Isu Reshuffle Kabinet Kembali Menguat, Ini Jejak Menteri yang Pernah Diganti di Era Prabowo

Isu reshuffle kabinet kembali mencuat di 2026. Simak daftar menteri dan pejabat yang pernah diganti oleh Presiden Prabowo beserta dinamika perubahannya.

Isu Reshuffle Kabinet Kembali Menguat, Ini Jejak Menteri yang Pernah Diganti di Era Prabowo Bendera Merah Putih | Jannis Lucas/Unsplash
Ukuran Fon:

Isu reshuffle kabinet Merah Putih kembali mencuat di tengah dinamika Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Spekulasi ini semakin ramai setelah nama Bahlil Lahadalia disebut-sebut berpeluang naik posisi menjadi menteri koordinator jika perombakan benar dilakukan.

Meski belum ada pernyataan resmi dari Istana, riwayat reshuffle yang sudah terjadi sebelumnya memperlihatkan bahwa perubahan komposisi kabinet bukan hal baru.

Isu Reshuffle Kembali Menguat di 2026

Perbincangan soal reshuffle mulai menghangat lagi pada April 2026 ini. Sejumlah pejabat memberikan respons yang cenderung hati-hati. Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, mengaku belum menerima informasi resmi dan menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan presiden.

Hal serupa juga disampaikan oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, yang memilih tidak memberikan jawaban tegas.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sempat menyatakan bahwa belum ada rencana reshuffle, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran 2026. Pemerintah saat itu lebih fokus pada stabilitas ekonomi dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Meski demikian, isu ini sulit benar-benar mereda dan tidak menjadi bahan pembicaraan. Dinamika politik yang terus bergerak membuat publik menaruh perhatian pada kemungkinan perubahan kabinet. Apalagi, Presiden Prabowo sudah beberapa kali melakukan reshuffle sejak awal masa jabatannya.

Baca Juga: Evaluasi 1 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran Dorong Reformasi Kabinet

Daftar Menteri yang Pernah Kena Reshuffle

Daftar Menteri yang Pernah Kena Reshuffle Prabowo | GoodStats
Daftar Menteri yang Pernah Kena Reshuffle Prabowo | GoodStats

Jika menengok ke belakang, Presiden Prabowo Subianto tercatat telah melakukan tiga kali reshuffle sepanjang 2025 dalam dua fase besar. Perombakan pertama terjadi pada 19 Februari 2025 dan menyasar sektor pendidikan tinggi.

Saat itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Satryo Soemantri Brodjonegoro, digantikan oleh Brian Yuliarto. Pergantian ini menjadi langkah awal evaluasi kabinet yang dilakukan relatif cepat.

Memasuki September 2025, reshuffle dilakukan dalam skala yang jauh lebih besar. Pada 8 September, sejumlah posisi strategis mengalami pergantian dan 5 posisi akan diganti. Menteri Keuangan Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa.

Di sektor koperasi, Budi Arie Setiadi digantikan oleh Ferry Juliantono. Kemudian, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding juga diganti oleh Mukhtarudin.

Pada saat yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo diberhentikan dan posisinya belum langsung diisi. Sementara itu, jabatan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan yang sebelumnya dipegang Budi Gunawan sempat diisi sementara oleh Sjafrie Sjamsoeddin.

Dalam reshuffle yang sama, pemerintah juga membentuk posisi baru, yaitu Menteri Haji dan Umrah yang kemudian diisi oleh Mochamad Irfan Yusuf.

Beberapa hari setelahnya, tepatnya pada 17 September 2025, dilakukan penyempurnaan terhadap posisi-posisi yang sebelumnya masih kosong atau sementara.

Jabatan Menko Polhukam akhirnya diisi secara definitif oleh Djamari Chaniago. Posisi Menteri Pemuda dan Olahraga yang sempat kosong kemudian diisi oleh Erick Thohir.

Perombakan juga menyentuh jabatan setingkat Menteri lainnya. Kepala Staf Kepresidenan Anto Mukti Putranto digantikan oleh Muhammad Qodari. Sementara itu, Kepala Komunikasi Presiden Hasan Nasbi digantikan oleh Angga Raka Prabowo.

Melihat rangkaian reshuffle tersebut, terlihat bahwa perubahan kabinet tidak hanya menyasar satu sektor, tetapi bisa melibatkan banyak posisi sekaligus dalam waktu berdekatan.

Dengan rekam jejak ini, wajar jika isu reshuffle di 2026 kembali menyedot perhatian publik, meski kepastiannya tetap berada di tangan presiden.

Apa Artinya untuk Isu Reshuffle 2026?

Melihat dinamika yang sudah terjadi, reshuffle kabinet di era Prabowo Subianto bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari strategi penyesuaian pemerintahan yang nyata.

Tiga kali perombakan dalam kurun waktu satu tahun menunjukkan bahwa evaluasi kinerja dan kebutuhan politik berjalan beriringan dalam menentukan komposisi kabinet.

Pada akhirnya, reshuffle bukan hanya soal pergantian nama, tetapi juga refleksi arah kebijakan dan prioritas pemerintah ke depan.

Publik tinggal menunggu apakah sinyal-sinyal yang muncul saat ini akan benar-benar berujung pada perombakan, atau hanya menjadi bagian dari dinamika politik yang terus bergerak.

Baca Juga: Tak Lagi Apatis, Generasi Muda Kian "Melek" Ikuti Isu Politik di Media Sosial

Sumber:

https://setkab.go.id/profil-kabinet/

Penulis: Raka Adichandra
Editor: Muhammad Sholeh

Konten Terkait

42% Gen Z Masih Andalkan Orang Tua Sebagai Sumber Penghasilan

Sebanyak 42% Gen Z bergantung pada penghasilan orang tua, jauh lebih tinggi dibanding Milenial (6%) dan Gen X (5%).

Sektor Keuangan dan Asuransi Pimpin Prospek Perekrutan Tertinggi 2026

Keuangan dan asuransi jadi sektor dengan prospek perekrutan tenaga kerja tertinggi dengan nilai NEO mencapai 32%.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook