Harga Minyak Dunia Tembus US$115 per Barel, Naik Lebih dari 20% dalam 3 Bulan Terakhir

Lonjakan harga minyak dunia lebih dari 20% sejak awal 2026 dipicu ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Harga Minyak Dunia Tembus US$115 per Barel, Naik Lebih dari 20% dalam 3 Bulan Terakhir Ilustrasi Kapal Melintasi Selat Hormuz | Artan /Unsplash
Ukuran Fon:

Harga minyak dunia menembus level US$115 per barel pada senin pagi, 9 Maret 2026. Kenaikan ini menandai titik tertinggi harga minyak dalam sekitar lima tahun terakhir dan memicu kekhawatiran pasar global terhadap stabilitas pasokan energi.

Lonjakan harga tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak mentah global bahkan sempat melonjak lebih dari 20% dibandingkan posisi awal tahun 2026. Pergerakan harga yang tajam ini mencerminkan tingginya sensitivitas pasar energi terhadap situasi politik dan keamanan di kawasan produsen minyak utama dunia.

Kenaikan harga minyak juga berdampak langsung pada berbagai komoditas energi lainnya serta memicu spekulasi mengenai potensi kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

Salah satu faktor utama di balik lonjakan harga minyak dunia adalah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Konflik yang semakin memanas memicu kekhawatiran bahwa stabilitas produksi dan distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah dapat terganggu.

Pasar energi global sangat sensitif terhadap potensi gangguan pasokan dari kawasan tersebut. Timur Tengah merupakan salah satu wilayah dengan cadangan minyak terbesar di dunia serta menjadi sumber utama pasokan bagi banyak negara.

Ketika risiko konflik meningkat, pelaku pasar biasanya langsung bereaksi dengan menaikkan harga komoditas energi sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan penurunan pasokan. Kondisi ini membuat harga minyak mentah global bergerak naik dengan cepat dalam waktu relatif singkat.

Grafik Lonjakan Harga Minyak Dunia dalam 3 Bulan Terakhir

Pergerakan Harga Minyak Dunia | GoodStats

Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup, Apa Dampaknya pada Ekonomi Dunia?

Berdasarkan data Trading Economics pada Senin siang, 9 Maret 2026, harga kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat melonjak hingga US$115 per barel.

Data tersebut menunjukkan bahwa tren kenaikan harga minyak telah terjadi sejak awal tahun 2026. Dalam tiga bulan terakhir, harga minyak mentah dunia menunjukkan pola peningkatan yang cukup konsisten.

Waktu Barrel WIT
2 Jan 2026 60.75 57.32
16 Jan 2026 64.13 64.13
30 Jan 2026 70.69 65.21
2 Feb 2026 66.3 62.14
16 Feb 2026 68.65 62.89
27 Feb 2026 72.48 67.02
2 Mar 2026 77.74 71.23
5 Mar2026 85.41 81.01
9 Mar2026 115.68 115.25

Pada Januari 2026, harga minyak mentah global masih berada di kisaran US$60 per barel. Harga ini relatif stabil setelah periode fluktuasi yang terjadi sepanjang tahun sebelumnya.

Memasuki akhir Februari 2026, harga minyak mulai mengalami kenaikan bertahap dan bergerak menuju kisaran US$60-70 per barel. Peningkatan ini mulai dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik serta kekhawatiran terhadap potensi gangguan distribusi minyak global.

Tren tersebut berlanjut hingga pada 9 Maret 2026, ketika harga minyak mentah akhirnya menembus level US$115 per barel dan bahkan sempat bergerak di atas angka tersebut di sejumlah pasar komoditas.

Secara keseluruhan, harga minyak dunia telah mengalami kenaikan lebih dari 20% sejak awal 2026. Lonjakan ini menjadi salah satu kenaikan tercepat dalam beberapa tahun terakhir dan menunjukkan betapa kuatnya pengaruh faktor geopolitik terhadap pasar energi global.

Mengapa Konflik Timur Tengah Berpengaruh pada Harga Minyak Dunia?

Kawasan Timur Tengah memiliki peran yang sangat penting dalam industri energi global. Sejumlah negara di wilayah ini merupakan produsen minyak terbesar di dunia dan menyumbang porsi besar terhadap total produksi minyak global.

Selain sebagai pusat produksi, Timur Tengah juga menjadi jalur distribusi minyak yang sangat strategis. Salah satu jalur paling penting adalah Selat Hormuz, yang menjadi rute utama pengiriman minyak dari negara-negara Teluk menuju pasar internasional.

Setiap ketegangan yang terjadi di kawasan tersebut berpotensi mengganggu proses produksi maupun distribusi minyak. Karena itu, konflik geopolitik di Timur Tengah hampir selalu berdampak langsung pada pergerakan harga minyak dunia.

Dampak Lonjakan Harga Minyak terhadap Ekonomi Global

Kenaikan harga minyak dunia dapat memberikan dampak luas terhadap perekonomian global. Salah satu dampak paling langsung adalah meningkatnya harga energi, termasuk bahan bakar minyak yang digunakan dalam transportasi dan industri.

Kondisi ini juga dapat memicu tekanan inflasi global, karena kenaikan biaya energi biasanya akan diikuti oleh meningkatnya biaya produksi dan distribusi berbagai barang dan jasa.

Selain itu, banyak negara berpotensi mengalami kenaikan harga BBM domestik sebagai dampak dari lonjakan harga minyak mentah di pasar internasional. Jika tren kenaikan ini berlanjut, sejumlah pemerintah kemungkinan perlu menyesuaikan kebijakan energi atau memberikan subsidi untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Baca Juga: Negara dengan Produksi Minyak Terbesar 2026, Ada Indonesia?

Sumber: 

https://id.tradingeconomics.com/commodity/crude-oil

Penulis: Helni Sadiyah
Editor: firda wandira

Konten Terkait

10 Kawasan Perkotaan dengan Populasi Terbesar di Dunia 2025, Ada Jakarta?

Jakarta berada di peringkat ke-4 kawasan perkotaan terbesar di dunia tahun 2025, dengan populasi capai 36,87 juta jiwa.

The Art of Sarah Jadi Drama Terpopuler 2026, Raih 10 Juta Penonton Netflix Global

The Art of Sarah menduduki peringkat pertama Top 10 Global Netflix kategori Non-English Shows dengan 10 juta penonton dan 59,4 juta jam tayang.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook