Profil Perantau di Jakarta 2025, Mayoritas Berprofesi Karyawan Swasta

Brebes jadi daerah asal perantau terbanyak selain dari Jabodetabek. Adapun, profesi mayoritas perantau adalah karyawan swasta dengan capaian 26,2 ribu.

Profil Perantau di Jakarta 2025, Mayoritas Berprofesi Karyawan Swasta Kota Jakarta | Affan Fadhlan/Unsplash
Ukuran Fon:

Sejak dulu, Jakarta memang dikenal sebagai magnet bagi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Provinsi ini merupakan pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi. Banyak perusahaan multinasional maupun nasional yang menempatkan kantor pusatnya di Jakarta, sehingga membuka peluang kerja yang luas di sejumlah sektor.

Tak hanya itu, keberadaan sejumlah layanan pendidikan dan kesehatan yang mumpuni serta infrastruktur transportasi yang terintegrasi menjadi nilai tambah bagi mereka yang ingin merantau.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi DKI Jakarta merilis laporan terkait profil perantau ke Jakarta sepanjang tahun 2025. Apabila ditinjau dari tren kedatangan perantau, angka tertinggi terjadi pada Juli 2025 dengan capaian 13.713 pendatang.

Perantau Terbanyak ke Jakarta Selain Jabodetabek

Daerah Asal Perantau Terbanyak ke Jakarta Selain Jabodetabek | GoodStats
Daftar daerah asal perantau terbanyak ke Jakarta selain dari Jabodetabek | GoodStats

Baca Juga: 10 Kawasan Perkotaan dengan Populasi Terbesar di Dunia 2025, Ada Jakarta?

Berdasarkan data di atas, daerah Brebes mendatangkan perantau terbanyak ke Jakarta dengan jumlah pendatang mencapai 1,83 ribu, diikuti oleh Kota Medan dengan 1,77 ribu pendatang.

Asal daerah perantau terbanyak ketiga adalah Tegal dengan 1,76 ribu pendatang. Kemudian, Sukabumi menempati urutan keempat dengan 1,73 ribu pendatang dan disusul oleh Pemalang dengan 1,57 ribu pendatang.

Di urutan keenam ada Pandeglang dengan 1,55 ribu pendatang. Secara geografis, daerah tersebut relatif dekat dengan Jakarta. Kemudian, Kota Bandung menyusul di urutan ketujuh dengan jumlah pendatang mencapai 1,41 ribu. Daerah Lebak mengisi peringkat kedelapan dengan 1,3 ribu pendatang.

Dengan jumlah pendatang yang mencapai 1,27 ribu, Cirebon menempati posisi kesembilan. Daftar ditutup oleh Cianjur dengan 1,21 ribu pendatang. Secara keseluruhan, ada empat daerah dari Jawa Barat yang mendominasi daftar karena kehadiran dari Sukabumi, Kota Bandung, Cirebon, dan Cianjur.

Sosiolog Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rakhmat Hidayat menerangkan bahwa kedatangan perantau dapat memberikan dampak positif dan negatif sekaligus terhadap pertumbuhan Kota.

“Pendatang itu bisa jadi beban jika tidak dikelola, karena menambah tekanan pada infrastruktur dan layanan kota. Tapi di sisi lain, mereka juga penggerak ekonomi,” ujarnya pada Senin (30/3/2026), mengutip Kompas.

Status Pendidikan Perantau

Status Pendidikan Perantau Terbanyak di Jakarta | GoodStats
SLTA/sederajat jadi kategori status pendidikan mayoritas perantau | GoodStats

Kategori pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas sederajat (SLTA)/sederajat menempati peringkat pertama dengan 37,6 ribu orang, disusul oleh status tidak/belum sekolah dengan capaian 17,5 orang.

Urutan ketiga ditempati oleh perantau yang menyandang gelar Diploma IV/Strata I dengan total mencapai 16,8 ribu, dilanjut dengan status Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)/sederajat yang tercatat sebanyak 13,3 ribu orang.

Bergeser ke urutan kelima, perantau dengan status tamat SD/sederajat tercatat mendominasi dengan 9,9 ribu orang. Kontras dengan status pendidikan sebelumnya, sebanyak 8,6 ribu perantau justru belum tamat SD/sederajat. Kondisi ini mencerminkan masih adanya ketimpangan akses pendidikan dasar yang seharusnya menjadi hak bagi setiap masyarakat.

Kemudian, sebanyak 3,1 ribu perantau menyandang gelar akademi/Diploma III/sarjana muda. Di peringkat kedelapan terdapat lulusan Strata II dengan 1,8 ribu orang. Sayangnya, sebanyak 1,3 ribu perantau tidak diketahui pasti apa status pendidikannya. Pemeringkatan ini ditutup oleh status pendidikan Diploma I/II dengan capaian 0,35 ribu.

Profesi Perantau Terbanyak

Daftar Profesi Perantau ke Jakarta Terbanyak | GoodStats
Daftar profesi perantau ke Jakarta terbanyak | GoodStats

Mayoritas perantau di Jakarta bekerja sebagai karyawan swasta, jumlahnya mencapai 26,2 ribu. Hal ini mencerminkan kuatnya daya tarik sektor formal di Jakarta dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Peringkat kedua diisi oleh pelajar/mahasiswa dengan 22,6 ribu ribu pendatang. Kondisi ini menunjukkan bahwa fasilitas pendidikan di pusat kota masih menjadi daya tarik utama karena sejumlah faktor termasuk peluang karir dan jaringan yang lebih luas.

Sementara itu, 20,3 ribu perantau tercatat belum atau tidak bekerja. Kemudian, profesi mengurus rumah tangga menempati urutan keempat dengan total 17,1 ribu, diikuti dengan pekerjaan wiraswasta yang tercatat ada 11,3 ribu orang.

Profesi terbanyak lainnya yang juga masuk ke dalam daftar pemeringkatan, antara lain buruh harian lepas (3,1 ribu), pegawai negeri sipil (1,5 ribu), tidak diketahui (1,3 ribu), Tentara Nasional Indonesia (1,2 ribu), dan pedagang (0,8 ribu).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung juga mengimbau bagi masyarakat yang ingin merantau ke Jakarta untuk memiliki keahlian bekerja.

"Jadi bagi siapa pun warga negara Indonesia yang mau datang ke Jakarta, Jakarta terbuka. Tetapi Jakarta tentunya juga mensyaratkan orang untuk bekerja itu harus dengan kapasitas dan kapabilitas sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan,” ujarnya di Balai Kota Jakarta, Rabu (25/3/2026), mengutip Kompas.

Perkembangan Perantau Tahun 2026

Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, Muhammad Nurrahman, menyebut bahwa tren perantau menunjukkan penurunan dalam tiga tahun terakhir.

“Pada 2024 tercatat 16.207 jiwa, lalu 2025 menjadi 16.049 jiwa, dan hingga 27 Maret 2026 tercatat 633 jiwa,” ujarnya saat dihubungi oleh Kompas pada Senin (30/3/2026).

Jumlah perantau setelah Lebaran 2026 ke DKI Jakarta diperkirakan menurun dari tahun sebelumnya. Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansah, menerangkan bahwa penurunan jumlah perantau dapat mengurangi jumlah penduduk miskin, namun ada dampak lain yang ditimbulkan.

"Kerugian pemasukan pajak menurun. Sebab orang dengan merantau ke sini memberikan pajak pemasukan bagi APBD," ujarnya pada Kamis (26/3/2026), mengutip Metrotvnews.

Adapun, faktor utama yang menyebabkan berkurangnya jumlah perantau adalah minimnya pekerjaan.

"Penyebab pertama itu minimnya lapangan pekerjaan. Di Jakarta sudah tidak ada Industri padat karya. Pabrik-pabrik di sekitar Jakarta juga mengalami penutupan," tegasnya.

Faktor selanjutnya adalah biaya hidup yang tinggi, terkhusus ketika menyewa tempat tinggal. Akibatnya, para perantau mempertimbangkan kembali destinasi tujuannya dan cenderung memilih daerah, seperti Yogyakarta dan Semarang karena dianggap memiliki daya tawar yang lebih sesuai dengan kemampuan mereka.

Baca Juga: Jajaran Kota Termahal Dunia 2025, Jakarta Masuk 20 Besar!

Sumber:

https://kependudukancapil.jakarta.go.id/darikuuntukmuxprodukrw/tematik_datang

Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor

Konten Terkait

Prabowo Sepakati Tarif Dagang AS, Indonesia Akan Impor US$4,5 Miliar Produk Pertanian

Indonesia komitmen impor US$4,5 miliar produk pertanian AS hasil kesepakatan dagang, utamanya adalah produk kedelai, kapas, dan gandum.

ASEAN Pimpin Pasar Mobil Listrik Dunia, Indonesia Masuk Top 4

Pangsa penjualan mobil listrik Indonesia mencapai 14,66% pada 2025. Kebijakan PPN DTP jadi salah satu faktor pendorong.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook