Perpanjangan Rute LRT Jakarta 1B Diperluas ke Dukuh Atas, Ini Detail Rutenya

Pemprov DKI resmi memperpanjang LRT Jakarta Fase 1B Velodrome - Dukuh Atas. Simak detail rutenya di sini.

Perpanjangan Rute LRT Jakarta 1B Diperluas ke Dukuh Atas, Ini Detail Rutenya Lintasan LRT Jakarta | Unsplash
Ukuran Fon:

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus bergerak cepat untuk mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan interkoneksi transportasi umum di ibu kota. Kabar baik kini datang bagi para pengguna transportasi publik karena Pemprov DKI Jakarta secara resmi mengumumkan kebijakan mengenai perpanjangan rute LRT Jakarta 1B.

Melalui proyek strategis ini, jalur kereta layang tersebut tidak lagi berhenti di kawasan Manggarai saja, melainkan akan menembus hingga ke kawasan pusat bisnis Dukuh Atas. Penambahan jalur ini tentunya akan mengubah peta mobilitas warga Jakarta menjadi jauh lebih efisien, sekaligus memperkuat integrasi antarmoda dengan jaringan transportasi Jakarta lainnya seperti KRL Commuter Line, MRT Jakarta, dan Transjakarta.

Pemprov DKI Jakarta Resmi Memperpanjang Rute LRT

Kebijakan strategis ini lahir setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan evaluasi mendalam terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat urban. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi memutuskan untuk melanjutkan pembangunan dengan memperpanjang rute komersial LRT Jakarta dari yang semula hanya mencakup koridor Velodrome–Manggarai, kini diperluas hingga mencapai Dukuh Atas. 

Melalui langkah berani ini, total panjang jalur pada proyek ini mengalami peningkatan signifikan dari yang sebelumnya hanya sepanjang 12,2 km, kini membentang sepanjang 14,2 km. Hal tersebut berarti ada penambahan rute baru sepanjang 2 kilometer dari titik Manggarai menuju Dukuh Atas.

Perluasan proyek LRT Jakarta skala besar ini membutuhkan alokasi dana yang tidak sedikit. Pemprov DKI Jakarta bersama pihak terkait telah menghitung estimasi biaya tambahan yang diperlukan untuk mendanai perluasan rute ini, yang diperkirakan menelan anggaran kurang lebih triliunan rupiah sebagai bentuk investasi jangka panjang daerah. 

Selain itu, penambahan jalur ini dinilai sangat krusial karena kawasan Dukuh Atas merupakan kawasan berorientasi transit (TOD) tersibuk di Jakarta. Di sisi lain, kehadiran transportasi massal yang andal ini diharapkan mampu memindahkan beban volume kendaraan pribadi dari jalan-jalan protokol ke angkutan massal yang lebih ramah lingkungan.

Rute LRT Fase 1 vs 1B dan Ekstensi 1B

Untuk memahami lebih jelas bagaimana transformasi jaringan rel ini berlangsung, masyarakat perlu melihat perbandingan antara rute yang sudah beroperasi dengan rute yang tengah dikembangkan.

Pengembangan LRT Jakarta sendiri terbagi ke dalam beberapa tahapan interkoneksi. Saat ini, jalur eksisting atau fase 1 telah melayani pergerakan penumpang dari kawasan Kelapa Gading hingga Velodrome dengan total 7 stasiun operasional.

Sementara itu, proyek pembangunan yang awalnya diproyeksikan sebagai rute LRT Jakarta Velodrome - Manggarai kini mendapatkan peningkatan cakupan berupa ekstensi LRT fase 1B langsung ke Dukuh Atas.

Dengan adanya perpanjangan LRT Jakarta fase 1B ini, maka akan tersedia total 12 stasiun yang saling terhubung di sepanjang jalur utama ketika pembangunan selesai sepenuhnya.

Berikut adalah rute LRT Jakarta terbaru beserta titik stasiun dan panjang jalurnya:

Perbandingan Fase Pembangunan dan Detail Rute LRT Jakarta
Fase Pembangunan dan Detail Rute LRT Jakarta Terbaru | GoodStats

Baca Juga: Naming Rights di Jakarta: Ini Daftar Halte dan Stasiun yang Pakai Nama Merek

Jalur LRT Jakarta Fase 1 sepanjang 5,8 km saat ini sudah beroperasi penuh untuk melayani masyarakat. Koridor ini melintasi enam stasiun strategis, yang meliputi Stasiun Pegangsaan Dua, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, hingga Stasiun Velodrome.

Untuk melanjutkan ekspansi transportasi massal ini, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran APBD sebesar Rp4,1 triliun khusus untuk mendanai proyek Fase 1B. Jalur sepanjang 6,4 km ini akan menyambungkan Stasiun Velodrome menuju Stasiun Manggarai.

Selain itu, proyek ini juga menambah lima stasiun baru, yaitu Pemuda Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai.

Begitu pembangunan Fase 1B ini rampung, daya jangkau LRT Jakarta otomatis akan meluas hingga memiliki total 11 stasiun. Jaringan rel kereta layang ini bakal membentang sepanjang 12,2 km menghubungkan titik Pegangsaan Dua di Jakarta Utara langsung menuju hub transportasi Manggarai di Jakarta Selatan.

Target Penambahan Rute Selanjutnya

Setelah perpanjangan rute LRT Jakarta 1B ini rampung dan beroperasi penuh, Pemprov DKI Jakarta tidak akan berhenti melakukan ekspansi. Pemerintah daerah sudah menyusun cetak biru jangka panjang untuk kelanjutan target pembangunan LRT di masa mendatang demi menciptakan sistem transportasi yang komprehensif di seluruh penjuru kota.

Oleh karena itu, rencana pengembangan LRT Jakarta berikutnya akan menyasar koridor-koridor penting lainnya. Salah satu rencana prioritas setelah fase 1B selesai adalah memperpanjang jalur dari Stasiun Velodrome ke arah utara menuju Jakarta International Stadium (JIS), kemudian berlanjut ke kawasan wisata Ancol. 

Tidak tanggung-tanggung, jalur LRT terbaru Jakarta ini diproyeksikan akan terus tersambung hingga menjangkau kawasan reklamasi Pantai Indah Kapuk (PIK 2) di Jakarta Utara, serta berakhir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dengan target pembangunan LRT yang ambisius ini, mobilitas masyarakat dari pinggiran kota menuju bandara utama maupun pusat perekonomian baru akan terfasilitasi secara modern, aman, dan bebas macet.

Baca Juga:10 Negara dengan Infrastruktur Terbaik di Dunia, Indonesia Posisi Berapa?

Sumber: 

https://transportforjakarta.or.id/lrtjakarta/

Penulis: Helni Sadiyah
Editor: Firda Wandira

Konten Terkait

10 Provinsi dengan Akses Sanitasi Layak Tertinggi 2025

Bali memimpin akses sanitasi layak tertinggi di Indonesia pada 2025 sebesar 98,2%, disusul DIY di angka 96,94%.

10 Provinsi dengan Akses Air Layak Tertinggi 2025, DKI Jakarta Memimpin!

DKI Jakarta jadi provinsi dengan akses air minum layak tertinggi pada 2025, tembus 99,98%.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook