Nasional

10 Provinsi Paling Tanggap Deteksi Kasus TB 2025 Berdasarkan Cakupan Penemuan Kasus

Cakupan penemuan kasus TB di Banten dan Jawa Barat berhasil capai target renstra, masing-masing 111,9% dan 96,9% pada tahun 2025.

10 Provinsi Paling Tanggap Deteksi Kasus TB 2025 Berdasarkan Cakupan Penemuan Kasus

Ilustrasi Xray Paru-Paru | Wiroj Sidhisoradej/Magnific

Menurut World Health Organization (WHO), Indonesia menduduki peringkat kedua global negara dengan kasus Tuberkulosis (TB) terbanyak di dunia setelah India. Jumlah kasusnya mencapai 1,09 juta dengan 125 ribu kematian per tahun.

Meskipun kasus TB di India lebih banyak, hingga capai 2,6 juta kasus, penularan kasus TB di Indonesia lebih cepat, yang berarti incidence rate-nya pun lebih tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan target rencana strategis untuk dapat mendeteksi minimal 90% kasus TB.

“Target tahun ini adalah menemukan minimal 900 ribu kasus. Begitu pasien ditemukan, pengobatan jelas tersedia. Yang terpenting memastikan pasien minum obat teratur selama enam bulan agar sembuh total dan tidak menularkan lagi” jelas Menkes Budi Gunadi Sadikin pada Rapat Koordinasi Forum 8 Gubernur, Selasa (26/8/2025).

Adapun cakupan penemuan kasus TB adalah perbandingan antara jumlah kasus TB yang berhasil ditemukan dan diobati dengan perkiraan total seluruh kasus yang ada di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu.

Dapat disimpulkan bahwa cakupan penemuan kasus TB menggambarkan seberapa besar kasus yang dapat terjangkau dan terdeteksi.

Pada 2025, nilai cakupan penemuan kasus TB nasional berada di angka 79,6%, naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 78,6%.

Namun, meskipun berhasil meningkat, angka cakupan nasional dan mayoritas provinsi masih belum mencapai target rencana strategis Kementerian Kesehatan tahun 2025 yaitu 90%.

10 Provinsi dengan Cakupan Penemuan Kasus TB Tertinggi 2025

Cakupan penemuan kasus TB di Banten dan Jawa Barat berhasil capai target renstra, masing-masing 111,9% dan 96,9% pada tahun 2025.
Cakupan penemuan kasus TB di Banten dan Jawa Barat berhasil capai target renstra, masing-masing 111,9% dan 96,9% pada tahun 2025 | GoodStats

Baca Juga: RAPBN 2027: Belanja Fungsi Kesehatan Capai Rp139 T, Apa Saja Outputnya?

Dari total 38 provinsi di Indonesia, hanya dua provinsi yang berhasil memenuhi target rencana strategis (renstra) Kemenkes, yaitu minimal 90%.

Provinsi pertama dengan capaian tertinggi adalah Banten yang berhasil mendeteksi dan mengobati 111,9% kasus TB di wilayahnya sepanjangan tahun 2025.

Tidak berhenti di sana, tingkat keberhasilan pengobatan TB di Banten juga tergolong tinggi, hingga 91%.

Keberhasilan ini salah satunya didapatkan dari pemanfaatan X-ray (rontgen) portabel dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Fasilitas rontgen di saat CKG berhasil mempercepat deteksi kelainan paru seperti TB ini.

Provinsi berikutnya yang juga berhasil memenuhi target renstra Kemenkes adalah Jawa Barat. Capaian cakupan penemuan kasus TB di Jawa Barat capai angka 96,9% pada tahun 2025 lalu.

Jawa Barat merupakan provinsi dengan estimasi kasus TB tertinggi di Indonesia. Untuk itu, upaya penemuan kasus TB terus dilakukan, salah satunya melalui program skrining massal menggunakan X-ray, khususnya bagi masyarakat yang berkontak erat dengan pasien TB.

Provinsi pada urutan ketiga adalah Papua Barat yang hampir berhasil memenuhi target renstra, dengan cakupan penemuan kasus TB sebesar 89,6%.

Dua provinsi pada peringkat selanjutnya terletak di Pulau Jawa. DKI Jakarta dengan cakupan sebesar 85,7% di peringkat keempat dan Jawa Tengah di angka 83,9% di peringkat kelima.

Menyusul pada urutan selanjutnya dengan nilai yang tidak jauh berbeda adalah Sulawesi Tengah yang berhasil mendeteksi dan mengobati 83,6% kasus TB di wilayahnya pada tahun 2025.

Provinsi Bali juga mencatatkan angka serupa, yaitu 83,4% cakupan penemuan kasus TB pada tahun 2025.

Peringkat berikutnya kembali diduduki oleh provinsi di Pulau Papua, yaitu Papua Barat Daya dengan cakupan 82,5% dan Papua Selatan sebesar 81,2%. Menyusul pada urutan terakhir adalah Sulawesi Barat di angka 79,9%.

Perlu diingat bahwa tingginya persentase tidak berarti semakin tinggi pula kasus TB di wilayah tersebut, melainkan menandakan semakin tingginya tingkat penemuan dan penanganan kasus di tengah masyarakat.

Baca Juga: Sumatra Selatan Jadi Provinsi dengan Angka Stunting Terendah 2025, Jauh di Bawah Nasional

Sumber:

https://www.kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2025

Penulis: Adhwa Aqilla • Editor: Editor

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?