Harga emas antam hari ini kembali menjadi sorotan di tengah dinamika ekonomi global yang masih belum stabil. Melansir dari Pegadaian, harga emas batangan dari sejumlah produsen seperti Galeri24, Antam, dan UBS menunjukkan kecenderungan melemah, meski masih berada dalam tren yang relatif kuat jika dilihat dalam jangka panjang.
Baca Juga: Harga BBM Swasta Terkini April 2026: Shell, BP, dan Vivo Stabil, Stok Mulai Langka di Beberapa SPBU
Harga Emas Hari Ini (24 April 2026)
Berdasarkan data terbaru, harga emas dari Galeri24 untuk ukuran terkecil 0,5 gram berada di level Rp1.475.000, sementara 1 gram dibanderol Rp2.813.000 dan 2 gram Rp5.558.000. Untuk ukuran lebih besar, 5 gram dijual Rp13.794.000 dan 10 gram Rp27.514.000.
Sementara itu, 25 gram mencapai Rp68.413.000, 50 gram Rp136.719.000, dan 100 gram Rp273.302.000. Pada ukuran besar, harga 250 gram berada di Rp681.576.000, 500 gram Rp1.363.152.000, hingga 1.000 gram mencapai Rp2.726.303.000.
Untuk emas Antam, harga 0,5 gram tercatat Rp1.512.000, sedangkan 1 gram mencapai Rp2.918.000 dan 2 gram Rp5.772.000.
Ukuran 3 gram berada di Rp8.632.000, lalu 5 gram di Rp14.352.000 dan 10 gram Rp28.647.000. Untuk ukuran 25 gram, harganya menyentuh Rp71.487.000, sementara 50 gram Rp142.891.000 dan 100 gram Rp285.701.000.
Sementara itu, emas UBS dibuka dengan harga Rp1.545.000 untuk 0,5 gram. Ukuran 1 gram berada di Rp2.859.000 dan 2 gram Rp5.673.000. Untuk 5 gram, harganya Rp14.018.000 dan 10 gram Rp27.890.000.
Pada ukuran 25 gram, harga tercatat Rp69.587.000, sedangkan 50 gram Rp138.888.000 dan 100 gram Rp277.666.000. Untuk ukuran besar, 250 gram berada di Rp693.959.000 dan 500 gram mencapai Rp1.386.288.000.
Secara keseluruhan, harga emas hari ini masih menunjukkan perbedaan antar merek yang sangat cukup tipis. Hal ini membuat para investor memiliki lebih banyak pilihan sesuai dengan preferensi masing-masing yang digemarinya.
Penyebab Turunnya Harga Emas
Penurunan harga emas saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor global, terutama kondisi geopolitik dan kebijakan ekonomi. Salah satu yang paling menonjol adalah konflik Iran yang berdampak langsung pada pasar energi dunia.
Penutupan Selat Hormuz memicu gangguan pasokan energi yang meningkatkan risiko inflasi global. Dalam situasi seperti ini, bank sentral cenderung mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga. Kondisi suku bunga tinggi biasanya menjadi tekanan bagi emas karena instrumen ini tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, pasar juga sedang menanti rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti data ketenagakerjaan, klaim pengangguran, hingga ekspektasi inflasi.
Jika data tersebut menunjukkan tekanan inflasi yang tinggi, maka peluang suku bunga tetap berada di level tinggi semakin besar. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa harga emas belum mampu menguat dalam jangka pendek.
Meski begitu, prospek jangka panjang emas masih dinilai positif dan menjadi opsi investasi paling aman. Sejumlah lembaga keuangan global memproyeksikan harga emas tetap berpotensi naik, didukung oleh pembelian dari bank sentral di berbagai negara dan ketidakpastian geopolitik yang belum mereda.
Dengan demikian, penurunan harga emas hari ini bisa dilihat sebagai bagian dari dinamika pasar yang wajar dan sangat sering terjadi.
Investor pun juga dihadapkan pada berbagao pilihan, apakah kondisi ini menjadi peluang untuk masuk atau justru sinyal untuk lebih berhati-hati dalam mengambil segala keputusan.
Baca Juga: Harga LPG Naik 18,75%, Simak Harga LPG Terbaru dan Dampaknya
Sumber:
https://pegadaian.co.id/produk/harga-emas-batangan-dan-tabungan-tabungan-emas
Penulis: Raka Adichandra
Editor: Firda Wandira