Perjalanan pembangunan kota-kota di Indonesia kini memasuki fase baru yang ditandai dengan percepatan inovasi dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Di tengah arus globalisasi dan digitalisasi, kota tidak lagi sekadar menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang tumbuh bagi ekonomi kreatif, teknologi, serta kualitas hidup yang semakin tinggi. Kompetisi antarkota pun semakin terasa, seiring upaya masing-masing daerah untuk menjadi pusat pertumbuhan yang unggul.
Pada 2025, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali merilis indeks daya saing daerah (IDSD) sebagai instrumen pengukuran strategis untuk menilai produktivitas dan daya saing daerah secara komprehensif.
Tahun ini, pengukuran indeks daya saing daerah turut mengacu pada metode pengukuran Global Competitiveness Index (GCI) dan World Economic Forum (WEF).
Adapun indeks daya saing daerah ini mengukur produktivitas dan kemajuan daerah berdasarkan empat komponen utama, yakni sumber daya manusia, pasar, ekosistem inovasi, dan lingkungan pendukung.
Keempat komponen tersebut diuraikan ke dalam 12 pilar yang masing-masing memiliki indikator terukur. Hal ini bertujuan untuk memastikan skor yang diperoleh tidak parsial. Skor berada pada skala maksimal 5, yang berarti indeks daya saingnya tertinggi.
Baca Juga: Kota Paling Maju di Luar Jawa 2024
Kota Paling Maju di Indonesia 2025
Menurut penemuan BRIN, Surakarta terpilih sebagai kota paling maju di Indonesia pada 2025. Kota yang berada di Jawa Tengah tersebut meraih skor 4,43. Tahun 2024, Surakarta juga memuncaki daftar dengan meraih skor 4,39, sama-sama menjadi kota paling maju di Indonesia bersama Yogyakarta. Surakarta unggul pada beberapa indikator, seperti pilar pasar produk hingga adopsi TIK.
Menyusul di urutan kedua, Yogyakarta meraih skor 4,42 pada 2025, diikugi Semarang dengan 4,37 poin. Dari luar Jawa, Kota Banjarmasin bertengger di peringkat keempat dengan skor 4,35. Daftar lima besar kembali ditutup kota asal Jawa, yakni Bandung dengan skor 4,34.
Kota paling maju keenam dipegang oleh Medan dan Samarinda dengan skor 4,32. Sementara itu, Magelang dan Tangerang Selatan meraih skor 4,29, dan daftar ditutup oleh Kota Mataram dengan skor 4,26.
Jawa Tengah jadi provinsi paling dominan dalam daftar ini, berhasil memasukkan tiga kota dalam daftar, yakni Surakarta, Semarang, dan Magelang.
Daftar di atas menunjukkan bahwa kini pembangunan kota tidak lagi terpusat pada satu wilayah saja, melainkan mulai tersebar secara lebih merata ke berbagai daerah. Setiap kota memiliki keunggulan dan karakteristiknya masing-masing, mulai dari kekuatan ekonomi, inovasi teknologi, hingga kualitas hidup yang ditawarkan kepada warganya.
Ke depan, tantangan yang dihadapi tidak hanya mempertahankan capaian yang sudah ada, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut bersifat inklusif dan berkelanjutan. Kota yang benar-benar maju adalah kota yang mampu memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa mengorbankan lingkungan dan keseimbangan sosial.
Baca Juga: Kota Paling Maju di Jawa 2024
Sumber:
https://s.brin.go.id/m/publikasiIDSD
Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor