Perempuan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki umur harapan hidup (UHH) yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY tahun 2025 menunjukkan, rata-rata umur harapan hidup perempuan mencapai 78,54 tahun, sedangkan laki-laki berada di angka 73,73 tahun.
Dengan kata lain, perempuan di DIY diperkirakan memiliki usia harapan hidup sekitar 4,8 tahun lebih panjang dibandingkan laki-laki.
Jika dibandingkan tahun 2024, umur harapan hidup warga DIY cenderung meningkat. Pada tahun tersebut, UHH untuk laki-laki berada di angka 73,56 tahun, sedangkan perempuan sebesar 77,82 tahun.
Perbedaan tersebut juga terlihat secara konsisten di seluruh kabupaten dan kota di DIY. Meski terdapat variasi antarwilayah, kelompok perempuan selalu mencatat angka umur harapan hidup yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Baca Juga: Umur Harapan Hidup Indonesia Terus Meningkat
Di Kota Yogyakarta, rata-rata umur harapan hidup laki-laki sebesar 74,22 tahun, tertinggi dibanding wilayah lain di DIY pada 2025. Sedangkan UHH untuk perempuannya berada di angka 79,03 tahun, juga tertinggi dari wilayah lain. Dengan demikian, perempuan di Kota Yogyakarta rata-rata hidup 4,81 tahun lebih lama dibanding laki-laki.
Kondisi serupa juga ditemukan di Kabupaten Sleman, dengan umur harapan hidup pria sebesar 73,95 tahun, lebih rendah dibanding perempuan yang mencapai 78,75 tahun.
Adapun di Kabupaten Kulon Progo, selisih UHH antara perempuan dan laki-laki mencapai 4,68 tahun, dengan rincian UHH perempuan sebesar 78,62 tahun dan laki-laki 73,94 tahun.
Di Kabupaten Gunungkidul, rata-rata usia harapan hidup perempuan mencapai 77,92 tahun, sedangkan laki-laki di angka 73,39 tahun. Terakhir untuk Kabupaten Bantul, UHH laki-laki sebesar 73,31 tahun, lebih pendek dari perempuan yang sebesar 77,84 tahun.
Apa Itu UHH?
UHH sendiri merupakan rata-rata jumlah tahun hidup yang diharapkan oleh seseorang sejak lahir, dengan asumsi kondisi kesehatan saat ini akan terus berlanjut sepanjang hidupnya. UHH digunakan sebagai salah satu komponen dalam menyusun Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Sejak 2020, UHH rata-rata meningkat 0,22 tahun. Pada 2020, UHH mencapai 73,37 tahun, yang artinya penduduk pada tahun itu diharapkan bisa hidup hingga usia 73,37 tahun. UHH kembali meningkat setahun berikutnya menjadi 73,46 tahun, dan konsisten naik pada 2022 menjadi 73,7 tahun.
Memasuki 2023, UHH rakyat Indonesia naik menjadi 73,93 tahun, dan mencapai 74,15 tahun pada 2024. Adapun UHH pada 2025 ini menjadi yang tertinggi dalam enam tahun terakhir.
Perempuan Lebih Panjang Umur
Tidak hanya di DI Yogyakarta, secara nasional, UHH perempuan juga lebih tinggi dibanding laki-laki. Pada 2025, UHH laki-laki berada di angka 71,96 tahun, sedangkan perempuan mencapai 77,10 tahun.
Ada beberapa alasan ilmiah dibalik fenomena ini. Pertama, wanita memiliki dua kromosom X (XX), sedangkan pria hanya memiliki satu kromosom X (XY). Kromosom inilah yang turut mendukung kerja sistem imun dalam tubuh, yang membuat wanita dianggap lebih tahan terhadap risiko infeksi maupun penyakit.
Selain itu, kadar hormon estrogen pada wanita juga lebih tinggi. Hormon ini memiliki peran penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, melancarkan peredaran darah, hingga memiliki sifat antioksidan.
Baca Juga: Angka Harapan Hidup Indonesia Naik, Tapi Kualitas Hidup Masih Rendah
Sumber:
https://yogyakarta.bps.go.id/id/statistics-table/2/MzcxIzI=/umur-harapan-hidup-saat-lahir-menurut-jenis-kelamin-menggunakan-uhh-hasil-sp2020-lf-.html