Nasional

10 Pahlawan Kemerdekaan Asal Jawa Timur, dari Soekarno hingga Bung Tomo

Sambut kemerdekaan, kenali 10 pahlawan asal Jawa Timur yang berperan besar dalam perjuangan Bangsa Indonesia.

10 Pahlawan Kemerdekaan Asal Jawa Timur, dari Soekarno hingga Bung Tomo

Potret Bendera Indonesia | Pexels

Jawa Timur dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Provinsi ini menjadi tempat lahir sejumlah tokoh yang memegang peran penting dalam perjalanan bangsa, baik melalui pergerakan politik, pendidikan, keagamaan, diplomasi, hingga perjuangan bersenjata.

Menyambut semangat kemerdekaan, berikut jajaran tokoh pahlawan yang lahir di Jawa Timur dan memiliki jasa penting dalam sejarah Indonesia.

Baca Juga: Jawa Tengah Jadi Provinsi dengan Jumlah Pahlawan Nasional Terbanyak

H.O.S. Tjokroaminoto

H.O.S. Tjokroaminoto merupakan salah satu tokoh penting dalam pergerakan nasional. Lahir di Ponorogo, 16 Agustus 1882, ia dikenal sebagai pemimpin Sarekat Islam yang berperan besar dalam membangun kesadaran politik dan kebangsaan pada masa kolonial.

Oleh orang Belanda, Tjokroaminoto mendapat julukan De Ongekroonde Koning van Java, yang berarti “Raja Jawa Tanpa Mahkota” berkat peran besarnya di Indonesia. Rumahnya juga sempat dijadikan kos bagi para tokoh lain, mulai dari Semaoen, Alimin, Muso, hingga Fajri Hamonangan.

Ernest Douwes Dekker

Ernest Douwes Dekker atau Danudirja Setiabudi merupakan salah satu tokoh pergerakan nasional yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Lahir di Pasuruan, 8 Oktober 1879, ia dikenal sebagai salah satu anggota Tiga Serangkai bersama Ki Hajar Dewantara dan dr. Cipto Mangunkusumo.

Ketiganya mendirikan Indische Partij pada 1912, organisasi politik yang memperjuangkan kepentingan masyarakat di Hindia Belanda tanpa membedakan latar belakang ras.

Dr. Soetomo

Dr. Soetomo menjadi pahlawan kemerdekaan asal Jawa Timur berikutnya, lahir di Nganjuk pada 30 Juli 1888 dengan nama Soebroto.

Pada 20 Mei 1908, saat menjadi mahasiswa STOVIA, Dr. Soetomo bersama sejumlah pelajar lain mendirikan Budi Utomo, yang menjadi organisasi pergerakan pertama di Indonesia. 

K.H. Mas Mansur

K.H. Mas Mansur merupakan ulama, tokoh Muhammadiyah, sekaligus tokoh pergerakan nasional.

Lahir di Surabaya pada 25 Juni 1896, Mas Mansur pernah menjadi Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah dan turut mendorong perkembangan dakwah, pendidikan, serta kaderisasi organisasi tersebut.

Ia dinyatakan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Soekarno pada 1964.

K.H. Wahid Hasyim

K.H. Abdul Wahid Hasyim merupakan ulama sekaligus tokoh penting dalam proses pembentukan negara Indonesia. Ia lahir di Jombang, 1 Juni 1914, menjadikannya salah satu pahlawan asal Jawa Timur.

Wahid Hasyim terlibat dalam pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), yang juga menjadi salah satu tokoh yang terlibat dalam pembahasan dasar negara.

K.H. Hasyim Asy’ari

Lahir di Jombang, K.H. Hasyim Asy’ari merupakan ulama besar sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Ia juga mendirikan Pesantren Tebuireng di Jombang yang kemudian berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam penting.

Jenderal Basuki Rahmat

Jenderal Basuki Rahmat merupakan tokoh militer yang memiliki perjalanan panjang sejak masa pendudukan Jepang hingga masa awal pemerintahan Indonesia.

Lahir di Tuban, 4 november 1921, ia pernah menjadi Panglima Kodam Brawijaya dan kemudian dipercaya menduduki jabatan pemerintahan sebagai Menteri Dalam Negeri.

Basuki juga menjadi salah satu perwira yang menemui Presiden Soekarno di Istana Bogor pada 1966, menjadi saksi penandatanganan dokumen Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).

Soekarno

Lahir di Surabaya, 6 Juni 1901, Soekarno adalah salah satu tokoh sentral dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, sekaligus menjadi proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia.

Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 1927 dan dikenal luas sebagai orator yang mampu membangkitkan semangat kebangsaan.

Prof. Dr. Moestopo

Sosok pahlawan asal Jawa Timur berikutnya adalah Prof. Dr. Moestopo. Lahir di Kediri pada 13 Juni 1913,

Moestopo menyelesaikan pendidikan kedokteran gigi di STOVIT Surabaya sebelum terlibat dalam pendidikan militer PETA pada masa kependudukan Jepang.

Bung Tomo

Nama Bung Tomo erat kaitannya dengan Pertempuran Surabaya 10 November 1945. Tokoh dengan nama asli Sutomo ini lahir di Surabaya pada 3 Oktober 1920.

Ia sering melakukan siaran radio dan pidata untuk menyerukan perlawanan terhadap pasukan sekutu di Surabaya. Ia juga memimpin Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia (BPRI) dan jadi salah satu figur penting dalam perjuangan rakyat Surabaya.

Baca Juga: Mengenal Kembali 47 Tokoh yang Mendapat Gelar Pahlawan Nasional di Era Jokowi

Sumber:

https://bintangpusnas.perpusnas.go.id/konten/BK1882/ensiklopedia-pahlawan-nasional-hc

Penulis: Agnes Z. Yonatan Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?