Kondisi sarana dan prasarana sekolah menjadi salah satu faktor penting yang mendukung proses belajar mengajar. Ruang kelas yang aman, nyaman, dan layak digunakan tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan, keselamatan, dan motivasi siswa maupun guru.
Namun, kondisi tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bagi pendidikan dasar di Jawa Tengah. Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen via Badan Pusat Statistik (BPS) untuk tahun ajaran 2024/2025, lebih dari separuh ruang kelas Sekolah Dasar (SD) di provinsi ini berada dalam kondisi rusak ringan hingga rusak sedang.
Baca Juga: Miris, Lebih dari 60% Ruang Kelas SD Rusak pada Tahun Ajaran 2024/2025
Data menunjukkan bahwa 54,46% ruang kelas SD di Jawa Tengah masuk kategori rusak ringan atau rusak sedang. Sementara itu, 10,16% lainnya bahkan berada dalam kondisi rusak berat. Adapun ruang kelas yang masih berkondisi baik hanya mencapai 35,38%.
Artinya, hampir tujuh dari setiap sepuluh ruang kelas SD di Jawa Tengah masih memerlukan perbaikan dalam berbagai tingkat kerusakan.
Secara nasional, dari 1,18 juta ruang kelas SD di Indonesia, 60,2% di antaranya berada dalam kondisi rusak, dengan rincian 27,22% rusak ringan, 22,27% rusak sedang, dan 10,81% rusak berat. Ruang kelas SD yang berada dalam keadaan baik hanya sebanyak 39,7%.
Sebanyak 20 provinsi memiliki proporsi ruang kelas SD rusak berat yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Sulawesi Barat dan Papua Pegunungan berada di puncak, dengan masing-masing 21,35% ruang kelas SD mengalami kerusakan berat pada tahun ajaran 2024/2025.
Ruang kelas yang bersih, aman, memiliki pencahayaan dan ventilasi yang memadai dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman. Sebaliknya, bangunan yang mengalami kerusakan berpotensi mengganggu konsentrasi belajar, terutama ketika kerusakan mulai memengaruhi fungsi ruang kelas.
Karena itu, pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan.
Sejalan dengan hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk mulai memastikan kualitas fasilitas ruang kelas di setiap sarana pendidikan. Hal ini diawali dengan rehabilitasi SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, yang mengalami kerusakan parah hingga sebagian bangunannya roboh.
Rencananya, biaya revitalisasi ini akan diperoleh dari bantuan pemerintah pusat dan mulai cair pada Agustus 2026.
“Pemprov Jawa Tengah ikut membantu percepatan perbaikan. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui BBPMP Jawa Tengah, dan insya Allah sekolah ini memperoleh bantuan revitalisasi. Minggu depan akan dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin (23/7/2026).
Baca Juga: 10% Ruang Kelas SD Rusak Berat, Terbanyak di Sulawesi Barat
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2025/11/21/d048070f37740b0e04d99350/statistik-pendidikan-2025.html