Jawa Barat Jadi Produsen Kapulaga Terbesar di Indonesia 2025

Termasuk dalam rempah termahal di dunia, produksi kapulaga di Jawa Barat mencapai 110,5 juta kg pada 2025.

Jawa Barat Jadi Produsen Kapulaga Terbesar di Indonesia 2025 Kapulaga Jawa | Herusutimbul/Wikimedia Commons
Ukuran Fon:

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan tanaman biofarmaka yang melimpah. Tanaman biofarmaka merupakan tanaman yang memiliki khasiat untuk menyembuhkan atau mencegah penyakit. Di Indonesia, jenis tanaman ini dapat tumbuh subur karena didukung oleh iklim dan tanahnya. Bahkan, tanaman obat dari Indonesia ini menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan yang dibutuhkan oleh negara lain.

Salah satu tanaman biofarmaka yang masih dari keluarga jahe-jahean adalah kapulaga. Tanaman ini berbentuk seperti kacang dan memiliki biji kecil di dalam polongnya. Aromanya yang khas membuatnya dijuluki sebagai “Ratu Rempah”. Selain itu, kapulaga juga banyak dimanfaatkan sebagai penyedap masakan (terutama untuk gulai dan kari), penambah aroma pada minuman, dan obat herbal.

Dikutip dari situs Alodokter, kapulaga memiliki berbagai manfaat di antaranya membantu menjaga daya tahan tubuh, mengontrol tekanan darah, memperbaiki masalah pencernaan, hingga mencegah bau mulut.

Lantas, daerah mana saja yang paling banyak menghasilkan kapulaga?

Jawa Barat jadi produsen kapulaga terbesar di Indonesia pada 2025
Jawa Barat jadi produsen kapulaga terbesar di Indonesia pada 2025 | GoodStats

Baca Juga: Peta Produksi Tanaman Biofarmaka Indonesia Tahun 2025, Jahe Mendominasi!

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis daftar provinsi penghasil tanaman biofarmaka di Indonesia pada 2025, salah satunya tanaman kapulaga. Jawa Barat meraih predikat pertama sebagai produsen kapulaga terbesar tingkat nasional. Angka produksinya menyentuh 110,5 juta kilogram (kg) pada tahun lalu. Fenomena ini menunjukkan peran Jawa Barat sebagai sentra utama produksi kapulaga nasional.

Di posisi kedua terdapat Jawa Tengah dengan produksi kapulaga sebesar 33,7 juta kg. Sementara itu, peringkat ketiga juga diduduki oleh provinsi dari Jawa yakni Jawa Timur. Jumlah produksi kapulaga di provinsi tersebut mencapai 5,4 juta kg. Jika dijumlahkan, angka produksi di ketiga provinsi teratas tersebut mencapai 149,7 juta kg atau 97,31% dari total produksi Indonesia pada 2025.

Pulau Sumatra diwakilkan oleh Sumatra Barat dan Sumatra Utara dengan angka produksi kapulaga masing-masing 1,7 juta kg dan 1,6 juta kg. Daftar produsen kapulaga terbesar turut diisi oleh Banten (197,5 ribu kg), DI Yogyakarta (141,5 ribu kg), Aceh (139 ribu kg), Nusa Tenggara Barat (125,2 ribu kg), dan Lampung (120,2 ribu kg).

Secara nasional, kapulaga menjadi tanaman biofarmaka dengan total produksi terbesar kedua setelah jahe pada 2025. Tanaman ini diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis antara lain kapulaga hijau, kapulaga Jawa, kapulaga hitam, dan kapulaga putih. Uniknya, dalam situs Mongabay disebutkan bahwa kapulaga putih hanya dapat ditemukan di Indonesia. Bahkan, kapulaga menjadi rempah termahal ketiga di dunia.

Baca Juga: 10 Hidangan Rebusan Indonesia Terbaik Versi Taste Atlas 2026

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/VVZNelkycEdWM2t5V2poTFltOVVURWR0WWs1Mlp6MDkjMyMwMDAw/produksi-tanaman-biofarmaka-menurut-provinsi-dan-jenis-tanaman-.html?year=2025

Penulis: Alifia Ayu Fitriana
Editor: Editor

Konten Terkait

Daftar Top Skor Piala Dunia 2026, Messi Ungguli Mbappe dan Haaland

Simak daftar top skor Piala Dunia 2026 terbaru. Lionel Messi memimpin dengan 6 gol, unggul atas Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, dan Erling Haaland.

Prediksi dan Head-to-Head Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026, Setelah 1999 Singa Atlas Gagal Taklukkan Oranje

Belanda menang dua kali dalam tiga kali pertemuan lawan Maroko di semua ajang.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan SSO GNFI Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook