Tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu merupakan salah satu indikator utama keberhasilan demokrasi di suatu daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, kesadaran masyarakat di wilayah ini untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024 tergolong sangat tinggi. Secara keseluruhan, rata-rata partisipasi pemilih di Provinsi Jawa Tengah mampu menyentuh angka 82,98%.
Capaian ini mencerminkan tingginya antusiasme serta tingkat kesadaran politik warga Jawa Tengah dalam menentukan arah kepemimpinan nasional.
Tingginya partisipasi pemilih tidak lepas dari sosialisasi masif yang dilakukan oleh penyelenggara pemilu serta tingginya kesadaran sipil masyarakat. Angka ini dihitung dari persentase jumlah pengguna hak pilih dibandingkan dengan total pemilih yang terdaftar di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di setiap kabupaten/kota.
Melalui parameter ini, dapat terlihat daerah mana saja yang masyarakatnya paling antusias dan tergolong paling minim angka pemilih golput.
Baca Juga: Menilik Dana Kampanye Pilpres 2024, Paslon Mana yang Paling Jor-Joran?
Kota Salatiga berhasil memimpin di posisi puncak sebagai daerah dengan tingkat partisipasi pemilih tertinggi di Jawa Tengah. Berdasarkan data resmi BPS, persentase masyarakat yang menyalurkan suaranya di Kota Salatiga menembus angka 90,74%. Keberhasilan ini disusul ketat oleh Kabupaten Temanggung yang mencatatkan persentase sebesar 90,44%.
Di posisi ketiga, Kabupaten Magelang tampil mengesankan dengan raihan partisipasi pemilih mencapai 90,07%. Selanjutnya, Kabupaten Semarang menyusul di urutan keempat dengan torehan sebesar 89,73%. Persentase ini membuktikan dominasi kawasan berbasis perkotaan dan penyangga di Jawa Tengah dalam menggerakkan pemilihnya menuju TPS.
Kabupaten Rembang bertengger di urutan kelima dengan perolehan angka partisipasi sebesar 89,57%. Wilayah pesisir ini unggul tipis di atas Kota Magelang yang menempati posisi keenam dengan tingkat capaian sebesar 89,10%.
Bergerak ke urutan selanjutnya, Kabupaten Boyolali sukses mengamankan peringkat ketujuh dengan angka mencapai 89,02%. Performa apik ini diikuti oleh Kabupaten Karanganyar di urutan kedelapan yang mencatatkan persentase sebesar 88,68%.
Dua posisi terakhir dalam jajaran sepuluh besar diisi oleh Kabupaten Kudus dan Kabupaten Klaten. Kabupaten Kudus menempati peringkat kesembilan dengan tingkat pemenuhan hak pilih sebesar 88,34%. Sementara itu, Kabupaten Klaten menutup daftar bergengsi ini dengan raihan 88,31%.
Capaian positif dari sepuluh daerah ini melampaui rata-rata provinsi dan menunjukkan tingkat kepercayaan publik yang kuat terhadap proses demokrasi di Indonesia. Tingginya angka partisipasi ini diharapkan dapat terus dipertahankan pada ajang pesta demokrasi mendatang.
Baca Juga: Mayoritas Pendukung Anies dan Ganjar Yakin dengan Pemerintahan Prabowo
Sumber:
https://jateng.bps.go.id/id/publication/2025/11/12/7940e913921654feb27ff3bb/statistik-politik-dan-keamanan-provinsi-jawa-tengah-2024.html