Internasional

10 Negara dengan Gaji Guru SD Tertinggi di Dunia, Bagaimana Nasib Guru di Indonesia?

Negara mana yang punya gaji guru SD tertinggi di dunia? Simak 10 negara teratas dan bandingkan dengan kondisi gaji guru di Indonesia.

10 Negara dengan Gaji Guru SD Tertinggi di Dunia, Bagaimana Nasib Guru di Indonesia?

Ilustrasi Guru Mengajar I Max Fixcher/Pexels

Gaji guru di Indonesia kerap menjadi perbincangan karena sering terjadi kesenjangan gaji profesi guru dengan profesi lainnya. Masih banyak guru di Indonesia. termasuk guru Sekolah Dasar (SD) yang menerima gaji di bawah Upah Minimum Regional (UMR) bahkan hanya menerima ratusan ribu rupiah.

Dibandingkan dengan negara lain, Indonesia tertinggal jauh berada di 2 urutan terbawah di ASEAN. Sementara itu, negara-negara di Eropa mendominasi rata-rata gaji guru SD tertinggi di dunia. Berikut 10 negara dengan gaji guru SD tertinggi di dunia menurut laporan OECD Statistik.

Top 10 Negara dengan Gaji Guru SD Tertinggi di Dunia

Negara-negara Eropa mendominasi rata-rata gaji guru SD tertinggi di dunia.
Negara-negara Eropa mendominasi rata-rata gaji guru SD tertinggi di dunia.

Jerman menduduki peringkat pertama dengan rata-rata gaji guru SD US$91.950. Peringkat kedua diisi oleh Australia dengan rata-rata gaji US$73.826. Amerika Serikat menyusul pada peringkat ketiga dengan rata-rata gaji US$68.153.

Urutan keempat ada Skotlandia dengan rata-rata gaji US$62.584. Portugal mengisi urutan kelima dengan rata-rata gaji US$58.829. Peringkat keenam diisi oleh Swedia dengan rata-rata gaji US$55.418. Inggris menempati posisi ketujuh dengan rata-rata gaji US$54.550.

Peringkat kedelapan diisi oleh Prancis dengan rata-rata gaji US$52.347. Sementara Italia dan Yunani mengisi dua peringkat terbawah di 10 besar ini dengan masing-masing rata-rata gaji US49.507 dan US$30.994.

Baca Juga: Swedia di Urutan 1! Ini Daftar Negara dengan Anggaran Pendidikan Tertinggi di Dunia 2026

Bagaimana dengan Gaji Guru di Indonesia?

Berdasarkan laporan DataIndonesia, gaji guru di Indonesia berada pada rentang Rp540 ribu hingga Rp7,32 juta per bulan. Tertinggal jauh dengan negara ASEAN lainnya seperti Tailan yang berada pada rentang gaji Rp7,1 hingga Rp 16 juta per bulannya. 

Secara umum, ragam gaji guru di Indonesia tergantung pada status kepegawaian, jenjang pendidikan, masa kerja, dan lokasi mengajar. Guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki sistematika gaji yang relatif jelas.

Kompensasi yang diterima mulai dari gaji pokok, tunjangan profesi, hingga tunjangan kinerja di beberapa daerah. Selain itu, jika telah terverifikasi, guru ASN dapat memperoleh penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Baca Juga: 10 Negara dengan Anggaran Pendidikan Paling Sedikit di Dunia, Indonesia Urutan Pertama

Sementara itu, guru honorer merasakan kenyataan yang berbeda. Banyak guru honorer yang menerima gaji jauh di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Ada pula yang hanya mendapatkan ratusan ribu rupiah per bulan.

Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara guru ASN dan non-ASN padahal keduanya memiliki beban kerja dan tanggung jawab yang sama.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti sertifikasi guru dan pengangkatan ASN melalui PPPK. Namun, distribusi guru yang tidak merata, perbedaan kemampuan anggaran daerah, serta birokrasi yang panjang sering kali menjadi tantangan dalam upaya mensejahterakan guru di Indonesia. Di daerah terpencil, guru tidak hanya menghadapi persoalan gaji, tetapi juga keterbatasan fasilitas dan akses. 

Baca Juga: Jumlah ASN di Indonesia Terbanyak di Jabatan Apa? Ini Datanya

Sumber:

https://www.statista.com/chart/35109/average-annual-salaries-of-primary-school-teachers/?srsltid=AfmBOor-qsNJ0wwUvgbYbobrpRx9jqfbx6bp9A0EPoa9lFqd_EsUM8vZ

Key Insights

  • Dominasi negara-negara maju menunjukkan pengakuan tinggi terhadap profesi guru, yang tercermin dari pendapatan yang signifikan.
  • Kesenjangan gaji guru Indonesia dengan negara-negara ASEAN lain seperti Thailand mengindikasikan perlunya evaluasi ulang standar kompensasi guru nasional.
  • Perbedaan drastis antara gaji guru ASN dan honorer menciptakan ketidakadilan, meskipun beban kerja dan tanggung jawab mereka serupa.
  • Tantangan distribusi guru yang tidak merata dan keterbatasan anggaran daerah menghambat upaya peningkatan kesejahteraan guru di Indonesia.

Penulis: Linda Lestari Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?