Plastik Masih Jadi Andalan, Ini 10 Penggunaan Utamanya pada 2026

Plastik masih diandalkan masyarakat Indonesia untuk berbagai kebutuhan harian. Mayoritas menggunakannya sebagai kantong sampah.

Plastik Masih Jadi Andalan, Ini 10 Penggunaan Utamanya pada 2026 Penggunaan Plastik | Julia M Cameron/Pexels
Ukuran Fon:

Keberadaan plastik hampir tidak bisa lepas dari aktivitas sehari-hari. Meskipun beberapa pihak seperti pusat perbelanjaan telah memberlakukan kebijakan non-plastik saat berbelanja, realita di lapangan berkata sebaliknya. Masih banyak masyarakat yang menggunakan kantong plastik sekali pakai. Kondisi ini menggambarkan bahwa upaya pengurangan penggunaan plastik belum merata di berbagai sektor, sehingga akses masyarakat terhadap kantong plastik masih mudah.

Fenomena harga plastik yang melambung tinggi beberapa waktu lalu juga tidak sepenuhnya mengurangi tingkat penggunaannya. Plastik dipilih karena berbagai alasan seperti penggunaannya yang praktis. Kenaikan harga yang seharusnya menjadi peluang untuk menekan konsumsi plastik justru belum cukup kuat sepenuhnya.

Masih maraknya penggunaan plastik di kalangan masyarakat Indonesia dapat dilihat dari hasil survei Jakpat berikut.

Kantong sampah menjadi penggunaan tertinggi plastik di kalangan masyarakat
Kantong sampah menjadi penggunaan tertinggi plastik di kalangan masyarakat | Goodstats

Baca Juga: Indonesia Terima Kiriman Sampah dari Eropa, Ada Plastik hingga Kertas

Di urutan pertama, 71% responden menggunakan plastik sebagai kantong sampah. Plastik dinilai ideal sebagai media pembuangan sampah karena elastisitasnya, tahan terhadap kebocoran air, dan ringan untuk dibawa. Jika penggunaannya tidak segera diganti, keberadaan sampah plastik akan terus meningkat mengingat volume sampah masyarakat relatif tinggi setiap harinya.

Posisi kedua dan ketiga dengan persentase sama yaitu 35%, masyarakat menggunakan plastik untuk membungkus makanan atau minuman yang dibawa pulang dan sebagai kantong belanja ketika di pasar.

Urutan keempat dan kelima juga memiliki persentase sama sebesar 33%, di mana plastik digunakan sebagai pembungkus pelindung yang tahan air dan kemasan untuk pengiriman makanan (food delivery).

Penggunaan plastik lainnya meliputi keperluan dapur atau food preparation (32%), kantong belanja di minimarket (26%), kantong belanja di supermarket (20%), kantong untuk muntah (19%), dan kantong untuk laundry (18%).

Keberagaman dari pemanfaatan plastik di atas menunjukkan bahwa ketergantungan masyarakat terhadap plastik masih sangat tinggi. Berbagai kelebihannya membuat plastik masih menjadi pilihan utama dalam menunjang aktivitas harian.

Kurangi Penggunaan Plastik

Kebiasaan penggunaan plastik sudah seharusnya dikurangi secara masif, mengingat pada tahun 2025, total sampah Indonesia pada 2025 mencapai 25,14 juta ton dan plastik menjadi penyumbang terbesar kedua dengan angka 20,49%. Besarnya kontribusi sampah plastik ini dapat membawa dampak lingkungan yang mengancam kehidupan.

Kondisi ini menjadi pengingat untuk segera menemukan alternatif lain yang lebih ramah lingkungan karena plastik merupakan bahan yang sulit terurai. Bahkan, keberadaan mikroplastik telah menjadi ancaman bagi tubuh karena tingginya volume sampah plastik.

Masyarakat perlu mengubah perilakunya dalam memanfaatkan plastik. Selain itu, pemerintah juga harus membuat kebijakan yang tegas secara menyeluruh terkait penggunaan plastik sekali pakai.

Metodologi Survei

Jakpat merilis survei bertajuk Sustainable Living & the Plastic Pivot: Responding to Market Changes pada Mei 2026. Survei ini melibatkan 1.373 responden dengan margin of error di bawah 5%. Periode pengumpulan data pada 16—17 April 2026 melalui aplikasi mobile Jakpat.

Baca Juga: Krisis Plastik? Ini 7 Alternatif Kemasan Non-Plastik untuk UMKM

Sumber:

https://insight.jakpat.net/sustainable-living-the-plastic-pivot-responding-to-market-changes/

Penulis: Alifia Ayu Fitriana
Editor: Editor

Konten Terkait

Bandung Jadi Kota dengan Konsumsi Bubur Ayam Terbesar

Kota Bandung dinobatkan sebagai konsumen bubur ayam terbesar dengan angka konsumsi mencapai 0,634 porsi per kapita per minggu.

Seberapa Sering Orang Indonesia Minum Teh dan Kopi?

Teh manis dan Cappucino menjadi jenis minuman yang paling banyak digemari penduduk Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook