Berdasarkan Buku II Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran (TA) 2027, posisi puncak dalam daftar program kementerian/lembaga dengan anggaran terbesar diduduki oleh program pemenuhan gizi nasional yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Anggaran operasional untuk program prioritas presiden ini dicanangkan mencapai Rp232,78 triliun.
Bahkan tidak hanya mendominasi dari sisi program, BGN juga menjadi lembaga dengan anggaran terbesar dalam RAPBN 2027. Secara kumulatif, lembaga ini dicanangkan akan mengelola pagu anggaran sebesar Rp240,2 triliun.
Di urutan kedua, terdapat program dukungan manajemen dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang diproyeksikan mengantongi pagu senilai Rp98,54 triliun. Berikutnya, program perlindungan sosial di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos) mencatatkan rancangan anggaran sebesar Rp77,39 triliun, menempatkannya di posisi ketiga.
Peringkat keempat ditempati oleh program dukungan manajemen dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang dicanangkan akan mendapatkan alokasi dana sebesar Rp73,26 triliun.
Baca Juga: BGN Puncaki Daftar, Ini 10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di RAPBN 2027
Sebagai pelengkap bangku lima besar dalam daftar program dengan rancangan dana terbesar pada tahun 2027 ini, Kemenhan kembali mencatatkan namanya melalui program modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), nonalutsista, serta sarana dan prasarana (sarpras) pertahanan yang dicanangkan menerima pagu senilai Rp70,6 triliun dalam RAPBN 2027.
Selanjutnya, program dukungan manajemen dari Kementerian Agama (Kemenag) bertengger di urutan keenam dengan rancangan pagu sebesar Rp49,27 triliun. Posisi ketujuh kemudian diisi oleh program sumber daya kesehatan yang dijalankan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan kucuran dana senilai Rp49,1 triliun.
Program modernisasi alat material khusus (almatsus) dan sarpras Polri menempati peringkat kedelapan. Program kedua dari institusi Polri yang masuk dalam daftar ini tercatat memiliki rancangan pendanaan sebesar Rp48,41 triliun pada tahun 2027 mendatang.
Di urutan kesembilan, program dukungan manajemen operasional dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diproyeksikan mendapat alokasi dana sebesar Rp45,81 triliun.
Pemeringkatan 10 program kementerian/lembaga dengan anggaran terbanyak dalam RAPBN 2027 ini ditutup oleh program pendidikan tinggi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), dengan nilai pagu yang menyentuh angka Rp43,35 triliun.
Keberadaan program pemenuhan gizi nasional di posisi puncak menjadikannya sebagai satu-satunya program dengan pagu menembus angka Rp200 triliun pada tahun depan, sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah secara penuh menetapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bernaung di bawah BGN sebagai prioritas utama dalam postur RAPBN 2027.
Kendati demikian, pemerintah tetap menaruh komitmennya pada stabilitas pertahanan dan keamanan negara, dibuktikan melalui dominasi program Kemenhan dan Polri yang masing-masing berhasil menempatkan dua programnya, yaitu dukungan manajemen serta modernisasi alutsista dan almatsus ke dalam daftar 10 program dengan rancangan anggaran terbesar pada tahun 2027.
Sementara itu, agenda perlindungan sosial bagi masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya kesehatan tetap menjadi fokus utama pemerintah dengan keberadaan program krusial dari Kemensos dan Kemenkes.
Tidak hanya itu, adanya program pendidikan tinggi yang dinaungi Kemendiktisaintek ke dalam pemeringkatan program dengan pagu terbesar pada RAPBN 2027 ini turut memunculkan indikasi keseriusan pemerintah dalam mengawal sektor pendidikan, khususnya dalam keberlanjutan kualitas pendidikan tinggi.
Kendati demikian, maraknya program dukungan manajemen yang berasal dari Kemenhan, Polri, Kemenag, dan Kemenkeu dalam pemeringkatan pagu terbesar pada RAPBN 2027 ini turut memunculkan indikasi bahwa belanja birokrasi dan operasional internal kelembagaan masih menyerap porsi anggaran negara yang sangat masif.
Baca Juga: Alokasi Anggaran Polri dalam RAPBN 2027, Hanya Rp1 T untuk Profesionalisme
Sumber:
https://drive.google.com/file/d/1mUbNLalcb6aOhgPhOHW-QSiczOs8yb-Z/view?usp=sharing