Proporsi jumlah penduduk Indonesia yang didominasi oleh usia produktif, apabila tidak dibarengi dengan terbukanya kesempatan kerja yang cukup, maka akan berakibat pada tingginya angka pengangguran. Hal ini tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa mayoritas pengangguran berada pada kelompok usia muda.
Baca Juga: Bagaimana Tren Pengangguran di Indonesia 1 Dekade Terakhir
Seperti yang digambarkan dalam grafik, angka pengangguran kelompok usia 15-19 tahun mencapai 1,5 juta jiwa. Kemudian rentang usia 20-24 tahun jadi kelompok tertinggi, dengan jumlah mencapai lebih dari 2,3 juta jiwa. Sementara kelompok usia matang cenderung stabil, lonjakan di usia muda ini menjadi sinyal bagi pemerintah dan pelaku industri mengenai adanya ketimpangan antara ketersediaan lapangan kerja dengan membludaknya jumlah fresh graduate.
Tren penurunan yang signifikan mulai terlihat seiring bertambahnya usia, yang mana pengangguran kelompok usia 25-29 tahun tercatat sebanyak 1,1 juta orang, lalu menyusut tajam hingga di bawah satu juta pada kelompok usia 30 tahun ke atas.
Sebaliknya, angka pengangguran pada kelompok usia produktif matang hingga lansia cenderung jauh lebih rendah dan stabil. Kelompok usia 55-59 tahun memiliki jumlah pengangguran terendah dibandingkan kategori lainnya, yaitu hanya 203.485 orang. Meskipun terdapat sedikit kenaikan pada kelompok usia 60 tahun ke atas (321.859 orang), pola keseluruhan menunjukkan bahwa tantangan ketenagakerjaan terbesar pada tahun 2025 berpusat pada generasi muda yang baru memasuki dunia kerja atau mereka yang berada di tahap awal karir.
Adapun jika dilihat secara keseluruhan, jumlah pengangguran di Indonesia pada 2025 mencapai 7,45 juta orang. Angka ini sedikit mengalami penurunan dari 2024 yang berjumlah sebanyak 7,46 juta. Kabar baiknya, tren jumlah pengangguran dari tahun ke tahun pun terus mengalami penurunan. Pada tahun 2021, terdapat 9,1 juta pengangguran, kemudian menjadi 8,4 juta jiwa pada 2022 dan kembali turun pada 2023 menjadi 7,8 juta jiwa.
Target 19 Juta Lapangan Pekerjaan di Indonesia
Angka pengangguran yang mencapai jutaan orang di kelompok usia muda ini menunjukkan bahwa persoalan pengangguran merupakan tantangan struktural yang membutuhkan intervensi serius. Dalam konteks inilah target penciptaan 19 juta lapangan kerja yang dicanangkan pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi krusial. Target tersebut bukan hanya soal menambah angka kesempatan kerja, tetapi juga menjadi penentu apakah Indonesia mampu menyerap gelombang angkatan kerja produktif sekaligus memaksimalkan momentum bonus demografi.
Baru-baru ini Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menegaskan, realisasi target 19 juta lapangan kerja tersebut merupakan tanggung jawab kolaboratif lintas kementerian dan lembaga.
“19 juta lapangan kerjanya mana, Pak Menteri? Itu yang ditanya pertama ya. Nanti saya mau bagi-bagi saja di sini, satu-satu, begitu ya. Karena memang 19 juta itu adalah kolaborasi kita bersama,” kata Yassierli dalam forum sekretaris Kementerian/lembaga terkait kolaborasi penguatan ekosistem ketenagakerjaan, pada Selasa (17/2/2026), melansir Harian Jogja.
Baca Juga: Tingkat Pengangguran Indonesia Tak Sampai 5%, Penduduk Kerja Tembus 95%
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjQwMSMy/pengangguran-menurut-golongan-umur--orang-.html
Penulis: Silmi Hakiki
Editor: Editor