Harga Minyak Dunia Hari Ini Jumat 24 April 2026 Melonjak Tajam, Brent Tembus USD106 per Barel dalam Sepekan

Harga minyak dunia hari ini melonjak tajam, Brent tembus USD 106 per barel dan WTI naik signifikan dalam sepekan terakhir, dipicu ketegangan di Selat Hormuz.

Harga Minyak Dunia Hari Ini Jumat 24 April 2026 Melonjak Tajam, Brent Tembus USD106 per Barel dalam Sepekan Ilustrasi Tambang Minyak | Jan-Rune Smenes Reite/Pexels
Ukuran Fon:

Harga minyak dunia hari ini kembali jadi sorotan setelah mencatat lonjakan tajam sepanjang sepekan terakhir, terutama untuk acuan global Brent yang menembus level tertinggi terbaru.

Melansir dari Trading Economics, tren kenaikan ini sudah terlihat sejak awal pekan dan terus menguat hingga Jumat (24 April 2026), didorong oleh ketegangan geopolitik yang belum mereda di kawasan Timur Tengah.

Harga Minyak Dunia Hari Ini (WTI dan Brent)

Pergerakan harga minyak mentah dalam sepekan terakhir menunjukkan tren yang cukup agresif. Untuk West Texas Intermediate (WTI), harga sempat turun di awal pekan sebelum akhirnya melesat tajam hingga mendekati USD97 per barel pada Jumat.

Tren Kenaikan Harga Minyak WTI (24 April 2026) | GoodStats
Tren Kenaikan Harga Minyak WTI (24 April 2026) | GoodStats

Secara rinci, harga WTI bergerak dari sekitar USD89,86 pada 20 April, sempat melemah ke USD88,32 sehari setelahnya, lalu berbalik naik hingga USD90,39 (22 April), USD92,53 (23 April), dan mencapai USD97,11 pada 24 April. Dalam hitungan mingguan, kenaikan ini setara mencapai lebih dari 17%.

Tren Kenaikan Harga Minyak Brent (24 April 2026) | GoodStats
Tren Kenaikan Harga Minyak Brent (24 April 2026) | GoodStats

Sementara itu, Brent Crude menunjukkan performa yang lebih kuat. Harga Brent naik konsisten dari USD95,71 (20 April) menjadi USD95,10, lalu melonjak ke USD99,28, USD101,47, hingga akhirnya menyentuh USD106,44 per barel pada 24 April.

Kenaikan Brent bahkan mendekati 18% dalam sepekan, menjadikannya salah satu lonjakan tertajam dalam beberapa bulan terakhir.

Jika melihat dari bentuk visualnya, grafik tren keduanya memperlihatkan pola kenaikan yang curam sejak pertengahan pekan, menandakan adanya tekanan kuat dari sisi pasokan global.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 24 April 2026 Turun Lagi, Berikut Rincian Terbaru dan Penyebabnya

Perbandingan Harga Minyak WTI dan Brent

Perbedaan harga minyak antara WTI dan Brent masih cukup lebar, dengan Brent secara konsisten berada di atas WTI. Hal ini terlihat wajar karena Brent sering dijadikan acuan global dan lebih sensitif terhadap dinamika geopolitik internasional.

Berikut perbandingan harga terbaru:

Perbandingan Harga Minyak WTI dan Brent (23-24 April 2026) | GoodStats
Perbandingan Harga Minyak WTI dan Brent (23-24 April 2026) | GoodStats

Dari tabel tersebut terlihat bahwa kedua jenis minyak sama-sama mengalami lonjakan signifikan hanya dalam waktu satu hari. WTI naik sebesar USD4,58 per barel, atau sekitar 4,95%, dari USD92,53 menjadi USD97,11.

Sementara itu, Brent mencatat kenaikan yang sedikit lebih tinggi secara nominal, yakni USD4,97 per barel, dari USD101,47 menjadi USD106,44, dengan persentase kenaikan sekitar 4,90%.

Meski secara persentase kenaikannya hampir setara, Brent tetap unggul dari sisi harga absolut. Selisih harga antara keduanya bahkan melebar hingga sekitar USD9 per barel pada 24 April.

Hal ini menunjukkan bahwa tekanan pasar global lebih besar tercermin pada Brent dibandingkan WTI, terutama karena sensitivitasnya terhadap dinamika geopolitik internasional.

Penyebab Kenaikan Harga Minyak Dunia

Lonjakan harga minyak dunia saat ini tidak terjadi tanpa sebab yang begitu saja. Faktor utamanya berasal dari meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Penutupan dan pembatasan akses di Selat Hormuz juga menjadi pemicu terbesar. Jalur ini merupakan salah satu rute distribusi minyak paling vital di dunia. Ketika aksesnya terganggu, pasar langsung merespons dengan kekhawatiran terhadap pasokan global.

Selain itu, kebijakan Donald Trump yang mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran serta pernyataan keras terkait keamanan jalur laut semakin memperkeruh situasi.

Di sisi lain, Iran juga meningkatkan kontrol terhadap kapal-kapal yang melintas, membuat lalu lintas tanker menurun drastis.

Selain itu, negosiasi damai yang belum menemukan titik terang memperpanjang ketidakpastian. Bahkan, gangguan distribusi dari produsen utama di Timur Tengah disebut sebagai salah satu yang paling signifikan dalam sejarah pasar energi.

Kombinasi faktor geopolitik, gangguan pasokan, dan ketidakpastian diplomatik inilah yang mendorong harga minyak melonjak tajam dalam waktu singkat.

Jika situasi ini berlanjut, bukan tidak mungkin harga minyak akan terus bergerak naik dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga: Harga BBM Swasta Terkini April 2026: Shell, BP, dan Vivo Stabil, Stok Mulai Langka di Beberapa SPBU

Sumber:

https://id.tradingeconomics.com/commodity/brent-crude-oil

Penulis: Raka Adichandra
Editor: Firda Wandira

Konten Terkait

Populasi Ikan Sapu-Sapu Meledak, Mengapa Disebut Hama di Perairan Indonesia?

Mengapa ikan sapu-sapu disebut hama? Temukan fakta di balik pertumbuhan populasinya dan dampaknya bagi ekosistem.

Parenting VOC: Pola Asuh Keras Zaman Dulu, Masih Relevan atau Sudah Usang?

Parenting VOC dikenal sebagai gaya asuh yang keras dan disiplin. Namun, apakah masih relevan di masa kini? Simak pembahasannya di sini.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook