pH tanah antara 4-6.

Jenis tanah yang cocok untuk pertumbuhan sawit adalah latosol, ultisol, aluvial, gambut saprik, dataran pantai, dan muara sungai, karena akar sawit sulit menembus tanah yang keras.

Ketinggian ideal lahan untuk menanam sawit adalah antara 1-500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lahan berbukit dan bergelombang kurang cocok karena akan menyulitkan proses panen dan transfer buah sawit mentah.

Itulah mengapa produktivitas perkebunan sawit di Jawa Barat cenderung tidak terlalu tinggi, terlebih jika dibandingkan dengan provinsi lain seperti Riau, Kalimantan Tengah, dan Sumatra Utara.

Dinas Perkebunan Jawa Barat juga meminta seluruh kabupaten dan kota untuk mengevaluasi ulang pemilihan sawit sebagai komoditas perkebunan, dengan mempertimbangkan kesesuaian lingkungan dan perizinan.

Baca Juga: 10 Provinsi Produsen Kencur Terbesar 2025, Jawa Barat Teratas

Sumber:

https://opendata.jabarprov.go.id/id/dataset/produktivitas-tanaman-tahunan-perkebunan-rakyat-komoditi-kelapa-sawit-berdasarkan-kabupatenkota-di-jawa-barat

Penulis: Adhwa Aqillaa Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?