Amerika Serikat memimpin produksi minyak mentah dunia 2026 dengan 20,95 juta barel, hampir dua kali lipat Arab Saudi (11,17 juta barel), menegaskan pergeseran dominasi energi global dalam satu dekade terakhir.
Meski berada di peringkat 20 dengan 0,86 juta barel, posisi Indonesia menunjukkan tantangan besar karena produksi kini jauh lebih kecil dibanding era 1990-an saat sempat melampaui 1,5 juta barel per hari.
Menariknya, sebagian besar negara di 10 besar adalah pemain lama OPEC dan non-OPEC yang mengandalkan teknologi eksplorasi dan efisiensi sumur untuk menjaga stabilitas produksi.