Sabun merupakan salah satu kebutuhan yang hampir tidak pernah absen dalam kehidupan sehari-hari. Fungsinya tidak hanya untuk membersihkan tubuh dari kotoran, minyak, dan kuman pada kulit, tetapi juga digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga, seperti mencuci pakaian, piring, hingga alat make up.
Secara umum, sabun tersedia dalam dua bentuk, yaitu sabun batang dan sabun cair. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Sabun batang umumnya lebih awet dan relatif lebih terjangkau, sedangkan sabun cair memiliki tekstur yang lebih lembut serta dinilai lebih efisien saat digunakan. Dalam memilih sabun, banyak orang mempertimbangkan kecocokannya dengan kulit untuk mencegah iritasi, aroma yang dihasilkan, maupun manfaat tambahan seperti pelembab atau antibakteri.
Selain itu, kebiasaan dan gaya hidup juga turut memengaruhi pemilihan jenis sabun yang digunakan. Sebagian orang mengutamakan kepraktisan, sementara yang lain lebih mempertimbangkan aspek ekonomis untuk menghemat pengeluaran.
Sabun Cair Lebih Digemari
Survei Jakpat pada 2025 mengungkap preferensi masyarakat dalam memilih jenis sabun. Mayoritas responden yakni 64% lebih menyukai sabun cair dan 36% memilih sabun batang.
Bentuk packaging yang lebih disukai responden adalah dalam bentuk pouch atau refill sebanyak 53%. Tidak hanya itu, terdapat pula 47% responden yang lebih suka bentuk bottle atau pump.
Biasanya, kemasan refill atau isi ulang relatif lebih murah dibandingkan bentuk botol. Lebih lanjut, 46% responden juga memilih sabun dengan ukuran medium di antara 400-749 mililiter.
Alasan Publik RI Menggunakan Sabun Cair
Penggunaan sabun cair lebih disukai oleh masyarakat. Sebagian besar responden berpendapat bahwa sabun cair mudah diaplikasikan dengan persentase sebesar 66%. Teksturnya yang cair lebih cepat larut dalam air dan menghasilkan busa yang melimpah dengan cepat.
Selanjutnya, 65% responden menggunakan sabun cair karena lebih praktis dan aromanya. Biasanya, sabun cair diaplikasikan dengan fitur pompa yang memungkinkan penggunanya untuk menakar sabun yang hendak diaplikasikan. Selain itu, sabun cair tidak jarang mengandung formula parfum yang dapat memberikan sensasi menenangkan saat digunakan.
Tidak hanya itu, 55% responden memilih sabun cair karena merasa lebih cocok dengan kulit. Alasan lainnya mencakup harga (40%), mudah ditemukan (36%), dan memberikan hasil bagus di kulit (34%).
Popularitas sabun cair tidak terlepas dari produknya yang semakin bervariasi di pasaran. Sebut saja sabun untuk kulit sensitif, sabun yang mengandung pelembab, sampai sabun antibakteri, semuanya ditawarkan oleh produsen.
Baca Juga: 10 Brand Sabun Mandi Terlaris di Shopee Indonesia Q1 2026, Mana Favoritmu?
Alasan Publik RI Menggunakan Sabun Batang
Popularitas sabun batang tidak kalah dengan sabun cair. Mayoritas responden yakni 63% menyukai sabun batang karena harganya. Dibandingkan dengan sabun cair, sabun batang sering kali dibanderol lebih murah sehingga dapat menekan pengeluaran. Harga satu batang sabun biasanya di bawah Rp5.000. Meski terkesan konvensional, sabun batang memiliki pangsa pasar yang cukup besar.
Sementara itu, 62% responden memilih sabun batang karena mudah ditemukan dan 61% karena mudah digunakan. Alasan lain mencakup lebih praktis (58%), cocok untuk kulit (49%), aroma atau wanginya (46%), dan memberikan hasil yang bagus di kulit (27%). Uniknya, responden perempuan dan kalangan atas memilih sabun batang sebagai opsi cadangan.
Pola Penggunaan Sabun di Indonesia
Sebagian besar responden atau sebesar 85% mengaku menggunakan sabun dengan sistem sharing atau digunakan bersama-sama. Sementara sisanya yakni 15% menggunakan secara terpisah atau tersendiri.
Penggunaan sabun secara bersamaan cenderung dipilih oleh responden berstatus menikah dan berusia lebih tua, di mana pemakaiannya dilakukan dengan pasangan (50%), anak (39%), orang tua (37%), dan saudara (23%).
Secara keseluruhan, hasil survei Jakpat menunjukkan bahwa sabun cair lebih diminati masyarakat Indonesia karena kemudahan penggunaan, kepraktisan, dan variasi aromanya. Meski demikian, sabun batang masih memiliki daya tarik kuat karena harganya relatif murah dan mudah ditemukan.
Metodologi Survei
Jakpat merilis survei yang bertajuk Body & Hair Care Trends & Usage Behavior dalam Jakpat Beauty Trends Report 2025 #3. Survei ini dilakukan pada 1-5 September 2025 dengan melibatkan 2.096 responden dengan proporsi jenis kelamin perempuan 52% dan laki-laki sebesar 48%. Sebagian besar responden merupakan Milenial dengan persentase 38%, disusul Gen X (32%), dan Gen Z (30%).
Baca Juga: 7 Hambatan dalam Penerapan Sustainable Living 2026, Faktor Ekonomi Nomor 1
Sumber:
https://insight.jakpat.net/body-hair-care-trends-usage-behavior-jakpat-beauty-trends-report-2025-3/