Hasil perikanan menjadi salah satu komoditas yang bergerak melintasi batas negara. Permintaan pasar global membuka ruang bagi Indonesia untuk memasarkan beragam produk perikanan ke luar negeri.
Di sisi lain, kebutuhan dalam negeri juga dipenuhi melalui pasokan dari berbagai negara. Arus ekspor dan impor ini membentuk pola perdagangan yang berbeda, baik dari negara tujuan maupun negara asal.
Gambaran tersebut terekam dalam Rilis Data Kelautan dan Perikanan Triwulan II 2026 yang diterbitkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Data ekspor dan impor bersumber utama dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (DJPDSPKP), dengan angka pada Triwulan II 2026 yang masih bersifat sementara.
Nilai Ekspor Hasil Perikanan Indonesia Triwulan II 2026
Baca Juga: Ekspor Hasil Perikanan Indonesia 2026 Melemah, Ini Ikan yang Paling Banyak Berkurang
Nilai ekspor hasil perikanan Indonesia pada Triwulan II 2026 mencapai US$1,64 miliar dengan volume sebesar 351,68 ribu ton, meningkat 10,41% secara tahunan.
Amerika Serikat masih menjadi pasar tujuan utama dengan nilai ekspor sebesar US$527,35 juta atau berkontribusi sebesar 32,21% terhadap total ekspor perikanan Indonesia. Jika dibandingkan dengan Triwulan II 2025, angka tersebut tumbuh 4,37%.
China berada di posisi berikutnya dengan nilai ekspor US$345,35 juta dan kontribusi 21,09%. Kinerja ekspor ke negeri tirai bambu ini mencatatkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 23,93%.
Pertumbuhan yang lebih tinggi terlihat pada kawasan ASEAN senilai US$230,45 juta dengan kontribusi 14,08%. Nilainya melesat tumbuh 68,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Jepang menyusul dengan nilai ekspor US$156,64 juta dan kontribusi 9,57%, yang turut membukukan pertumbuhan tinggi 54,39%.
Sementara itu, nilai ekspor ke Uni Eropa tercatat sebesar US$125,14 juta dengan kontribusi 7,64%. Berbeda dengan negara lain, nilainya turun drastis 47,08% secara tahunan.
Adapun kelompok negara lainnya meraih US$252,21 juta dan berkontribusi 15,41% dengan tingkat pertumbuhan 12,63%.
Sejumlah langkah pemerintah diarahkan untuk membuka akses pasar hasil perikanan seperti perluasan izin ekspor ke China hingga 638 unit pengolahan ikan, pembukaan kembali akses pasar Uni Eropa, serta promosi produk Indonesia melalui Japan International Seafood & Technology Expo (JISTE) 2026.
Nilai Impor Perikanan Indonesia Triwulan II 2026
Arus perdagangan hasil perikanan Indonesia juga mencakup pasokan yang masuk dari berbagai negara.
Total nilai impor hasil perikanan Indonesia pada Triwulan II 2026 mencapai US$242,10 juta dengan volume sebesar 120,76 ribu ton. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor meningkat 41,74%, sementara volumenya tumbuh 20,73%.
Berbeda dari ekspor, China justru menjadi sumber impor utama dengan nilai sebesar US$36,08 juta, dengan kontribusi yang turun tipis di angka 14,90% dari total nilai impor tahunan.
Amerika Serikat menempel ketat dengan raihan US$31,00 juta. Nilai kontribusinya menunjukkan jumlah yang progresif sebesar 12,81%.
Uni Eropa menyusul dengan celah yang cukup lebar senilai US$20,47 juta atau berkontribusi 8,45%.
Kawasan negara ASEAN mengekor di bawah dengan nilai US$17,65 juta dan kontribusi 7,29%.
Pada saat yang bersamaan, kelompok negara lainnya meraih US$136,89 juta dengan jumlah kontribusi 56,54%.
Lonjakan angka ini utamanya didorong oleh tingginya kebutuhan industri pengolahan di dalam negeri yang membuat produk perikanan masih harus diimpor dari negara lain.
Baca Juga: China Jadi Negara Asal Impor Terbesar Jakarta per April 2026
Sumber:
https://portaldata.kkp.go.id/portals/publikasi/rilis