Salah satu program unggulan Presiden RI Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), telah menjaring 59,86 juta penerima manfaat hingga Selasa (20/1/2026).
“Kita sudah bisa melihat penerima manfaatnya yang terbaru 59,86 juta. Di sini, guru sudah masuk, tenaga pendidik sudah masuk,” tutur Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI (20/1/2026).
Mayoritas penerima manfaat MBG berasal dari kalangan siswa, dengan siswa SD mendominasi sebanyak 19,46 juta, diikuti siswa SMP sebanyak 8,66 juta, SMA mencapai 4,61 juta, dan SMK sebanyak 4,39 juta.
Di luar kelompok siswa, ada pula 4,27 juta balita, 3,47 juta siswa Madrasah Ibtidaiyah, 2,87 juta anak TK, 2,67 juta siswa Madrasah Tsanawiyah, 1,96 juta guru, dan 1,66 juta PAUD yang menjadi penerima manfaat utama dari MBG.
Penerima manfaat lainnya tersebar dari kalangan ibu hamil, tenaga pendidik, sekolah rakyat, hingga sekolah luar biasa.
Penerima MBG di kalangan sekolah keagamaan dan pondok pesantren tercatat masih rendah. Dadan Hindayana menegaskan pihaknya akan terus berjuang meningkatkan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di pondok pesantren dan sekolah keagamaan lain.
Baca Juga: 5 Harapan Publik untuk Program MBG
Adapun pada 2026 ini, BGN menargetkan jumlah penerima manfaat MBG mencapai 82,9 juta orang. Hal ini salah satunya didukung oleh kenaikan dana operasional harian dari Rp8,55 miliar pada 2025 menjadi Rp855 miliar seiring dengan skala penambahan SPPG. MBG diproyeksikan menyediakan 21 miliar porsi makanan pada 2026.
Jumlah SPPG Tembus 21 Ribu
Tidak hanya jumlah penerima manfaatnya yang fantastis, jumlah SPPG di Indonesia juga terus tumbuh, seiring dengan meningkatnya kebutuhan pemenuhan makan bergizi gratis.
Menurut laporan BGN, hingga akhir 2025 lalu, terdapat 19.188 unit SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah ini bertambah menjadi 21.102 unit per Selasa (20/1/2026) lalu.
Kendati demikian, baru 6.150 SPPG atau 32% yang memiliki Sertifikasi Like Higiene Sanitasi (SLHS). Tahun ini, Dadan menambahkan akan dilakukannya akreditasi dan sertifikasi dapur MBG guna menjamin kualitas makanan yang disajikan.
Ke depannya, secara bertahap setiap SPPG akan memperoleh akreditasi keamanan pangan, terdiri dari akreditasi unggul (A), sangat baik (B), dan baik (C). BGN juga mengupayakan agar jumlah SPPG bertambah menjadi 28 ribu di wilayah aglomerasi dan 8.617 di daerah terpencil untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Baca Juga: 52% Anak Indonesia Tidak Suka Rasa dan Kualitas Makanan dari MBG
Sumber:
https://www.youtube.com/watch?v=2Vf4EfHpqaQ
Penulis: Agnes Z. Yonatan