Nasional

Jumlah Korban dan Dampak Bencana Erupsi Gunung Api di Indonesia 2025

Bencana erupsi gunung api telah menimbulkan banyak kerusakan dan korban jiwa. Diperlukan penguatan mitigasi untuk mengurangi dampak.

Jumlah Korban dan Dampak Bencana Erupsi Gunung Api di Indonesia 2025

Ilustrasi Erupsi Gunung Api I Diedgo Giron/Pexels

Erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian publik sebab dampaknya yang cukup besar hingga dirasakan sebagian besar Jawa Barat. Tidak hanya Gunung Anak Krakatau, di Indonesia terjadi sebanyak 7 kali kejadian erupsi gunung api yang berdampak pada lebih dari 31.000 penduduk. Berikut dampak erupsi gunung api di Indonesia sepanjang tahun 2025.

Korban dan Dampak Erupsi Gunung Api di Indonesia

Selama tahun 2025 tercatat 7 kali kejadian erupsi gunung api dengan 3 kali kejadian di Jawa Timur, 3 kejadian di Nusa Tenggara Timur, dan 1 kejadian di Maluku Utara. Kejadian ini mengakibatkan 31.597 orang terdampak.

BNPB mencatat 7 kali kejadian erupsi gunung api di Indonesia sepanjang tahun 2025.
BNPB mencatat 7 kali kejadian erupsi gunung api di Indonesia sepanjang tahun 2025.

Nusa Tenggara Timur menjadi provinsi dengan penduduk terdampak terbanyak selama erupsi gunung api tahun 2025 dengan total 20.777 orang. Jawa Timur berada pada urutan kedua dengan total penduduk terdampak 7.861 orang. Sementara itu penduduk terdampak erupsi gunung api di Maluku Utara sebanyak 2.959 orang.

Baca Juga: Daftar Gunung Api yang Paling Sering Erupsi di Indonesia di Tahun 2026

Sebanyak 11.230 orang terpaksa mengungsi akibat erupsi gunung api di Nusa Tenggara Timur. Maluku Utara dengan satu kali kejadian erupsi mengharuskan 1.425 orang mengungsi. Sementara itu, sebanyak 398 orang harus mengungsi akibat erupsi gunung api di Jawa Timur.

Akibat erupsi terebut, sebanyak 232 rumah di Jawa Timur rusak. Bencana ini juga menimbulkan 2 korban meninggal di Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Status Gunung Api Hari Ini 8 September 2026: Daftar Lengkap Level Siaga dan Waspada

Mitigasi Bencana Gunung Meletus

Indonesia berada pada jalur Cincin Api Pasifik dengan memiliki ratusan gunung berapi dan sekitar 120 di antaranya masih aktif. Erupsi gunung berapi menjadi hal yang sangat potensia dihadapi masyarakat Indonesia. 

Aktivitas vulkanik dapat memicu keluarnya abu, lava, hingga awan panas yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Maka dari itu, upaya mitigas harus digiatkan untuk mengurangi dampak bencana. Berikut upaya mitigasi yang dapat dilakukan warga di sekitar lokasi erupsi.

  • Pahami tanda-tanda erupsi gunung

Gunung meletus tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi, tetapi aktivitas vulkanik biasanya menunjukkan tanda-tanda yang bisa diamati agar masyarakat lebih waspada. Salah satu ciri umum adalah meningkatnya aktivitas seismik berupa gempa kecil yang sering terjadi di sekitar gunung. Kepulan asap dari kawah yang menjadi tebal dan pekat juga menandakan adanya tekanan besar di dalam gunung.

Tanda lainnya dapat dilihat dari kualitas air yang mendadak keruh, panas, atau berbau belerang. Hewan liar yang turun dari puncak gunung juga menjadi salah satu tanda. 

Baca Juga: Waspada, Siaga, Awas: 26 Gunung Api di Indonesia Sedang Aktif!

  • Pahami Jalur Evakuasi dan Siapkan Tas Darurat

Sebelum gunung berapi meletus, warga perlu memahami jalur evakuasi yang sudah disiapkan pemerintah. Siapkan juga tas darurat berisi masker, obat-obatan, makanan, senter, dan dokumen-dokumen penting. Gunakan masker dan kacamata untuk melindungi dari abu vulkanik. Segera mengungsi sebelum kondisi semakin parah.

  • Hindari Daerah Aliran Sungai

Masyarakat disarankan untuk menghindari aliran sungai ketika erupsi berlangsung karena banjir lahar dingin dapat membawa material vulkanik yang berbahaya.

Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Key Insights

  • Meskipun Jawa Timur memiliki jumlah kejadian erupsi yang sama dengan NTT (masing-masing 3 kali), jumlah penduduk terdampak di NTT jauh lebih tinggi (20.777 orang) dibandingkan Jawa Timur (7.861 orang), menunjukkan potensi dampak yang lebih besar per kejadian erupsi di NTT.
  • Nusa Tenggara Timur menanggung beban pengungsian paling besar (11.230 orang) dan dua korban meninggal, menandakan wilayah ini memiliki kerentanan tinggi terhadap dampak langsung erupsi gunung api.
  • Maluku Utara, dengan hanya satu kejadian erupsi, tetap mengakibatkan jumlah pengungsi yang signifikan (1.425 orang), menunjukkan bahwa bahkan satu peristiwa erupsi bisa memiliki dampak evakuasi yang substansial.
  • Jumlah rumah rusak yang terpusat di Jawa Timur (232 rumah) mengindikasikan bahwa erupsi di wilayah ini cenderung menyebabkan kerusakan infrastruktur yang lebih parah dibandingkan wilayah lain, meskipun jumlah pengungsi lebih sedikit.

Penulis: Linda Lestari Editor: Muhammad Sholeh

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?