Berbicara mengenai biaya hidup di kota besar memang selalu menjadi topik yang menarik sekaligus menantang untuk dibahas. Baru-baru ini, data dari laporan Global Wealth and Lifestyle Report 2025 yang dirilis oleh bank asal Swiss, Julius Bar, memberi gambaran terkait biaya hidup di sejumlah kota besar di dunia.
Jakarta secara resmi masuk ke dalam jajaran 20 kota termahal di dunia. Temuan ini menempatkan Jakarta sejajar dengan kota-kota besar global lainnya yang selama ini dikenal memiliki biaya hidup sangat tinggi. Secara global, Jakarta menempati peringkat ke-18.
Jika melihat dalam skala regional, Jakarta berada di peringkat kedelapan sebagai kota termahal di Asia Pasifik. Posisi ini cukup mengejutkan sekaligus menegaskan bahwa biaya hidup di ibu kota memang mengalami peningkatan yang sangat signifikan, meskipun secara peringkat sebenarnya turun empat posisi dibanding tahun sebelumnya.
Mengapa Jakarta Bisa Masuk Daftar Termahal?
Berdasarkan klasifikasi riset tersebut, penilaian ini dihitung dari harga 11 jenis barang dan 9 jenis jasa premium. Indeks ini lebih merujuk pada pengeluaran gaya hidup atau konsumsi kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi (High Net Worth Individuals), bukan kebutuhan pokok harian masyarakat umum.
Uniknya, ada beberapa sektor spesifik yang menjadi pendorong utama naiknya biaya hidup di Jakarta. Menurut data, harga jas pria di Jakarta menempati peringkat pertama secara global sebagai yang termahal. Selain itu, harga tas tangan perempuan di Jakarta juga menjadi yang termahal kedua di dunia.
Biaya untuk jasa-jasa eksklusif seperti pendidikan MBA, jasa pengacara, hingga layanan penerbangan business class juga masuk dalam jajaran sepuluh besar dunia. Hal inilah yang membuat biaya hidup bagi kalangan menengah ke atas di Jakarta terasa semakin kompetitif dibandingkan kota-kota besar dunia lainnya.
Daftar 20 Kota Termahal 2025
Berdasarkan laporan tersebut, berikut adalah urutan kota dengan biaya hidup tertinggi di dunia untuk tahun 2025.
Baca Juga: Jakarta Masuk Jajaran Kota Terpadat di Dunia 2025
Tantangan dan Peluang di Balik Peringkat Jakarta
Posisi ke-18 dunia ini membawa pesan penting bagi pengelolaan kota. Di satu sisi, kenaikan harga jasa profesional mencerminkan kualitas layanan di Jakarta yang mulai setara dengan standar global. Namun di sisi lain, hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah untuk tetap menjaga keseimbangan ekonomi agar kenaikan biaya hidup di sektor premium tidak merembet dan berdampak buruk pada daya beli masyarakat luas.
Tingginya biaya jasa seperti pengacara dan pendidikan tinggi juga menunjukkan adanya kebutuhan besar akan sumber daya manusia yang ahli dan memiliki sertifikasi internasional. Masuknya Jakarta dalam daftar ini adalah bukti nyata bahwa kita sedang berada di jalur kota global. Meski biaya gaya hidup meningkat, fokus utama saat ini tetaplah bagaimana menjadikan kemajuan ekonomi ini bermanfaat bagi kesejahteraan seluruh warga Jakarta tanpa terkecuali.
Baca Juga: Jakarta Masuk 11 Besar Kota dengan Transportasi Umum Terbaik di Asia!
Sumber:
https://www.juliusbaer.com/fileadmin/publications/julius-baer-global-wealth-and-lifestyle-report-2025.pdf
Penulis: Emily Zakia
Editor: Editor