Tingkat kejahatan yang rendah merupakan salah satu indikator utama dalam mengukur stabilitas dan rasa aman di masyarakat. Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di berbagai wilayah tanah air, khususnya Jawa Tengah, tergolong sangat kondusif.
Sepanjang tahun 2025, Kepolisian Daerah Jawa Tengah mencatat sebanyak 6.781 kasus kejahatan dilaporkan, di mana 5.465 kasus di antaranya berhasil diselesaikan. Kondisi ini mencerminkan komitmen kuat dari pihak kepolisian serta sinergi masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan.
Jumlah laporan kejahatan mencakup berbagai tindak pidana yang terdata secara resmi oleh kepolisian di tingkat kabupaten dan kota. Parameter ini menjadi acuan penting untuk memetakan tingkat kerawanan wilayah serta efektivitas penegakan hukum di tingkat daerah.
Melalui pemetaan ini, potret riil stabilitas keamanan di setiap kabupaten/kota dapat diukur secara presisi guna mendukung iklim investasi dan kenyamanan warga.
Baca Juga: 10 Kota dengan Tingkat Kejahatan Terendah di Dunia 2024
Wonogiri berhasil memimpin di posisi puncak sebagai daerah dengan jumlah laporan kejahatan terendah di Jawa Tengah. Berdasarkan data terkini, tingkat kejadian tindak pidana di wilayah ini hanya mencatatkan angka sebanyak 58 kasus sepanjang 2025. Keberhasilan ini disusul ketat oleh Kota Magelang yang mencatatkan jumlah laporan sebanyak 66 kasus.
Di posisi ketiga, Wonosobo tampil mengesankan dengan raihan laporan kejahatan yang tergolong minim, yakni mencapai 81 kasus. Selanjutnya, Rembang menyusul di urutan keempat dengan torehan sebanyak 96 kasus. Angka ini membuktikan bahwa daerah di luar pusat perkotaan besar mampu menjaga kondusivitas wilayah secara optimal.
Banjarnegara bertengger di urutan kelima dengan perolehan angka laporan kejahatan sebesar 106 kasus. Wilayah ini unggul tipis di atas Temanggung dan Purbalingga yang berbagi posisi berikutnya dengan catatan jumlah kasus yang seimbang, yaitu masing-masing sebanyak 107 kasus.
Bergerak ke urutan selanjutnya, Kota Tegal sukses mengamankan peringkat kedelapan dengan angka mencapai 108 kasus. Performa apik ini diikuti oleh Kota Salatiga di urutan kesembilan yang mencatatkan total laporan kejahatan sebanyak 118 kasus.
Posisi terakhir dalam jajaran sepuluh besar diisi oleh Kabupaten Semarang. Wilayah penyangga ibu kota provinsi ini menutup daftar bergengsi tersebut dengan raihan sebanyak 125 kasus.
Capaian positif dari sepuluh daerah ini menunjukkan bahwa kesadaran hukum dan sistem keamanan berbasis warga berjalan dengan efektif. Minimnya angka kejahatan ini diharapkan mampu menjadi pemicu peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Baca Juga: 10 Wilayah Kepolisian dengan Kasus Kejahatan Terbanyak di Indonesia
Sumber:
https://jateng.bps.go.id/en/statistics-table/2/NTYxIzI=/banyaknya-kejahatan-di-jawa-tengah-menurut-polres--polresta--dan-polrestabes.html