Nasional

Luas Kebakaran Hutan Kalimantan Tembus 57 Ribu Ha hingga Juni 2026

Luas area karhutla Kalimantan Januari-Juni 2026 tembus 57 ribu hektare, lebih tinggi dibandingkan luas total kebakaran pada periode sebelumnya.

Luas Kebakaran Hutan Kalimantan Tembus 57 Ribu Ha hingga Juni 2026

Kebakaran Hutan Kalimantan | MWu/Wikimedia Commons

Salah satu ancaman bagi Indonesia saat musim kemarau adalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Bencana ini tidak bisa disepelekan mengingat luas lahan kering di negeri ini begitu besar. Dua faktor utama penyebab kebakaran hutan adalah kondisi alam dan ulah manusia. Pembukaan lahan dengan cara pembakaran dan membuang puntung rokok sembarangan di area kering menjadi contoh penyebab kebakaran oleh manusia.

Kebakaran hutan menimbulkan berbagai dampak buruk, baik dari segi kesehatan, lingkungan, hingga sosial dan ekonomi. Tidak hanya manusia, para satwa liar juga kehilangan tempat tinggal serta sumber makanannya hingga terancam mengalami kepunahan jika karhutla terus berulang.

Baru setengah tahun, luas karhutla di Kalimantan sudah melampaui total 2025
Baru setengah tahun, luas karhutla di Kalimantan sudah melampaui total 2025 | GoodStats

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Karhutla Terluas per Mei 2026, Sumatra-Kalimantan Mendominasi

Berdasarkan data dari situs SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut), luas area karhutla di Indonesia dari Januari hingga Juni 2026 menyentuh 107.465,47 ha. Salah satu wilayah yang mengalami kebakaran hutan baru-baru ini yakni Kalimantan. Hingga Juni 2026, total luas kebakaran hutan Kalimantan menyentuh 57.081,33 ha dengan provinsi paling parah yang mengalami karhutla yakni Kalimantan Barat, disusul oleh Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Jika diamati selama lima tahun terakhir, luas area karhutla Kalimantan tergolong fluktuatif. Selama rentang tahun 2022, luas area karhutlanya sebesar 24.562 ha. Kemudian, mengalami lonjakan drastis pada 2023 yang mencapai 508.403,22 ha.

Dua tahun berikutnya, yakni pada 2024 dan 2025, luas area karhutla Kalimantan kompak menunjukkan penurunan. Masing-masing luasnya sebesar 65.608,11 ha dan 55.717,27 ha. Namun, memasuki tahun 2026 kembali mengindikasikan adanya peningkatan dari tahun sebelumnya. Pasalnya, sampai Juni 2026 saja, luas kebakaran di Kalimantan sudah melampaui total luas area karhutla 2025. Luasnya juga sudah dua kali lipat lebih tinggi dari luas karhutla pada 2022.

Gambaran di atas menunjukkan bahwa karhutla menjadi bencana rutin yang melanda Pulau Borneo ini. Kondisi lahan yang didominasi oleh gambut kering semakin memperparah rambatan api. Kabut asap yang dihasilkan menyebabkan terbatasnya jarak pandang serta mengancam kesehatan masyarakat setempat.

Jika kondisi demikian tidak segera ditindaklanjut dengan tegas, status Kalimantan sebagai salah satu paru-paru dunia akan berangsur hilang. Hal ini disebabkan keberadaan hutannya yang luas semakin terkikis dan berganti menjadi pengancam kesehatan paru-paru.

Baca Juga: 14 Ribu Desa Masih Gunakan Kayu untuk Memasak, NTT Tertinggi 2025

Sumber:

https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/indikasi-luas-kebakaran

Penulis: Alifia Ayu Fitriana Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?