Didominasi Eropa, Ini Dia Daftar Negara Terbaik untuk Perempuan

Pengesahan RUU TPKS jadi awal kemajuan isu kesetaraan perempuan. Meski sudah terlihat titik terang, riset CEO World menilai Indonesia masih harus berbenah.

Didominasi Eropa, Ini Dia Daftar Negara Terbaik untuk Perempuan Komunitas Perempuan | Omar Lopez/Unsplash

Isu kesetaraan perempuan sudah mulai mendapat dukungan dari berbagai lingkup baik dari forum komunitas hingga pemangku kebijakan. Seperti halnya pengesahan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Selasa (12/4/2022), menjadi peristiwa besar bagi para korban kekerasan seksual terkhusus perempuan.

Perjalanan panjang pengesahan RUU sudah berlangsung selama 10 tahun lamanya. Melansir dari situs Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) RUU sudah diajukan kepada DPR RI sejak 2012, karena Indonesia dinilai darurat kekerasan seksual.

Meski sudah terlihat titik terang, perjalanan mengenai isu kesetaraan bagi perempuan di Indonesia masih harus banyak melakukan perbaikan. Merilis survei dari majalah CEO World tahun 2021, secara global Indonesia berada di peringkat ke 87, setelah Maldives di peringkat ke 86, dan Vietnam di peringkat ke 88.

Daftar negara yang palik baik untuk perempuan di dunia 2021 | GoodStats

Belanda berada di peringkat pertama sebagai negara yang paling baik untuk perempuan dengan perolehan skor 99,7 poin dari total 156 negara. Peringkat lima besar didominasi oleh negara-negara Skandinavia, seperti Norwegia (99,4 poin), Swedia (99,2 poin), Denmark (98,7 poin), dan Finlandia (98,3 poin).

Untuk menentukan seluruh peringkat tersebut, CEO World menganalisis dan membandingkan 150 negara di 9 atribut utama, yakni kesetaraan gender, persentase keterlibatan perempuan di kursi legislatif, rasa aman (indikasi perempuan berusia 15 tahun ke atas yang melaporkan merasa aman saat berjalan sendirian pada malam hari), kesetaraan pendapatan, kepedulian terhadap hak asasi manusia, pemberdayaan perempuan, rata-rata tahun pendidikan berusia 25 tahun ke atas, dan inklusi perempuan.

Indikator penilaian lain untuk mengamankan peringkat, daftar negara-negara harus menempati peringkat di antara 150 negara teratas dalam Indeks Pembangunan Manusia PBB, 100 negara berdasarkan Gross Domestic Product (GDP), dan penerimaan pariwisata Internasional menurut Bank Dunia.

Penulis: Nabilah Nur Alifah
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Forbes Rilis Daftar Bank Terbaik di Indonesia, Siapa di Puncak?
Artikel Selanjutnya Kasus Malaria Masih Jadi Ancaman Kesehatan yang Nyata
Konten Terkait