Awal 2026 dibuka dengan kabar yang relatif stabil dari pasar tenaga kerja Indonesia. Data terbaru menunjukkan sebagian besar penduduk Indonesia telah memiliki pekerjaan, dengan persentase penduduk bekerja menembus 95%.
Di sisi lain, tingkat pengangguran berada di kisaran 4-5% sepanjang tahun berjalan. Angka ini memberi gambaran bahwa struktur ketenagakerjaan nasional cenderung terjaga, meski belum sepenuhnya lepas dari berbagai tantangan.
Baca Juga: Sosial Tingkat Pengangguran Menyusut pada 2025: 1,37 Juta Lapangan Kerja Baru Tercipta
Pada Februari 2025, persentase penduduk bekerja tercatat sebesar 95,24%. Angka ini sedikit turun menjadi 95,15% pada Agustus 2025, sebelum kembali naik tipis menjadi 95,26% pada November 2025. Secara umum, perubahan naik turun tersebut terbilang kecil dan menunjukkan kondisi yang relatif stabil sepanjang tahun.
Dari sisi jumlah, penduduk bekerja pada Februari 2025 mencapai 145,77 juta orang. Angka ini meningkat pada Agustus 2025 menjadi 146,54 juta orang, dan kembali bertambah pada November 2025 menjadi 147,91 juta orang. Artinya, dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, terjadi penambahan lebih dari dua juta orang yang bekerja.
Sementara itu, tingkat pengangguran menunjukkan pola yang berlawanan. Pada Februari 2025, persentase pengangguran berada di angka 4,76%. Angka ini naik menjadi 4,85% pada Agustus 2025, sebelum turun kembali ke 4,74% pada November 2025.
Secara jumlah, pengangguran pada Februari 2025 tercatat sebanyak 7,29 juta orang. Jumlah ini sempat meningkat menjadi 7,46 juta orang pada Agustus 2025, lalu turun menjadi 7,35 juta pada November 2025
Kenaikan jumlah pengangguran di pertengahan tahun dipengaruhi oleh dinamika musiman, seperti lulusan baru yang masuk ke pasar kerja atau pergeseran tenaga kerja di beberapa sektor. Namun menjelang akhir tahun, kondisi kembali membaik seiring bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja.
Di Balik 95%, Apa Makna Data Ini?
Jika dilihat lebih dalam, persentase penduduk bekerja yang konsisten di atas 95% menandakan mayoritas angkatan kerja Indonesia terserap dalam kegiatan ekonomi. Meski begitu, persentase tinggi ini tidak serta merta menggambarkan kualitas pekerjaan yang tersedia. Data ini berbicara soal terserap atau tidaknya tenaga kerja, bukan tentang upah, jaminan sosial, atau stabilitas kerja.
Penambahan jumlah penduduk bekerja dari Februari ke November 2025 menunjukkan adanya pengembangan atau setidaknya pemulihan di beberapa sektor ekonomi. Kenaikan dari sekitar 145,7 juta menjadi hampir 147,9 juta orang bekerja mencerminkan tambahan kesempatan kerja yang cukup signifikan.
Di sisi lain, perubahan tingkat pengangguran yang berada di rentang 4,7-4,8% tergolong cukup stabil dan tidak ekstrem. Kenaikan pada Agustus 2025 dapat dibaca sebagai fase penyesuaian pasar tenaga kerja, sementara penurunan kembali pada November 2025 mengindikasikan adanya penyerapan tambahan tenaga kerja di akhir tahun.
Perbandingan antara jumlah penduduk bekerja dan pengangguran juga menunjukkan selisih yang cukup lebar. Dengan lebih dari 147 juta orang bekerja dan sekitar 7,3 juta orang menganggur pada November 2025, struktur ketenagakerjaan nasional masih ditopang oleh mayoritas pekerja aktif.
Secara keseluruhan, data 2025 memperlihatkan pasar kerja Indonesia berada dalam kondisi yang relatif stabil dengan tren membaik di penghujung tahun. Persentase penduduk bekerja yang konsisten tinggi dan penurunan kembali angka pengangguran pada November 2025 menjadi sinyal positif bagi perekonomian Indonesia.
Meski demikian, berbagai tantangan pun tetap ada. Menurut para pengamat, penyebab pengangguran salah satunya adalah faktor pendidikan yang belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Hal ini menyebabkan banyak pelamar kerja yang kesulitan mencari posisi yang sesuai dengan dunia kerja.
Pada akhirnya, angka-angka ini bukan hanya sekadar statistik saja, melainkan juga cerminan kehidupan jutaan orang yang bergantung pada lapangan pekerjaan setiap harinya.
Baca Juga: Indonesia Punya Jumlah Pengangguran Terbanyak di Asia Tenggara
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjU2MCMy/jumlah-dan-persentase-penduduk-bekerja-dan-pengangguran--triwulanan---.html
Penulis: Raka Adichandra
Editor: Editor